Beranda > Skripsi Akuntansi > PENGARUH PERPUTARAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERHADAP LABA KOTOR PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN

PENGARUH PERPUTARAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERHADAP LABA KOTOR PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN

Desember 20, 2009

Dalam skripsi ini yang diteliti adalah pengaruh perputaran persediaan bahan baku terhadap laba kotor yang ada pada 14 perusahaan yang go public di BEI. Variabel independennya (X) adalah perputaran persediaan bahan baku, sedangkan variabel dependennya (Y) adalah laba kotor. Dengan adanya persediaan bahan baku yang tinggi diharapkan laba kotor yang ditargetkan oleh perusahaan dapat tercapai secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh perputaran persediaan bahan baku terhadap laba kotor perusahaan yang go public di BEI.
Dalam penelitian ini menggunakan sample berjumlah 42 sampel, sehingga hasil penelitian diperoleh bahwa hasil uji normalitas data dengan menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov terdistribusi secara normal, dengan probabilitas signifikan untuk X dan Y berada di atas dari nilai ? : 0,05. Model regresinya memiliki autokorelasi yang dinyatakan dari nilai Dw-test sebesar 1,665 dimana nilai tersebut lebih kecil dari batas (dL) sebesar 1.442 dan batas (dU) sebesar 1.544. Antara variabel X (Perputaran Persediaan Bahan Baku) dan variabel Y (Laba Kotor) mempunyai hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,570.
Antara variabel X (Perputaran Persediaan Bahan Baku) dan variabel Y (Laba Kotor) mempunyai pengaruh yang signifikan dengan persamaan regresinya sebesar Y^ = 2,935 + 0,669 X + ? dengan nilai konstanta sebesar 2,935 dan koefisien regresi independennya sebesar 0,669.
Keterbatasan penulis dalam pengumpulan data karena waktu kunjungan sangat terbatas. Dan karena tidak ada penelitian terdahulu maka penulis tidak dapat membandingkan.
Kata kunci ; persediaan, perputaran, laba, bahan baku, persediaan bahan baku, perputaran persediaan, laba kotor

Perusahaan merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang program pemerintah di berbagai sektor perekonomian. Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat ini akan membawa dampak persaingan perdagangan yang ketat, terutama pada perusahaan sejenis. Dengan demikian perusahaan dituntut bekerja lebih efisien supaya dapat tetap bertahan dalam bidangnya masing-masing.
Dilihat dari segi globalisasi persaingan lebih tajam karena untuk masuk ke dalam pasar global, banyak faktor-faktor yang harus ditingkatkan dan diperbaiki. Faktor-faktor tersebut adalah kualitas, ketepatan waktu, dan tentu saja modal. Persaingan global yang dihadapi perusahaan tersebut memaksa para manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan yang berkualitas berdasarkan fakta-fakta. Tujuan perusahaan walaupun yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tetapi pada umumnya tujuan perusahaan terutama adalah memperoleh laba (profitabilitas) yang sebesar- besarnya untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam dunia usaha untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, khususnya dalam perusahaan industri harus ditunjang oleh beberapa faktor yang saling mendukung. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan laba kotor perusahaan adalah penetapan tingkat penjualan, biaya operasi, harga pokok penjualan, perputaran persediaan, dan lain-lain.
Pada umumnya persediaan pada perusahaan dagang terdiri atas suatu kelompok yang biasanya disebut persediaan barang dagang. Dalam perusahaan industri, persediaan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu persediaan bahan baku, persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi.
Dalam penelitian ini, peneliti membatasi penelitian pada persediaan bahan baku industri, yang merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan industri, serta dapat menentukan tingkat likuiditas dan menentukan besar kecilnya laba atau rugi perusahaan. Apabila persediaan bahan baku terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan akan memperbesar biaya, yang berarti akan memperkecil keuntungan perusahaan. Sebaliknya apabila persediaan bahan baku terlalu sedikit akan menghambat kegiatan operasi perusahaan, sehingga akan berakibat buruk terhadap perolehan keuntungan perusahaan.
Dalam penelitiannya, peneliti akan menggunakan perputaran persediaan bahan baku untuk melihat apakah pengolahan persediaan bahan baku yang sudah ada berjalan dengan baik. Perputaran persediaan bahan baku ini dapat dijadikan ukuran kecepatan barang berganti atau telah dijual. Semakin tinggi perputaran persediaan bahan baku, semakin tinggi biaya yang dapat ditekan sehingga semakin besar pula perolehan laba suatu perusahaan. Sebaliknya semakin lambat perputaran persediaan bahan baku, maka semakin kecil pula perolehan labanya.
Untuk mencapai tingkat perputaran persediaan bahan baku yang tinggi tidaklah mudah, ada banyak hal yang harus diperhatikan perusahaan, diantaranya pengolahan persediaan bahan baku secara teratur dan efisien, meningkatkan kualitas barang trend, serta memenuhi keinginan konsumen.
Persediaan bahan baku merupakan komponen penting dalam harga pokok penjualan. Apabila perputaran persediaan bahan baku baik dan mempunyai barang yang berkualitas, serta biaya pembelian dapat ditekan secara otomatis, maka harga pokok penjualan akan menjadi kecil, yang mengakibatkan laba kotor akan mengalami kenaikan. Di dalam penentuan laba kotor perusahaan, besarnya harga pokok penjualan merupakan pengurangan terbesar terhadap hasil penjualan. Di samping itu investasi terbesar dalam perusahaan industri pada umumnya ditanamkan dalam persediaan bahan baku, sehingga persediaan baku merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar selain kas dan piutang.
Dalam hal ini penulis membatasi permasalahan pada perputaran persediaan bahan baku terhadap laba kotor. Mengingat beberapa manfaat dari diadakannya perhitungan laba kotor, menunjukan bahwa laba kotor merupakan salah satu analisa keuangan yang harus selalu digunakan oleh manajemen perusahaan, disamping alat analisa lainnya, sehingga penulis ingin mengetahui berapa besar pengaruh perputaran persediaan bahan baku terhadap laba kotor. Dengan pengendalian terhadap perputaran persediaan bahan baku pada perusahaan industri diharapkan dapat memperkecil biaya operasi sehingga laba kotor akan meningkat.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik meneliti hubungan perputaran persediaan bahan baku terhadap laba kotor dan menulis hasilnya dalam skripsi dengan judul “PENGARUH PERPUTARAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BARANG TERHADAP LABA KOTOR (Studi Empiris pada Perusahaan yang Go Public di BEI).”

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: