Beranda > Skripsi Akuntansi > Pengaruh Struktur Aktiva, Tingkat Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Cost of Equity terhadap Strukt

Pengaruh Struktur Aktiva, Tingkat Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Cost of Equity terhadap Strukt

Desember 20, 2009

Struktur modal berkaitan dengan jumlah dan jenis hutang jangka panjang dan modal sendiri yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan. Struktur modal yang efektif mampu menciptakan perusahaan dengan keuangan yang kuat dan stabil. Berdasar uraian di atas, masalah yang ingin diteliti adalah pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity terhadap struktur modal perusahaan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pertama, struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity secara simultan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan, dan yang kedua, struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity secara parsial berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan.

Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode 2004-2006. Sampel yang diambil sebanyak 39 (13×3) perusahaan dengan teknik purposive sampling. Adapun kriteria sampel penelitian adalah (1) Perusahaan yang diteliti adalah perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode 2004-2006; (2) Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan per 31 Desember untuk periode 2004-2006; (3) Perusahaan tersebut memiliki data lengkap yang diperlukan dalam penelitian termasuk mempunyai hutang jangka panjang pada periode penelitian yaitu tahun 2004-2006. Analisis data yang digunakan meliputi pengujian normalitas, analisis regresi berganda, Uji-F, Uji-t, koefisien determinasi dan uji asumsi klasik (Uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara simultan variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan dan (2) secara parsial hanya variabel profitabilitas yang berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perusahaan dalam menetapkan struktur modal diharapkan ikut mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga struktur modal yang terbentuk merupakan struktur modal yang efektif dan dapat meningkatkan kemakmuran pemegang saham.

Kata kunci: Struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, cost of equity, dan struktur modal perusahaan.

Seiring dengan meningkatnya minat serta pengetahuan masyarakat di bidang pasar modal, terutama bagi para investor yang berminat menginvestasikan modalnya, struktur modal telah menjadi salah satu faktor pertimbangan yang cukup penting. Hal ini terkait dengan resiko dan pendapatan yang akan diterima. Dalam melihat struktur modal perusahaan, investor tidak dapat dipisahkan dari informasi perusahaan berupa laporan keuangan yang dikeluarkan setiap tahunnya. Para investor akan melakukan berbagai analisis terkait dengan keputusan untuk menanamkan modalnya pada perusahaan melalui informasi yang salah satunya berasal dari laporan keuangan perusahaan.
Sedangkan bagi perusahaan, sesuai dengan mandat FASB No. 1 yaitu laporan keuangan harus berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, maka laporan keuangan harus dapat membantu investor dan kreditur untuk menginterpretasikan keadaan perusahaan. Tujuan penting perusahaan adalah ingin meningkatkan nilai perusahaan. Pada proporsi tertentu, penggunaan modal sendiri dan modal asing dalam memenuhi kebutuhan modal perusahaan yang selanjutnya disebut struktur modal menjadi sangat penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan dapat meningkatkan nilai perusahaan sampai pada tingkat struktur modal yang optimal. Perimbangan antara modal asing dengan modal sendiri disebut sebagai struktur modal (Sutrisno, 2001:9 dalam Monica, 2006:1).
Sejauh ini, penelitian mengenai struktur modal, bertujuan untuk menentukan model atau teori struktur modal yang dapat menjelaskan perilaku keputusan pendanaan perusahaan. Walaupun secara teori faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal sulit untuk diukur, berbagai penelitian empiris yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pendanaan perusahaan telah dilakukan. Bowen et al. (1982), Bradley et al. (1984), Long dan Malitz (1985), Titman dan Wessels (1988), Friend dan Hasbrouch (1988), Mackie-Mason (1990), Rajan dan Zingales (1955) yang mengukur perilaku keputusan pendanaan dengan menggunakan leverage, dan faktor-faktor dalam teori struktur modal seperti, assets tangibility, firm size, growth, profitability, earning volatility, flexibility, dan lain-lain.
Beberapa faktor yang umumnya dipertimbangkan dalam mengambil keputusan mengenai struktur modal pada perusahaan menurut Wetson dan Brigham (1994:174-177) yaitu stabilitas penjualan, struktur aktiva, leverage operasi, tingkat pertumbuhan, profitabilitas, pajak, pengendalian, sikap manajemen, sikap pemberi pinjaman dan perusahaan penilai kredibilitas, kondisi pasar, kondisi internal perusahaan, dan fleksibilitas keuangan. Sedangkan Riyanto (1997:296) menyebutkan ada tingkat bunga, stabilitas dari ”earning”, susunan dari aktiva, kadar resiko dari aktiva, besarnya jumlah modal yang dibutuhkan, keadaan pasar modal, sifat manajemen, dan besarnya suatu perusahaan dalam menentukan struktur modal perusahaan.
Penelitian ini akan menguji dan menganalisis tentang pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan otomotif di Indonesia yang terdaftar Bursa Efek Jakarta.
Perusahaan yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap, akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan modalnya dengan modal yang bersifat permanen, yaitu modal sendiri (Riyanto, 1997: 296). Hal ini dapat dihubungkan dengan adanya aturan struktur finansial konservatif yang menyatakan bahwa besarnya modal sendiri hendaknya dapat menutup jumlah aktiva tetap dan aktiva lain yang bersifat permanen. Hasil penelitian Masidonda, Maski, dan Idrus (1999) menunjukkan hal yang serupa yakni struktur aktiva mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal.
Tingkat pertumbuhan perusahaan juga merupakan faktor yang mempengaruhi struktur modal, perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan pesat cenderung lebih banyak menggunakan hutang daripada perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih lambat (Weston dan Brigham, 1994:174). Pertumbuhan perusahaan berbanding lurus dengan ukuran perusahaan, sehingga semakin cepat pertumbuhan perusahaan maka semakin besar pula ukuran perusahaan, sehingga ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal karena perusahaan yang lebih besar akan mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, total penjualan, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aktiva (Feri dan Jones dalam Masidonda, Maski, dan Idrus, 1999). Ukuran perusahaan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan struktur modal. Perusahaan besar dapat mengakses pasar modal dan dengan kemudahan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana atau permodalan (Wahidahwati 2000 dalam Nisa Fidyati, 2003). Perusahaan-perusahaan besar cenderung lebih mudah untuk memperoleh pinjaman dari pihak ketiga, karena kemampuannya mengakses pihak lain atau jaminan yang dimiliki berupa asset bernilai lebih besar dibanding perusahaan kecil.
Profitabilitas juga merupakan faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan struktur modal perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi cenderung menggunakan hutang relatif kecil karena laba ditahan yang tinggi sudah memadai untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan. Arifin (2001) menyatakan bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal.
Cost of equity adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai sumber pembelanjaan (source of financing) (Modigliani dan Miller, 1959:1); (Riyanto, 1993;185); (Brigham, et al, 1998: 352); (Weston dan Copeland, 1996:86). Menurut Ross et al. Dalam menentukan cost of equity, terdapat dua pendekatan, yaitu The Dividend Growth Model Approach dan The SML (Security Market Line) Approach atau CAPM (Capital Asset Pricing Models). Sedangkan Wiwik Utami (2005) menyatakan Cost of equity atau biaya modal adalah merupakan konsep yang dinamis yang dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi. Struktur biaya modal didasarkan pada beberapa asumsi yang berkaitan dengan resiko dan pajak. Asumsi dasar yang digunakan dalam estimasi biaya modal adalah resiko bisnis dan resiko keuangan adalah tetap (relatif stabil). Biaya modal dihitung atas dasar sumber dana jangka panjang yang tersedia bagi perusahaan, yang mana salah satu sumber dana tersebut adalah hutang jangka panjang yang diperoleh melalui pinjaman.
Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal telah banyak dilakukan. Penelitian-penelitian tersebut antara lain: Masidonda, Maski, dan Idrus (1999) meneliti mengenai analisis variabel-variabel yang mempengaruhi struktur pendanaan dan pengaruhnya bersama beban bunga, return on asset terhadap rentabilitas modal sendiri. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Masidonda, Maski, dan Idrus menunjukkan bahwa secara simultan, lima variabel independen (struktur aktiva, ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, beban pajak, dan laba ditahan) berpengaruh terhadap struktur pendanaan sedangkan secara persial hanya variabel retained earning yang berpengaruh tidak signifikan dan hanya variabel ukuran perusahaan dan pajak yang memiliki pengaruh dominan terhadap struktur pendanaan dan hanya variabel return on asset yang berpengaruh paling dominan terhadap rentabilitas modal sendiri.
Penelitian yang dilakukan oleh Arifin (2001) untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada perusahaan elektronika yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1992 sampai tahun 1999. Idependen faktor dalam penelitian ini meliputi struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, dan profitabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel independen yaitu struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, dan profitabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal, sedangkan secara parsial, hanya variabel profitabilitas yang mempunyai pengaruh terhadap struktur modal.
Sawitri (2001) mengadakan penelitian mengenai pengaruh past market valuation terhadap struktur modal pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1992 hingga tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel independen past market valuation (market to book ratio, tangibility, profitability, dan firm size) mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (struktur modal). Sedangkan secara individual, hanya variabel firm size yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap struktur modal (variabel dependen).
Penelitian yang dilakukan Andriana (2004) menguji pengaruh insider ownership, institutional investor, dividen payment, dan firm growth terhadap kebijakan hutang pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variabel insider ownership, institutional investor, dividen payment, dan firm growth mempunyai pengaruh secara simultan terhadap kebijakan hutang perusahaan; (2) variabel insider ownership tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan; (3) variabel institutional investor memiliki pengaruh positif terhadap debt ratio; (4) variabel deviden payment menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap kebijakan hutang secara signifikan; dan (5) variabel firm growth memberikan pengaruh yang negatif terhadap kebijakan hutang.
Penelitian yang dilakukan Widodo (2005) bertujuan untuk menguji pengaruh managerial ownership, institutional ownership, dan growth terhadap debt ratio (struktur modal) pada perusahaan jasa di Bursa Efek Jakarta tahun 2000 hingga tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, variabel managerial ownership, institutional ownership, dan growth tidak berpengaruh signifikan terhadap debt ratio, kedua, variabel institutional ownwership tidak berpengaruh signifikan terhadap debt ratio, ketiga, growth tidak berpengaruh secara signifikan terhadap debt ratio.
Penelitian yang dilakukan Monica (2006) bertujuan untuk menguji pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar Bursa Efek Jakarta tahun 2000 hingga tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, variabel struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan. Kedua, secara parsial hanya variabel tingkat pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan. Dari beberapa penelitian diatas maka penelitian yang akan dilakukan ini berusaha mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh Monica (2006), dengan menguji dan menganalisis pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar Bursa Efek Jakarta.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity terhadap struktur modal perusahaan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal; pengaruh tingkat pertumbuhan perusahaan terhadap struktur modal; pengaruh ukuran perusahaan terhadap struktur modal; pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal; dan pengaruh cost of equity terhadap struktur modal secara langsung maupun tidak langsung.
Motivasi penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah informasi mengenai struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity mampu mengakomodasi kepentingan investor dalam menganalisa struktur modal perusahaan yang pada akhirnya menjadi pertimbangan investor dalam menginvestasikan modalnya. Penelitian ini berbeda dengan sebelumnya karena menambahkan variabel cost of equity. Alasan penulis tertarik untuk mengkaji cost of equity adalah karena cost of equity merupakan tarif diskonto yang digunakan investor untuk menilaitunaikan arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang (Wiwik Utami 2005, 101).
Berdasar uraian diatas, penulis mengambil judul “Pengaruh struktur aktiva, tingkat pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, profitabilitas, dan cost of equity terhadap struktur modal perusahaan. (Kajian empiris perusahaan otomotif di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode 2004-2006)”

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: