Beranda > Skripsi Manajemen > ANALISIS PENERAPAN METODE EOQ DALAM MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PADA TIARA HANDYCRAFT SURABAYA

ANALISIS PENERAPAN METODE EOQ DALAM MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI PADA TIARA HANDYCRAFT SURABAYA

Januari 3, 2010

Dengan adanya persediaan diharapkan dapat memperlancar jalannya proses produksi. Dalam mengadakan suatu persediaan maka perusahaan harus mempertimbangkan berbagai macam faktor. Jika perusahaan mengadakan persediaan terlalu besar, maka banyak dana menganggur yang ditanamkan dalam persediaan. Sedangkan jika persediaan terlalu kecil untuk menghemat biaya persediaan, maka perusahaan terancam suatu saat akan mengalami kehabisan persediaan (out of stock) ketika terdapat jumlah permintaan produksi yang melonjak. Dari kedua kendala tersebut maka perusahaan harus membuat suatu persediaan yang bernilai optimum, dimana nilai persediaan tersebut tidak terlalu kecil sehingga tetap dapat menunjang kelancaran produksi dan juga tidak terlalu besar sehingga perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak.
Untuk menghitung besarnya jumlah persediaan yang optimum, maka perusahaan dapat menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Untuk menerapkan dan menghitung metode EOQ maka dibutuhkan tenaga terampil yang memiliki keahlian dalam bidang produksi. Bagi perusahaan besar metode EOQ telah banyak diterapkan karena adanya ketersediaan tenaga terampil untuk melaksanakannya. Sedangkan bagi perusahaan kecil menengah ( UKM ), metode EOQ masih jarang untuk diterapkan.
Tiara Handycraft adalah UKM yang bergerak dalam bidang kerajinan tangan dengan memiliki berbagai macam produk yang beragam namun tetap memiliki kesamaan bahan baku dasar yaitu berasal dari kain. Jika dilihat dari pengalaman terdahulu, Tiara Handycraft sering mengalami out of stock pada saat – saat tertentu terutama mendekati hari – hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal dimana pada saat tersebut permintaan akan kerajinan tangan mengalami peningkatan. Seharusnya pada saat mendekati hari besar keagamaan tersebut mampu dijadikan kesempatan dalam meraih keuntungan, namun karena Tiara Handycraft belum menerapkan sistem pengendalian persediaan, maka Tiara Handycraft kehilangan kesempatan dalam meraih keuntungan.
Hasil penelitian menunjukkan pembuktian terhadap metode EOQ yang telah mampu membuat pengendalian persediaan menjadi terjamin kelancarannya.

Berbagai macam jenis perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda dalam pengelolaan usahanya seperti jasa, dagang, dan manufaktur. Dalam perusahaan jasa tidak ada jasa yang disimpan. Seluruh jasa yang diberikan dibuat dan dapat dirasakan hanya pada saat itu juga. Dalam perusahaan dagang terdapat barang yang disimpan sebagai persediaan penjualan namun perusahaan tersebut tidak memproduksi sendiri, perusahaan hanya ingin mengambil keuntungan dari adanya selisih harga jual beli. Sedangkan dalam perusahaan jenis manufaktur maka perusahaan mengelolah dan memproduksi sendiri barang yang dijadikan komoditas jualnya.
Setiap jenis perusahaan manufaktur selalu membutuhkan bahan baku dalam proses produksinya. Bahan baku tersebut diolah dalam proses produksi sehingga dapat menghasilkan suatu barang jadi. Namun bahan baku tersebut tidak akan selamanya tersedia setiap saat, sehingga jika bahan baku tersebut tidak tersedia maka kelancaran produksi akan terganggu dan pengusaha akan kehilangan kesempatan dalam memperoleh keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengadakan persediaan dalam nilai tertentu bagi perusahaan. Persediaan yang diadakan dapat berupa persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, maupun persediaan barang jadi.

Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang – barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal atau persediaan barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, atau persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi. (Sofjan Assauri 1999 : 169).
Dengan adanya persediaan diharapkan dapat memperlancar jalannya proses produksi. Dalam mengadakan suatu persediaan maka perusahaan harus mempertimbangkan berbagai macam faktor. Jika perusahaan mengadakan persediaan terlalu besar, maka banyak dana menganggur yang ditanamkan dalam persediaan. Sedangkan jika persediaan terlalu kecil untuk menghemat biaya persediaan, maka perusahaan terancam suatu saat akan mengalami kehabisan persediaan (out of stock) ketika terdapat jumlah permintaan produksi yang melonjak. Dari kedua kendala tersebut maka perusahaan harus membuat suatu persediaan yang bernilai optimum, dimana nilai persediaan tersebut tidak terlalu kecil sehingga tetap dapat menunjang kelancaran produksi dan juga tidak terlalu besar sehingga perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak.
Untuk menghitung besarnya jumlah persediaan yang optimum, maka perusahaan dapat menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Dalam metode EOQ tersebut tingkat persediaan yang optimum dapat tercapai pada saat biaya pemesanan persediaan sama dengan biaya penyimpanan persediaan. Dengan EOQ dapat diketahui jumlah pembelian paling ekonomis yang harus dilakukan pada saat setiap kali pembelian.
Untuk menerapkan dan menghitung metode EOQ maka dibutuhkan tenaga terampil yang memiliki keahlian dalam bidang produksi. Bagi perusahaan besar metode EOQ telah banyak diterapkan karena adanya ketersediaan tenaga terampil untuk melaksanakannya. Sedangkan bagi perusahaan kecil menengah ( UKM ), metode EOQ masih jarang untuk diterapkan. Hal ini dapat disebabkan karena rata – rata UKM yang didirikan hanya memiliki modal yang terbatas serta tenaga ketrampilan yang seadanya.
Tiara Handycraft adalah salah satu contoh UKM yang belum menerapkan metode EOQ dalam sistem pengendalian persediannya. Tiara Handycraft adalah UKM yang bergerak dalam bidang kerajinan tangan dengan memiliki berbagai macam produk yang beragam namun tetap memiliki kesamaan bahan baku dasar yaitu berasal dari kain. Jika dilihat dari pengalaman terdahulu, Tiara Handycraft sering mengalami out of stock pada saat – saat tertentu terutama mendekati hari – hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal dimana pada saat tersebut permintaan akan kerajinan tangan mengalami peningkatan. Seharusnya pada saat mendekati hari besar keagamaan tersebut mampu dijadikan kesempatan dalam meraih keuntungan, namun karena Tiara Handycraft belum menerapkan sistem pengendalian persediaan, maka Tiara Handycraft kehilangan kesempatan dalam meraih keuntungan.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: