Beranda > Skripsi Manajemen > PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN PADA PT WELCO SURABAYA.

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR KARYAWAN PADA PT WELCO SURABAYA.

Januari 3, 2010

Salah satu fungsi dari manajemen yang perlu diperhatikan adalah masalah sumber daya manusia. Dimana sumber daya tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, karena sumber daya manusia merupakan asset dan salah satu faktor produksi yang paling penting dalam organisasi. Sumber daya manusia dengan motivasi kerja yang tinggi akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya, hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi pengembangan karirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap pengembangan karir karyawan pada PT Welco Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitan ini adalah seluruh karyawan PT Welco Surabaya yang berjumlah 110 orang. Sampel penelitian diambil sebanyak 54 orang dengan teknik stratified proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunkan skala likert dengan empat kategori pilihan jawaban. Analisis data dilakukan dengan teknik regresi linier sederhana dengan terlebih dahulu menlakukan uji validitas dan reliabilitas alat ukur. Seluruh uji statistik dilakukan dengan bantuan komputer program spss for windows versi 11.5 dengan taraf signifikansi sebesar 5%.
Berdasarkan uji validitas, untuk kuisioner motivasi kerja, terdapat 14 dari 15 pertanyaan yang dinyatakan sahih. Sedangkan untuk kuisioner pengembangan karir terdapat 14 dari 15 pertanyaan yang sahih. Uji reliabilitas dari apha cronbach menunjukkan nilai koefisien reliabilitas dari kuisioner motivasi kerja dan pengembangan karir adalah sebesar 0.9065 dan 0,8310. dengan demikian kedua kuisioner teersebut dinyatakan andal. Nilai regresi dari kedua variabel adalah 0,692 menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara motivasi kerja terhadap pengembangan karir pada PT Welco Surabaya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah dalam usaha memperoleh pemahaman teori, dan menguji secara metodologis mengenai pengaruh motivasi kerja terhadap pengembangan karir karyawan, terutama karyawan PT Welco Surabaya. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan masukan dan umpan balik kepada pihak perusahaan dalam rangka pengembangan SDM.

Keadaan lingkungan bisnis yang terus berubah, menuntut setiap pelaku bisnis untuk senantiasa beradaptasi dengan pola perubahan tersebut agar mereka tetap kompetitif. Organisasi juga menghadapi dan mengalami berbagai perubahan sejalan dengan terjadinya perubahan lingkungan bisnis. Perubahan yang terjadi dapat berupa berubahnya struktur organisasi yang menjadi lebih ramping dan datar, perubahan jenjang karir, perubahan kompetensi yang diperlukan dan sebagainya.
“Munculnya berbagai perubahan dalam manajemen seiring dengan perubahan organisasi merupakan tantangan bagi Manajemen Sumber Daya manusia (MSDM)” (Fatmawati, 1999: http://www.ipb.ac.id/~lpm/pjk/cfcd/v idxkarir.html). Untuk dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi sehingga perusahaan tetap survive dan kompetitif perlu dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu dan berkualitas.
Perusahaan dan SDM merupakan dua hal yang saling membutuhkan. Jika SDM berhasil membawa kemajuan bagi perusahaan, keuntungan yang diperoleh akan dipetik oleh kedua belah pihak. Bagi SDM keberhasilan merupakan aktualisasi potensi diri sekaligus peluang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi perusahaan, keberhasilan merupakan sarana untuk menuju pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.
Seseorang bekerja karena ada suatu kebutuhan yang hendak dicapainya, kebutuhan dapat berwujud fisik biologis serta sosial-psikis, misalnya penghargaan, pengakuan, keselamatan, perlindungan, keamanan dan jaminan sosial. Orang berharap bahwa aktivitas kerja yang dilakukannya akan membawanya kepada suatu keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sebelumnya. Karena harapan akan keadaan yang lebih memuaskan, maka pekerja akan melakukan usaha-usaha untuk mencapai tujuannya tersebut.
Motivasi merupakan istilah yang lazim digunakan untuk mengetahui maksud seseorang atas suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya uang, keselamatan, prestise, dan sebagainya. Namun demikian, tujuan khusus yang tampaknya diperjuangkan banyak orang dalam analisis kerapkali berubah menjadi alat untuk mencapai tujuan lain, yang dipandang lebih fundamental.
“Motivasi setiap individu adalah merealisasikan konsep dirinya, hidup dalam suatu cara yang sesuai dengan peran yang lebih disukai dengan cara mencerminkan penghargaan seseorang atas kemampuannya” (Winardi, 2007: 204). Oleh karena itu, individu senantiasa mencari apa yang mereka pandang sebagai peran yang cocok bagi dirinya, sambil berusaha merealisasikan gagasan mengenai dirinya sebagai kebenaran yang nyata.
Pengalaman individu hampir senantiasa membenarkan keyakinannya bahwa sikap dasar individu harus benar, karena sikap tersebut sesuai dengan realitas lingkungan hidupnya yang khas karena individu menghargai pengalaman dan mengelolanya sesuai dengan lingkungan tersebut ke dalam sistem keyakinan individu.
Motivasi kerja dapat memberi energi yang menggerakkan segala potensi yang ada, menciptakan keinginan tinggi yang luhur, serta meningkatkan kebersamaan. PT Welco mempunyai berbagai cara dalam memotivasi karyawan, dari memberikan bonus, sampai pemberian sanksi yang tegas bagi para pelanggar peraturan, sehingga setiap tingkah laku karyawan dalam bekerja diarahkan atau bisa dikatakan diatur oleh perusahaan.
PT Welco adalah perusahaan produsen coklat dan selai. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1945. Seiring perkembangan zaman, maka semakin banyak perusahaan yang juga melakukan bisnis di bidang yang sama sehingga mengakibatkan PT Welco mempunyai banyak pesaing. Dengan pegawai yang berpengalaman dan mempunyai skill yang memadai PT Welco masih tetap eksis dalam melayani konsumen. Bahkan setiap hari permintaan akan produk semakin bertambah.
“Perusahaan yang berorientasi pada karir akan memperlakukan karyawan sebagai sumber daya yang berharga, yang harus dilatih, dikembangkan dan dipertahankan” (Fatmawati, 1999 : http://www.ipb.ac.id/~lpm/pjk/cfcd/idxkarir htm). Akan tetapi seiring dengan perkembangannya, perusahaan sering kali mengabaikan tentang pengelolaan sumber daya manusia yang dimilikinya. Kendati sering terdengarnya isu tentang pentingnya pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan perusahaan, tetapi penanganannya secara terencana dan terfokus, baik oleh perusahaan maupun individu sebagai pegawai itu sendiri jarang dilakukan.
“Karir amatlah penting bagi pegawai maupun bagi organisasi. Menurut Walker (1980), bagi pegawai, karir bahkan dianggap lebih penting dari pada kerjaan itu sendiri” (http://ab-fisip-upnyk.com/files/bab_9_manajemen_karir.pdf). Seorang pegawai bisa meninggalkan pekerjaannya jika merasa prospek karirnya buruk. Sebaliknya, pegawai mungkin untuk sementara akan tetap rela bekerja di pekerjaan yang tidak disukainya asal mempunyai prospek cerah dalam karirnya.
Sebaliknya, bagi organisasi, kejelasan perencanaan dan pengembangan karir pegawai akan membawa manfaat langsung terhadap efisiensi manajemen seperti menurunya prosentase turn over pegawai. Dikemukakan oleh Walker (1980) bahwa “turn over pegawai cenderung lebih kecil di perusahaan-perusahaan yang sangat memperhatikan pengembangan karir pegawainya“.(http://ab-fisip-upnyk.com/files/bab_9_manajemen_karir.pdf).
Selama ini tenaga asing yang datang ke Indonesia selalu memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan tenaga kerja Indonesia sendiri, sehingga mereka selalu menduduki posisi-posisi yang strategis dalam perusahaan, sedangkan tenaga kerja Indonesia yang dikirim keluar negeri tidak dibekali keahlian yang cukup sehingga mereka diluar negeri hanya menjadi karyawan biasa dengan posisi yang tidak menguntungkan.
SDM yang punya tingkat pendidikan dan keahlian yang cukup, maka dengan sendirinya akan timbul kebutuhan yang kemudian menjadi penting dibandingkan saat mereka tidak punya tingkat pendidikan maupun keahlian cukup, yaitu untuk mengembangkan diri, pengembangan karir maupun aktualisasi diri yang menjadi semacam kebutuhan maupun motivasi karyawan dalam bekerja.
Sebagaimana yang dikatakan diatas bahwa motivasi, kebutuhan / dorongan akan membuat seseorang itu berperilaku. Ada banyak macam kebutuhan mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks. Semua kebutuhan itu akan bersaing artinya diantara semua kebutuhan, manakah yang paling kuat mendorong, sehingga perilakunya mengarah ke pencapaian tujuan.
Tujuan pengembangan karir secara umum adalah membantu karyawan memusatkan perhatian pada masa depannya dalam perusahaan dan membantu karyawan mengikuti jalur karir yang melibatkan proses belajar secara terus menerus. Dalam proses pengembangan karir, perusahaan memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya pada karyawan untuk untuk mempunyai pekerjaan yang berarti bagi karyawan, dan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam struktur kerja perusahaan. Di lain pihak, karyawan dituntut memiliki tanggung jawab untuk membuat perencanaan karir dan masa depan serta menemukan cara untuk memberikan sumbangan pada perusahaan.
Pengembangan karir adalah sesuatu yang ditunggu oleh setiap karyawan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengembangan karir adalah motivasi kerja yang tinggi. Hal ini sebagaimana pendapat dari Lindstrom and Benz (2002) dalam jurnalnya yuang berjudul Phases of career development: case studies of young women with learning disabilities, “bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat pengembangan karir seseorang salah satunya adalah motivasi kerja individu yang tinggi”.
Dari sini sudah jelas bahwa pengembangan karir merupakan sebuah kebutuhan bagi karyawan. Jika perusahaan bersedia menjelaskan secara transparan kepada karyawan tentang kemungkinan pengembangan karir yang mungkin dapat dicapai oleh karyawan, maka kebijaksanaan seperti itu akan mendorong motivasi karyawan untuk bekerja dengan baik untuk mencapai pengembangan karir seperti yang diinginkan.
Berdasarkan pokok pemikiran diatas, maka sangat jelas bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap pengembangan karir karyawan. Berkaitan dengan hal ini, maka penulis tertarik untuk mengangkat topik dengan judul “Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pengembangan Karir pada karyawan PT Welco Surabaya“.

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: