Beranda > Skripsi Akuntansi > Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Desember 20, 2009

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta pada periode 2004-2005. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu pemilihan sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu.

Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Data diperoleh dengan melakukan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara profitabilitas dan pertumbuhan penjualan terhadap harga saham. Dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 5% diperoleh nilai t-hitung untuk profitabilitas dan tingkat penjualan sebesar 2,612 dan 2,747, sedangkan nilai t-tabel sebesar 1,658. Oleh karena itu t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka H0 ditolak dan menerima Ha. Jadi profitabilitas dan tingkat penjualan berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan dividen dan tingkat pengembalian saham tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. Hal ini bisa dilihat dari t-hitung (-0,319 dan 1,655) yang lebih kecil dari t-tabel sebesar 1,658.

Memperkirakan harga saham pada masa yang akan datang dapat dilakukan dengan mengestimasi nilai faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang. Dengan demikian langkah penting dalam memprediksi harga saham adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor fundamental (seperti penjualan, pertumbuhan penjualan, biaya, dividen tunai, dan sebagainya) yang diperkirakan akan mempengaruhi harga saham. Dividen tunai sangat berpengaruh terhadap nilai saham melalui penciptaan keseimbangan di antara dividen saat ini dan laba ditahan sehingga mampu memaksimalkan nilai saham. Jika perusahaan bersangkutan menjalankan kebijakan untuk membagikan tambahan dividen tunai maka akan cenderung meningkatkan harga saham, namun jika nilai dividen terlalu tinggi maka makin sedikit dana yang tersedia untuk reinvestasi sehingga tingkat pertumbuhan perusahaan yang diharapkan untuk masa mendatang akan rendah, dan hal ini akan menurunkan harga saham. Nilai saham akan maksimal jika terjadi keseimbangan antara dividen saat ini dan laba ditahan. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji pengaruh faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham, yaitu pengaruh antara dividen, pertumbuhan penjualan, dan laba terhadap harga saham, namun masih banyak pendapat yang saling bertentangan. Penelitian atas pengaruh dividen terhadap harga saham yang dilakukan Aharony dan Swary (1995) dalam Halim dan Sarwoko (1995) mengatakan bahwa terdapat hubungan positif antara pengumuman yang dihubungkan dengan penurunan dividen atau pengumuman yang dihubungkan dengan kenaikan dividen terhadap harga saham. Penelitian yang dilakukan oleh Amsari (1993), Soetjipto (1997), Raharjo (2000), Bukit (2000) dalam Wahyu dan Ekawati (2002) menyimpulkan bahwa harga saham akan tetap dengan adanya perubahan dividen. Harga saham merupakan total nilai sekarang dari seluruh aliran kas yang akan diterima pemodal selama periode pemegang saham berdasarkan tingkat keuntungan (rate of return) yang dianggap layak. Hal ini menyebabkan peneliti ingin menguji pengaruh tingkat pengembalian saham terhadap harga saham. Informasi laba yang diterbitkan melalui laporan keuangan tahunan merupakan informasi yang relevan bagi pemodal sebagai dasar dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal, khususnya dalam melakukan jual beli saham yang diperdagangkan di BEJ. Ball dan Brown (1968) dalam Natarsyah (2000), dan Samuel (1991) dalam Sungkowo (1998), menemukan bahwa ketika laba meningkat maka harga saham cenderung naik, sedangkan ketika laba menurun maka harga saham juga ikut menurun. Sedangkan Sungkowo (1998), dan Majuroh (2004) dalam Sungkowo (1998) dalam penelitiannya menemukan laba bersih setelah pajak berpengaruh positif terhadap harga pasar namun pengaruh tersebut tidak signifikan. Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap harga saham, dengan anggapan bahwa bila pertumbuhan penjualan tinggi maka laba perusahaan akan tinggi. Hal itu akan mempengaruhi total nilai sekarang dari seluruh aliran kas yang akan diterima pemodal. Karena harga saham merupakan total dari nilai perusahaan, maka bila pertumbuhan penjualan meningkat diharapkan harga saham juga akan ikut meningkat. Pengujian atas pengaruh pertumbuhan penjualan terhadap harga saham dilakukan oleh Sulistiono (1994) dalam Natarsyah (2000), dan menemukan bahwa pertumbuhan penjualan secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan hal itu maka penulis tertarik menyusun skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia”.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: