Beranda > Skripsi Fisika > PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KONS

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KONS

Desember 31, 2009

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa di SMP Negeri 1 Darussalam melalui metode pembelajaran Think-Pair-Share. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Bagaimana kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share.(2) Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mencapai indikator dengan model pembelajaran Think-Pair-share dan respon siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas II1 SMP Negeri 1 Darussalam sebanyak 22 siswa. Sedangkan objek penelitian adalah model pembelajaran Think-Pair-Share. Data yang diperoleh dengan menggunakan instrument yang terdiri dari: (1) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dan lembaran pengelolaan model pembelajaran Think-Pair-Share (2) Respons siswa terhadap model pembelajaran Think-Pair-Share (3) Tes hasil belajar dan LKS. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa:(1) Aktivitas guru yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah menjelaskan materi, mengawasi dan mengamati diskusi siswa. Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan pada pembelajaran Think-Pair-Share selama siklus 1, 2 dan 3 adalah mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi secara berpasangan dan menyampaikan hasil diskusi. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diskusi Think-Pair-Share selama siklus 1, 2, dan 3 adalah mengalami peningkatan yaitu dari kategori sedang, baik menjadi baik sekali. (2) Respons siswa selama 3 siklus 92% siswa senang terhadap komponen pembelajaran, 92% siswa berpendapat bahwa komponen materi pelajaran adalah baru. 86% siswa berminat untuk mengikuti model pembelajaran Think Pair Share.(3) Tes hasil belajar secara persentase peningkatan diperoleh pada siklus 1 adalah 78%, siklus 2 adalah 85% dan siklus 3 adalah 86%.

Seorang siswa dalam belajar fisika dikatakan kurang berhasil apabila perubahan tingkah laku yang terjadi belum mampu menentukan kebijaksanaannya untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yang mempengaruhinya, di antaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran dan lain-lain.
Menurut Mudjino (2002:10) Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari (i) stimulasi yang berasal dari lingkungan, dan (ii) proses kognitif yang dilakukan oleh pembelajar. Dengan demikian, belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah. Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Dari guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang sesuatu hal.
Pelajaran fisika adalah pelajaran yang mengajarkan berbagai pengetahuan yang dapat mengembangkan daya nalar, analisa, sehingga hampir semua persoalan yang berkaitan dengan alam dapat dimengerti. Untuk dapat mengerti fisika secara luas, maka harus dimulai dengan kemampuan pemahaman konsep dasar yang ada pada pelajaran fisika. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam memahami tentang pelajaran fisika sangat ditentukan oleh pemahaman konsep.
Mengingat pentingnya ilmu fisika dalam berbagai bidang kehidupan manusia, maka perlu diperhatikan mutu pengajaran mata pelajaran fisika yang di ajarkan di tiap jenjang dan jenis pendidikan. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang ilmu fisika, maka siswa harus menempuh proses belajar mengajar yang baik. Belajar akan lebih berhasil bila telah diketahui tujuan yang ingin dicapai. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan fisika yang baik dan untuk mengatasi berbagai kelemahan dalam proses belajar mengajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share, (Berpikir,Berpasang,Berbagi), strategi yang digunakan adalah saling bertukar pikiran secara berpasangang.
Pengamatan penulis lakukan selama PPL pada SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Model pembelajaran yang di lakukan oleh guru fisika SMP 1 Darussalam masih menggunakan model pembelajaran yang lama di mana proses belajar mengajar hanya terpaku pada guru, siswa hanya bisa menerima materi yang disampaikan oleh guru. Maka penulis mencoba menerapkan model pembelajaran Think-Pair-Share diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan berfikir dan menjawab dalam komunikasi antara satu dengan yang lain, serta bekerja saling membantu dalam kelompok kecil. Hal ini sesuai dengan pengertian dari model pembelajaran Think-Pair-Share itu sendiri, sebagaimana yang dikemukakan oleh Lie (2002:57) bahwa, “Think-Pair-Share adalah pembelajaran yang memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain. Dalam hal ini, guru sangat berperan penting untuk membimbing siswa melakukan diskusi, sehingga terciptanya suasana belajar yang lebih hidup, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Dengan demikian jelas bahwa melalui model pembelajaran Think-Pair-Share, siswa secara langsung dapat memecahkan masalah, memahami suatu materi secara berkelompok dan saling membantu antara satu dengan yang lainnya, membuat kesimpulan (diskusi) serta mempresentasikan di depan kelas sebagai salah satu langkah evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think-Pair-Share sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya dan sebagai salah satu alternatif pembelajaran inovatif yang dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan proses interaksi di antara individu yang dapat digunakan sebagai sarana interaksi sosial di antara siswa dan sekaligus menjawab masalah yang ada di sekolah. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini “Apakah penggunaan model pembelajaran Think-Pair-Share memberi pengaruh positif atau negatif terhadap prestasi belajar siswa kelas II pada pokok bahasan getaran dan gelombang di SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar. Maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ” UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG.

About these ads
Kategori:Skripsi Fisika
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 246 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: