Beranda > Skripsi Akuntansi > Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada CV. Vettya Karya Nugraha

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada CV. Vettya Karya Nugraha

Desember 20, 2009

Dengan meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan peranan sistem informasi dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan akan informasi yang akurat, efektif dan efisien, serta mudah juga semakin meningkat. Perkembangan tersebut menuntut adanya akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan secara transparan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak.
Peran serta teknologi informasi memudahkan kita untuk dapat menggunakan sistem informasi yang pada awalnya dikerjakan secara manual yang terbatas jarak dan waktu, tetapi dengan adanya suatu sistem teknologi informasi, meski dengan jarak yang cukup jauh tidak akan menjadi hambatan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan aktual. Hal ini tentu saja sangat diperlukan oleh berbagai jenis perusahaan, terutama perusahaan dagang.
Teknologi yang diterapkan dalam sebuah perusahaan dagang merupakan salah satu daya tarik bagi konsumen. Konsumen akan menilai bahwa suatu kegiatan usaha yang dijalankan oleh sebuah perusahaan yang bertumpu pada teknologi akan mampu menawarkan pelayanan dengan fasilitas yang memuaskan.
Dengan semakin berkembangnya Sistem Informasi khususnya dalam bidang akuntansi, maka pada perusahaan dagang dibutuhkan suatu Software Akuntansi untuk mempermudah proses pencatatan akuntansi dalam perusahaan. Pencatatan akuntansi dengan menggunakan Software Akuntansi akan lebih cepat dan hasilnya jauh lebih akurat jika dibandingkan dengan pencatatan yang dilakukan secara manual.
Salah satu informasi penting yang dibutuhkan perusahaan adalah tentang keadaan atau posisi keuangan yang dimiliki perusahaan saat ini. Karena segala jenis transaksi yang sedang dan akan dilaksanakan selalu berkaitan dengan akun kas. Akun kas dapat dibagi ke dalam dua aliran yaitu : penerimaan kas dan pengeluaran kas. Informasi tentang penerimaan kas sangat penting bagi perusahaan, dari informasi tersebut dapat dilihat seberapa besar jumlah penerimaan perusahaan dalam periode tertentu, apakah penerimaan tersebut sudah dapat dikategorikan efektif dan efisien atau sebaliknya.

Sistem merupakan sarana yang sangat penting dan bermanfaat bagi perusahaan, karena sistem dapat memberikan informasi kepada manajemen perusahaan agar dapat mengalokasikan berbagai sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien.
Definisi Sistem menurut Mulyadi (2001:1) merupakan sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Andri Kristanto (2003:1) mendefinisikan Sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Azhar Susanto (2004:24) juga mengemukakan bahwa Sistem adalah :
“Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.

Sedangkan pengertian Sistem menurut Jogianto (2001:1) adalah :
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem adalah sekelompok unsur yang saling berhubungan erat satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Ciri-ciri Sistem
Dalam buku Sistem Informasi Akuntansi Konsep dan Pengembangan Berbasis Komputer Azhar Susanto (2004) ciri-ciri sistem adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Sistem
Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem.
2. Batas Sistem
Batas sistem merupakan garis abstraksi yang memisahkan antara sistem dan lingkungannya.
3. Subsistem
Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu sistem, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak.
4. Hubungan dan Hirarki Sistem
Hubungan sistem adalah hubungan yang terjadi antar subsistem dengan subsistem lainnya yang setingkat atau antara subsistem dengan sistem yang lebih besar.
5. Input-Proses-Output
Tiga komponen fungsi/subsistem adalah input, proses, dan output. Input merupakan segala sesuatu yang masuk kedalam suatu sistem. Proses merupakan perubahan dari input menjadi output. Output merupakan hasil dari suatu proses yang merupakan tujuan dari keberadaan sistem.
6. Lingkungan Sistem
Lingkungan sistem adalah faktor-faktor diluar sistem yang mempengaruhi sistem. Ada dua lingkungan dalam sistem yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berada didalam sistem dan lingkungan eksternal adalah lingkungan yang ada diluar sistem.

Informasi
Yang menjadi sumber dari informasi adalah data, di dalam menguraikan informasi harus dikaitkan dengan pengertian data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Di dalam dunia usaha, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah perubahan suatu nilai yang disebut dengan transaksi.
Informasi didefinisikan oleh Tata Sutabri (2005:18) adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut George H. Bonar dalam Amir Abadi Yusuf (2000:9), bahwa yang dimaksud dengan Informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar-dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
Jogianto (2001:8) juga mendefinisikan Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya.
Menurut Raymond Mcleod (2001:15) informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Muhammad Fakhri Husein dan Amin Wibowo (2000:5) mendefinisikan Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang mempunyai arti dan bermanfaat bagi manusia.
Sedangkan menurut Azhar Susanto (2004:46) Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Informasi adalah hasil pengolahan data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan.

Kualitas Informasi
Mc Leod dalam Azhar Susanto (2004) menyatakan bahwa suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Akurat
Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan dapat diandalkan.
b. Tepat Waktu
Tepat waktu artinya informasi itu harus tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan.
c. Relevan
Relevan artinya informasi diberikan harus mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kalau kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan inforimasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisasin tersebut.
d. Lengkap
Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap.
Sedangkan John Burch dan Gary Grudnitski dalam Jogiyanto (1999:10) menggambarkan kualitas informasi yang hanya mempunyai tiga ciri-ciri yaitu tepat waktu, akurat dan relevan seperti pada gambar bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga pilar.

Sistem Informasi
Pengertian Sistem Informasi
Menurut Muhammad Fakhri Husein dan Amin Wibowo (2000:5) Sistem Informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pembuatan keputusan dan pengawasan dalam organisasi.
Andri Kristanto (2003:11) mengungkapkan bahwa Sistem Informasi adalah :
“Sistem Informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. Sistem Informasi merupakan sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi”.

Azhar Susanto (2004:61) juga mendefinisikan Sistem Informasi sebagai berikut :
“Sistem Informasi merupakan kumpulan dari subsistem baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.”

Dari pengertian di atas, secara garis besar Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai suatu cara terorganisir mengumpulkan, memasukkan, memproses data, mengendalikan, dan menghasilkan informasi dengan berbasis proses manual atau komputer untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.

Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi mempunyai beberapa komponen yaitu :
? Komponen sasaran dan tujuan, mereflesikan kekuatan pendorong sistem dan alasan keberadaan suatu sistem
? Komponen input (data)
? Komponen output, informasi untuk pengambilan keputuasan
? Penyimpanan data
? Pemroses
? Instruksi dan prosedur, memproses data menjadi informasi
? Batas sistem
? Kendala sistem, yaitu keterbatasan ekstern dan intern
? Komponen pengaman yang berguna dan informasi yang dihasilkan akurat
? Komponen interface informasi, berfungsi sebagai penghubung antarpemakai, antara mesin dengan pemakai, dan antara subsistem dalam sistem informasi
? Subsistem merupakan bagian dari sistem informasi

Sistem Informasi Akuntansi
2.4.1 Pengertian Akuntansi
Akuntansi merupakan media komunikasi dalam dunia usaha, dimana peranan akuntansi yang berlaku di setiap perusahaan itu berbeda. Hal ini tergantung pada jenis badan usaha, besar atau kecilnya perusahaan, rumit atau tidaknya masalah keuangan perusahaan tersebut. Akuntansi dapat berjalan dengan baik jika ditunjang dengan sistem yang memadai.
Pengertian Akuntansi menurut American Accounting Association dalam Abdul Hafiz Tanjung (2004:3) adalah “… Proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi keuangan untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.”
Sedangkan pengertian Akuntansi menurut Charles T. Horngren (1992:2) adalah suatu sistem yang mengikuti aktivitas-aktivitas bisnis memproses informasi ke dalam bentuk laporan-laporan dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Akuntansi adalah proses pencatatan kegiatan bisnis suatu perusahaan untuk didokumentasikan menjadi bentuk laporan yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.
Adapun tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Robert G. Murdick, Thomas C. Fuller dan Joel E. Ross dalam Jogiyanto (1999:17) SIA adalah :
“Suatu kumpulan kegiatan-kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk digunakan dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta pelaporan eksternal kepada pemegang saha, pemerintah, dan pihak-pihak luar lainnya”.

Azhar Susanto (2004:82) mengemukakan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah :
“Kumpulan (integrasi) dari sub sistem/ komponen baik fisik maupun nonfisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan”.

Dengan melihat kedua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk digunakan dalam pengendalian dan perancangan sekarang dan operasi masa depan seperti pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak luar perusahaan.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi
Ada tiga fungsi atau peran sistem informasi akuntansi, yaitu sebagai berikut:
1. Mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan.
2. Mendukung proses pengambilan keputusan.
3. Membantu dalam memenuhi tanggung jawab pengelola perusahaan (Azhar Susanto:2004).
4. Pengumpulan data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi.

Metode Pendekatan Perancangan Program Aplikasi
Penyusun menggunakan metode pendekatan perancangan program aplikasi dengan metode pendekatan terstruktur yang terdiri dari Daftar Kejadian (Event List), Flowmap, DFD (Data Flow Diagram), Kamus Data (Data Dictionary), dan ERD (Entity Relationship Diagram).

Event List
Daftar kejadian (Event List) digambarkan dalam bentuk kalimat sederhana dan berfungsi untuk memodelkan kejadian yang terjadi dalam lingkungan sehari-hari dan membutuhkan tanggapan dan respon dari sistem. Suatu kejadian mewakili satu aliran data atau proses dalam diagram konteks serta deskripsi penyimpanan yang digunakan untuk memodelkan data harus diperhatikan dalam kaitannya dengan daftar kejadian. (Andri Kristanto, 2003:64)

Flowmap
Flowmap atau juga dapat disebut block chart atau flowchart berfungsi untuk memodelkan masukan dan keluaran proses maupun transaksi dengan simbol-simbol tertentun (Andri Kristanto, 2003:68). Pembuatannya harus memudahkan bagi pemakai dalam memahami alur dari sistem atau transaksi. Simbol-simbol yang digunakan adalah sebagai berikut :

Diagram Konteks
Andri Kristanto (2003, 63) mengungkapan bahwa diagram konteks adalah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari sebuah sistem. Diagram konteks merupakan bagian dari DFD yang hanya menjelaskan proses sistem yang akan dibuat. Diagram konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewaliki keseluruhan sistem.

Data Flow Diagram (DFD)
Raymond Mcleod, Jr. (2001:403) mengemukakan bahwa:
“Diagram Arus Data (Data Flow Diagram) atau DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentuk-bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan”.

Andri Kristanto (2003:55) mengemukakan bahwa :
“DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut”.

Berdasarkan pengertian yang telah dikemukakan diatas, dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan Data Flow Diagram/DFD adalah model logika data atau proses dari suatu sistem yang menggambarkan aliran data darimana asal dan kemana tujuan data yang saling berhubungan dengan menggunakan bentuk-bentuk simbol tertentu.

Kamus Data (Data Dictionary)
Kamus data adalah kumpulan elemen-elemen atau simbol-simbol yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran dan pengidentifikasian setiap field atau file di dalam sistem (Andri Kristanto, 2003 :66).
Jogiyanto (1999:725) juga mengungkapkan bahwa kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap.
Sedangkan menurut Raymond Mcleod (2001:337) pengertian Kamus Data adalah sebuah daftar yang terorganisasi dari elemen data yang berhubungan dengan sistem yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran setiap field.
Berikut ini adalah simbol-simbol menurut Edward Yourdon dalam Modul Perancangan Sistem Informasi Akuntansi yaitu :

Basis Data ( Data Base )
Menurut Abdul Kadir dan Terra Ch. Trwahyuni (2003:484) Basis Data adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh infomasi.
Diungkapkan oleh Fathansyah (2002:2) Basis Data merupakan :
“Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikan rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Basis Data adalah kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media elektronis”.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database atau basis data merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan yang berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pengguna / user.

Model Dalam Desain Basis Data
Teknik Normalisasi
Andi Kristanto (2003:75) mengemukakan bahwa dalam proses normalisasi ada beberapa istilah yang akan dipakai yaitu:
– Entity
Entity adalah konsep informasi yang direkam, meliputi orang, kejadian dan tempat.
– Atribut atau field
Atribut atau field adalah sesuatu yang mewakili entity.
– Data Value
Data value atau isi data adalah informasi yang tersimpan dalam setiap atribut.
– Record
Record adalah kumpulan atribut yang saling berkaitan satu dengan yang lain dan menginformasikan suatu entity secara lengkap.
– File
File adalah kumpulan record yang mempunyai panjang atribut yang sama tetapi berbeda data valuenya.
– Basis data atau database
Database adalah kumpulan file satu dengan file yang lainnya yang membentuk suatu informasi sistem secara keseluruhan.
Proses normaslisasi itu sendiri menurut Andi Kristanto (2003:76) adalah suatu proses dimana elemen-elemen data dikelompokkan menjadi tabel-tabel, dimana dalam tabel tersebut terdapat entity-entity dan relasi antar entity tersebut.
Sedangkan Fathansyah (1999:39) mengemukakan bahwa:
“Normaslisasi sendiri merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain logik basis data relasional yang tidak secara lansung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal”.

Selanjutnya menurut Fathansyah (1999:50), sebuah tabel dapat dikategorikan baik (efisien) dan normal telah memenuhi 3 (tiga) kriteria sebagai berikut:
1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Losses Join Decomposition).
2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
3. Tidak melanggar bentuk BCNF
Menurut Andri Kristanto (2003:76) dalam proses normalisasi, field kunci memegang peranan penting dalam pembuatan tabel yang berisi entity dan relasinya. Field kunci merupakan suatu field atau satu set yang terdapat dalam satu file yang merupakan kunci dan mewakili record. Kunci di sini akan sangat penting apabila di dalam program nanti terdapat fasilitas pencarian, karena field yang merupakan kunci akan menjadi penentu dalam pencarian program.
Andi Kristanto (2003:76) mengemukakan bahwa field kunci dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Kunci Kandidat (Candidate Key)
Kunci Kandidat adalah satu atribut atau field yang mengidentifikasikan secara unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity.
2. Kunci Primer (Primary Key)
Kunci Primer adalah kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian dari suatu entity, kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin sama dan tidak mungkin ganda.
3. Kunci Alternatif (Alternate Key)
Kunci Alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer.
4. Kunci Tamu (Foreign Key)
Kunci Tamu adalah kunci primer yang ditempatkan pada file lain dan biasanya menunjukkan dan melengkapi suatu hubungan (relationship) antara file satu dengan file lainnya.

Bentuk-Bentuk Normalisasi
Menurut Andri Kristanto (2003:77) bahwa dalam proses normalisasi perlu diketahui terlebih dahulu tahap-tahap normalisasi adalah sebagai berikut:
1. Bentuk Tidak Normal
Bentuk tidak normal adalah suatu bentuk dimana semua data dikumpulkan apa adanya tanpa mengikuti aturan-aturan tertentu. Bisa jadi data yang dikumpulkan akan tidak lengkap dan terjadi duplikasi data
2. Bentuk Normal Kesatu
Bentuk normal kesatu adalah suatu bentuk dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya mempunyai satu pengertian
3. Bentuk Normal Kedua
Bentuk normal kedua adalah suatu bentuk yang memenuhi syatat-syarat yaitu :
– Sudah memenuhi kriteria sebagai bentuk normal pertama
– Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi kepada kunci primer
4. Bentuk normal ketiga
Bentuk normal ketiga adalah suatu bentuk yang memenuhi syarat-syarat yaitu:
– Relasi antar file sudah merupakan bentuk normal ke dua
– Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada kunci primer.

Teknik Entity Relationship (ER)
Andri Kristanto (2003:87) mengemukakan bahwa Entity Relationship (ER) adalah relasi antar dua file atau dua tabel. Teknik Entity Relationship (ER) bisa digunakan untuk mengembangkan inisial dari desain basis data. Dalam Entity Relationship (ER), relasi yang bisa terjadi antara dua file adalah sebagai berikut:
1. One to one relationship 2 file
Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding satu.
2. One to many relationship 2 file
Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding banyak atau dapat pula dibalik menjadi banyak lawan satu.
3. Many to many relationship 2 file
Hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak berbanding banyak
Model Entity Relationship berisi komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang dapat digambarkan dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship. Notasi-notasi simbolik didalam Diagram E-R yang dapat kita gunakan adalah seperti dibawah ini. (Fathansyah:2002:80).

Spesifikasi Proses
Menurut Modul Mata Kuliah Perancangan Sistem Informasi, Spesifikasi Proses adalah pendeskripsian proses sebelum diimplementasikan ke bahasa pemograman misal ke Visual Basic, Delphi atau bahasa pemrograman yang lain. Spesifikasi proses diimplementasikan sesuai dengan DFD yang telah dibuat. Spesifikasi proses dibagi atas 4 jenis yaitu bentuk naratif, algoritma singkat, user interface, dan block chart.
• Bentuk Naratif
Bentuk naratif adalah bentuk yang paling sederhana dalam spesifikasi proses karena menggunakan kalimat yang singkat.
• Algoritma Singkat
Algoritma adalah pola pikir yang terstruktur yang berisi tahap-tahap penyelesaian suatu masalah yang kemudian diimplementasikan ke bahasa pemrograman.
• Penekanan pada User Interface
Spesifikasi proses pada user interface lebih menekankan bagaimana tampilan program berinteraksi dengan pengguna secara langsung.
• Block Chart
Block Chart berfungsi untuk memodelkan masukan keluaran proses maupun transaksi dengan simbol-simbol tertentu.

Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada Perusahaan Dagang
2.8.1 Pengertian Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis (Azhar Susanto:2004).

Pengertian Kas
Menurut Soemarso SR (2001:27) Kas adalah uang dalam bentuk tunai maupun rekening Bank yang dimiliki perusahaan.
Sedangkan dari segi Akuntansi yang dimaksud dengan Kas adalah segala sesuatu baik berbentuk uang maupun bukan yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Kas adalah segala sesuatu baik berbentuk uang maupun bukan yang dimiliki perusahaan dan dapat dipergunakan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas
Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mengolah semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Pengertian Perusahaan
Pengertian perusahaan menurut Soemarso (1999:25) adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.
Maka dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud perusahaan adalah organisasi yang didirikan serta dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.

Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan yang didefinisikan oleh Soemarso SR (1999:25) adalah : “Suatu organisasi yang didirikan oleh satu orang atau sekelompok orang atau badan lainnya yang kegiatannya adalah melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia.”
Sedangkan yang dimaksud dengan perusahaan dagang menurut Soemarso SR (1999:25) adalah : “Perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa melakukan pengolahan lagi.”
Yang termasuk dalam perusahaan dagang antara lain :
• Supermarket (toko serba ada)
• Dealer
• Penyalur atau distributor
• Pedagang, dll.
Berdasarkan pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak di bidang jual beli barang dagangan.

Pengertian Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas
Pada Perusahaan Dagang
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada Perusahaan Dagang adalah langkah-langkah atau proses dari kumpulan sub-sub sistem yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya yang didapat dari data transaksi penerimaan kas menjadi informasi keuangan penerimaan kas untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan yang bergerak di bidang jual beli barang dagangan.

Cara Penerimaan Kas
Penerimaan Kas dari penjualan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Melalui pembayaran langsung
2. Melalui penagihan, hal ini dilakukan untuk penjulan kredit
3. Melalui transfer Bank. Dalam hal ini pelanggan membayar dengan cara mengirim uang langsung ke rekening perusahaan. Pelanggan kemudian mengirimkan bukti transfer Bank.

Dokumen dan Catatan
Dokumen dan catatan yang diperlukan dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari penjualan adalah sebagai berikut :
1. Faktur Penjualan Tunai/Kredit
Faktur Penjualan Tunai/Kredit diisi bagian penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada bagian kas, dan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.
2. Faktur Tunai (Struk)
Faktur Tunai (Struk) dibuat oleh bagian penerimaan kas untuk pelanggan setelah menerima pembayaran dari penjualan tunai.
3. Bukti Penerimaan Kas (Kwitansi)
Dokumen ini merupakan bukti penerimaan kas yang dibuat oleh bagian penerimaan kas untuk para pelanggan yang telah melakukan pembayaran secara kredit.
4. Slip Pembayaran
Dokumen ini diterima oleh bagian penerimaan kas sebagai bukti penyetoran kas dari bank. Dokumen ini digunakan sebagai sumber dokumen dalam pencatatan transaksi penerimaan kas ke dalam jurnal penerimaan kas.
5. Nota Kredit
Dokumen ini diterima oleh bagian penerimaan kas dari bagian penjualan sebagai bukti adanya retur pada barang yang dibeli secara kredit oleh pelanggan. Barang dapat diretur dikarenakan terdapat kerusakan, baik karena cacat saat perjalanan atau rusak. Barang yang diretur tersebut dapat dikembalikan dan mengurangi harga pembayaran atau dapat ditukar dengan barang yang baru. Dokumen ini digunakan sebagai pemberitahuan adanya retur dari pelanggan.
6. Surat Tagih
Dokumen ini dibuat oleh bagian kredit dalam penerimaan kas. Dokumen ini dibutuhkan untuk penjualan yang dilakukan secara kredit dan digunakan sebagai surat pemberitahuan kepada pelanggan untuk segera melunasi pembayaran kreditnya yang telah jatuh tempo.
7. Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya.
8. Buku Besar Penerimaan Kas
Pada setiap akhir bulan, angka penjumlahan kolom-kolom kas, potongan penjualan, dan piutang dagang dari jurnal penerimaan kas dibukukan ke rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar.

Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)
Jurnal Khusus Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun dari penerimaan piutang dagang dan penerimaan lainnya. (Abdul Hafiz Tanjung:2004)
Dengan penggunaan sebuah jurnal khusus untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber, dimungkinkan adanya penyederhanaan dalam pencatatan transaksi perusahaan.
Dalam perusahaan dagang, penerimaan kas yang paling sering terjadi adalah yang berasal dari penjualan tunai dan penjualan kredit atau penagihan piutang. Adapun jurnal untuk mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
Kas Rp. xxx
Penjualan Rp. xxx
Sedangkan pencatatan penerimaan kas dari penjualan kredit atau penagihan piutang adalah sebagai berikut :
Kas Rp. xxx
Piutang Penjualan Rp. xxx

Buku Besar Penerimaan Kas
Buku besar terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keungan yang dicatat sebelumnya dalam jurnal. Buku besar berguna untuk mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-transaksi dan untuk menyusun data untuk laporan keungan.
Pada setiap akhir bulan, angka penjumlahan kolom-kolom kas, potongan penjualan, dan piutang dagang dari jurnal penerimaan kas dibukukan ke rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar. Sebagimana telah disebutkan diatas, cara pembukuan semacan ini akan sangat menyederhanakan pekerjaan, karena hanya angka penjumlahan transaksi selama sebulan yang dibukukan ke dalam buku besar.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 257 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: