Beranda > Skripsi Akuntansi > ANALISIS PROSEDUR PEMASANGAN BARU ALIRAN LISTRIK PADA PT. PLN (PERSERO) RANTING NATAR

ANALISIS PROSEDUR PEMASANGAN BARU ALIRAN LISTRIK PADA PT. PLN (PERSERO) RANTING NATAR

Desember 20, 2009

Memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen adalah salah satu tugas dan tujuan PT. PLN (Persero) Ranting Natar. Salah satu contoh pemberian pelayanan itu adalah pelayanan penyambungan baru aliran listrik untuk konsumen. Melalui prosedur yang telah ada, PT. PLN (Persero) Ranting Natar melaksanakan tugasnya dengan semaksimal mungkin demi tercapainya semua tujuan PT. PLN (Persero) Ranting Natar dan konsumen bisa mendapatkan kenyamanan dan kepuasan terhadap kebutuhan akan guna aliran listrik untuk kesejahteraan.

Inti dari permasalahan ini yaitu “Bagaimanakah pelaksanaan Prosedur Pemasangan Baru Aliran Listrik pada PT. PLN (Persero) Ranting Natar? Apakah telah berjalan dengan baik?”. Oleh karena itu, pokok-pokok yang dibahas terbatas pada prosedur yang ada pada PT. PLN (Persero) Ranting Natar, persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelanggan dan pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan proses pemasangan baru aliran listrik. Laporan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap, rinci dan sistematis tentang masalah yang telah disebutkan di atas. Penulisan laporan ini menggunakan metode-metode pengumpulan data yang konsepsionis selaras dengan tujuan dan maksud penulisan laporan akhir ini. Adapun pendekatan masalah dan pengumpulan data dengan cara Studi Lapangan (Field Research) dan Studi Kepustakaan (Library Research) serta menggunakan data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh lalu dianalisa secara kualitatif.

Hasil dari pembahasan permasalahan menunjukkan bahwa PT. PLN (Persero) Ranting Natar telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ada. Dan pelanggan khususnya calon pelanggan harus memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero) Ranting Natar. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh PT. PLN (Persero) Ranting Natar berjalan dengan baik dan melibatkan beberapa fungsi yang ada pada PT. PLN (Persero) Ranting Natar dalam proses pelaksanaan pemasangan baru aliran listrik yang memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi semua pelanggannya.

Pembangunan pada umumnya adalah merupakan proses perubahan struktural dalam bidang sosial ekonomi. Proses perubahan tersebut haruslah bersifat dinamis dan menuju pada suatu keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam proses perubahan struktural di bidang sosial ekonomi ini secara konsepsional terlihat lima kelompok variabel sebagai berikut:
1. Sumber Daya Manusia;
2. Sumber Daya Alam;
3. Sumber Daya Modal;
4. Teknologi; dan
5. Kelembagaan.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam GBHN yang bertujuan meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan yang adil dan merata serta meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.

Untuk mewujudkan hal itu, sasaran kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam jangka panjang akan lebih dititikberatkan pada pembangunan ekonomi antara lain di bidang teknologi. Pembangunan di bidang teknologi ini sangat didominasi oleh peran tenaga listrik. Maka, strategi pembangunan ketenagalistrikan yang jelas dan terarah kiranya akan memberikan manfaat yang besar. Pembangunan ketenagalistrikan adalah bagian integral dari pembangunan nasional, dalam makna kuantitatif dan kualitatif memiliki sifat multi dimensi yang meliputi semua bidang dalam aspek kehidupan dan kepentingan masyarakat banyak. Pembangunan ketenagalistrikan nasional dikembangkan sesuai dengan kebutuhan setempat. Dengan pola ini diharapkan keterpaduan, keselarasan dan keseimbangan pembangunan dapat dicapai secara objektif.

Tujuan dari pembangunan PT. PLN (Persero) tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 54 tahun 1981 yaitu “Ikut serta membangun ekonomi dan ketahanan nasional sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang pengusahaan tenaga listrik dengan maksud untuk mempertinggi derajat kehidupan masyarakat Indonesia”. Namun tujuan pembangunan PT. PLN (Persero) tersebut disempurnakan dengan ditetapkannya Undang-undang nomor 15 tahun 1985 tentang ketenagalistrikan menjadi “Mengusahakan penyediaan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan kegiatan ekonomi dengan mengusahakan keuntungan sehingga dapat membiayai perkembangan penyediaan tenaga listrik untuk melayani kebutuhan masyarakat dan menjadi perintis kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik”.

PT. PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melayani kepentingan umum bergerak di bidang pelayanan jasa tenaga listrik demi terselenggaranya penyaluran aliran listrik dibutuhkan sarana penghubung
berupa saluran transmisi, sedangkan jasa yang disalurkan berupa tenaga listrik.

PT. PLN (Persero) Ranting Natar merupakan salah satu bagian dari wilayah propinsi Lampung yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan di segala bidang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang kelistrikan. Pembangunan PT. PLN (Persero) tidak semata-mata dimaksudkan untuk mencari keuntungan laba semaksimal mungkin, tetapi cenderung untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan PT. PLN (Persero) tetap berjalan walaupun menggunakan biaya yang sangat mahal. Hal ini disebabkan oleh adanya karakteristik pembangunan listrik yang memiliki daya dorong ke belakang (Backward Linkage) dan daya dorong ke dapan (Forward Linkage) yang relative besar.

PT. PLN (Persero) harus menempatkan diri seimbang di antara dua kepentingan yang dominan, yaitu:
1. Sebagai perusahaan, PT. PLN (Persero) secara kontinu perlu memperoleh keuntungan ekonomis untuk dapat dan mampu meningkatkan mutu dan jumlah pelayanan listrik untuk umum.
2. Sebagai salah satu komponen pembangunan nasional, PT. PLN (Persero) mengemban tugas untuk menyediakan pelayanan tenaga listrik di seluruh wilayah tanah air yang tidak selamanya memberikan keuntungan ekonomis. Sejalan dengan hal di atas, pembangunan PT. PLN (Persero) Ranting Natar berupaya untuk berperan;
1) Sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional.
2) Sebagai sarana peningkatan produktifitas dan efisiensi.
3) Sebagai penunjang lancarnya kegiatan perekonomian dan pemerintahan.

Kebutuhan akan jasa listrik di Natar dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan. Peningkatan akan dibutuhkannya jasa listrik ini merupakan dampak yang positif untuk menunjang tersalurnya potensi yang dimiliki PT. PLN (Persero) Ranting Natar. Secara umum, pelayanan jasa listrik pada PT. PLN (Persero) Ranting Natar didominasi oleh pelayanan pemasangan listrik karena pelayanan jenis inilah yang banyak dibutuhkan.

Pemasangan listrik dimulai dengan pelanggan yang ingin membuat pasang sambungan baru listrik. Pasang sambungan baru listrik adalah pemasangan sambungan tenaga listrik baru atau penambahan daya atau fasilitas satuan sambungan listrik lainnya di lokasi sesuai dengan permintaan pelanggan. Pelanggan yang ingin pasang sambungan baru dapat dibedakan menjadi beberapa kategori atau kelompok sosial tertentu. Kelompok sosial tertentu adalah kelompok pelanggan atau pemakai sosial yang karena peranannya yang penting dalam memberikan pelayanan di bidang kemasyarakatan dan kemanusiaan perlu diberikan prioritas dan perhatian khusus.

Tipe atau kategori pelanggan listrik adalah sebagai berikut:
1. Rumah Tangga (RT)
Adalah kelompok pelanggan atau pemakai yang menggunakan listrik hanya untuk kebutuhan rumah tangga.

2. Bisnis
Pada kelompok ini terdiri dari:
a. Big Company, adalah kelompok pelanggan atau pemakai segmen bisnis yang berbentuk perusahaan-perusahaan besar.
b. Medium Company, adalah kelompok pelanggan atau pemakai segmen bisnis yang berbentuk kelompok perusahaan menengah.
c. Retail Company, adalah kelompok pelanggan atau pemakai segmen bisnis yang berbentuk perusahaan kecil.
d. BUMN

3. Sosial
Adalah kelompok pelanggan atau pemakai yang berbentuk tempat-tempat yang digunakan oleh masyarakat umum seperti mushola, gereja (tempat-tempat ibadah lainnya), yayasan, dan lain-lain.

4. Perkantoran Pemerintah
Adalah kelompok pelanggan atau pemakai yang berbentuk kantor-kantor atau bangunan pemerintahan seperti kantor kecamatan, kantor kelurahan, dan lain-lain.

5. Industri
Adalah kelompok pelanggan atau pemakai yang menggunakan jasa listrik untuk kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau kegiatan produksi.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: