Beranda > Skripsi Akuntansi > PENDEKATAN INCOME DAN CAPITAL

PENDEKATAN INCOME DAN CAPITAL

Desember 20, 2009

Jika perusahaan melakukan transaksi yang dinyatakan dalam valuta asing, maka transaksi itu harus dijabarkan ke dalam mata uang sendiri dalam rangka penyajian laporan keuangan. Tujuan penjabaran adalah untuk mempertahankan hanya satu satuan ukuran dalam pelaporan keuangan serta menentukan keuntungan atau kerugian selisih kurs. Terdapat beberapa metode penjabaran transaksi valuta asing yaitu metode temporal, metode moneter-nonmoneter, metode lancar-tidak lancar dan metode lancar. Jika terjadi perbedaan kurs antara tanggal pencatatan transaksi sampai dengan tanggal neraca, maka penerapan masing-masing metode penjabaran akan menimbulkan adanya laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir yang disebut holding gains atau losses. Laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir harus diakui sebagai capital maintenance adjustment dan dilaporkan secara terpisah pada komponen modal.

Kata kunci: foreign currency transaction, exchange rate, income, capital maintenance

Perusahaan yang sebagian atau keseluruhan aktivitasnya menyangkut transaksi valuta asing atau operasi luar negeri memerlukan penjabaran atas transaksi valuta asing tersebut. Transaksi valuta asing (Foreign Currency Transactions) terjadi apabila suatu perusahaan melakukan aktivitas sebagai berikut.
Membeli atau menjual secara kredit barang atau jasa yang harganya dinyatakan dalam valuta asing.
Menerima pinjaman atau memberikan pinjaman di mana jumlah yang terutang atau jumlah tagihan dinyatakan dalam valuta asing.
Merupakan satu pihak dari suatu kontrak valuta berjangka.
Atau untuk alasan seperti memperoleh aktiva atau menimbulkan utang yang dinyatakan dalam valuta asing.
Operasi luar negeri terjadi bila suatu perusahaan melakukan aktivitas melalui operasi luar negeri yang aktiva, utang, pendapatan, dan biayanya diukur dalam valuta asing. Aktiva dan utang dikatakan dinyatakan dalam valuta asing bila jumlah uangnya ditetapkan dalam suatu mata uang asing tanpa memperhatikan perubahan kurs tukar. Untuk memasukkan transaksi valuta asing dan laporan keuangan luar negeri dalam valuta asing ke dalam laporan keuangan, maka suatu perusahaan harus menjabarkan ke dalam mata uang pelaporan (di Indonesia rupiah) atas semua aktiva, utang, pendapatan, dan biaya yang ditetapkan dalam valuta asing.
Pencatatan transaksi valuta asing dapat menyangkut tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
1.Penjabaran untuk mencatat transaksi pada tanggal transaksi. Pada tanggal transaksi perlu mengukur dan mencatat dalam suatu mata uang tertentu jumlah barang atau jasa yang dibeli atau dijual atau jumlah pinjaman yang diterima atau diberikan dan jumlah utang atau piutang perusahaan.
2.Penyesuaian atau koreksi berikutnya atas bagian transaksi yang belum diselesaikan (seperti jumlah utang atau piutang perusahaan) jika ada. Tujuannya adalah untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal neraca dan perubahan kurs antara tanggal transaksi sampai dengan tanggal penyelesaian. Ini disebabkan oleh jumlah nilai dalam mata uang sendiri dari bagian transaksi yang belum diselesaikan akan dipengaruhi oleh perubahan kurs antara mata uang dalam negeri (mata uang untuk pelaporan) dengan valuta asing dan akhirnya akan menimbulkan laba atau rugi kurs.
3.Konversi dari satu mata uang ke mata uang yang lain pada tanggal penyelesaian.

Bila suatu transaksi valuta asing tidak diselesaikan pada saat transaksi terjadi, maka timbul pertanyaan apakah pos-pos yang ditimbulkan akibat transaksi tersebut (seperti piutang atau utang) harus disajikan dalam laporan keuangan perusahaan sampai tanggal penyelesaian dengan kurs yang sama dengan yang terjadi pada tanggal transaksi (kurs historis) atau harus disesuaikan pada tanggal neraca seandainya terjadi perubahan kurs (kurs pada tanggal neraca). Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana perlakuan terhadap laba atau rugi selisih kurs tersebut? Apakah dianggap sebagai elemen modal artinya tidak dimasukkan sebagai elemen rugi-laba atau dimasukkan ke laporan rugi-laba.
Untuk pembahasan berikutnya, beberapa pengertian istilah yang akan dipakai adalah sebagai berikut.
(a)Exchange rate is the ratio between a unit of one currency and the amount of another currency for which that unit can be exchanged at a particular time.
(b)Current rate is the exchange rate in effect at the balance sheet date.
(c)Historical rate is the exchange rate that was in effect when a specific transaction or event occurred.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: