Beranda > Tak Berkategori > DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BERBASIS KOMPUTER PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI

DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BERBASIS KOMPUTER PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI

Januari 8, 2010

Perusahaan konstruksi adalah perusahaan jasa yang menjadi partner pemerintah dalam menunjang kegiatan pembangunan. Pembangunan yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak pula usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Dalam aktivitasnya perusahaan ini sangat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk melakukan perencanaan dan pengendalian. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi persediaan. Informasi persediaan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan karena kurangnya persediaan ataupun kelebihan persediaan akan berdampak secara langsung terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Informasi persediaan dihasilkan oleh sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Sistem informasi yang dimiliki perusahaan konstruksi sebagian besar masih manual dan kalaupun sudah digunakan komputer, dalam penggunaannya masih sangat terbatas. Dari hasil pengecekan fisik tampak bahwa banyak persediaan yang tersisa di gudang, bahkan sebagian sudah tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang lama kurang informatif dan akurat. Di samping itu, serta tidak layak lagi untuk digunakan sehingga perlu didesain ulang sistem informasi yang baru, yang akan lebih baik kalau menggunakan sistem yang berbasis komputer.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu metode yang memusatkan perhatian secara mendalam dan intensif pada objek yang diteliti. Objek penelitiannya adalah dua perusahaan konstruksi yang ada di Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang lama memiliki beberapa kelemahan, baik dari sisi input, sistem dan prosedur, maupun output yang dihasilkan. Output yang dihasilkan kurang variatif dan kurang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi manajemen dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu, perlu dilakukan desain ulang atas sistem informasi akuntansi persediaan dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer, yaitu program MYOB. Desain sistem dengan menggunakan program MYOB terdiri atas desain input, desain sistem dan prosedur, serta desain output. Sistem baru ini diharapkan mampu mengeliminasi kelemahan yang dimiliki sistem informasi yang digunakan sebelumnya.

Indonesia merupakan sebuah negara berkembang sehingga pembangunan terjadi hampir pada semua sektor kehidupan masyarakat. Pembangunan terjadi, baik pada sektor ekonomi, pendidikan, pertanian, perhubungan, pariwisata, maupun sektor lainnya. Pembangunan tidak hanya dipusatkan pada wilayah perkotaan, namun juga ke daerah-daerah, bahkan pemerintah lebih mengupayakan pembangunan di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya adalah adanya pemerataan pembangunan sehingga dampak pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan semakin meningkat dan kompleksnya pembangunan, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menunjang kegiatan tersebut.
Bidang konstruksi merupakan salah
satu sektor yang sangat mendukung pembangunan nasional. Hasil dari jasa konstruksi sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, misalnya pembangunan gedung sekolah, perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi, pembangunan rumah sakit dan puskesmas, sarana telekomunikasi, jalan raya, dan sebagainya. Pembangunan pada tiap-tiap bidang akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penggunanya.
Dengan semakin meningkatnya pembangunan, maka perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perusahaan kontruksi merupakan salah satu partner pemerintah dalam menunjang keberhasilan pembangunan. Perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan manufaktur atau perusahaan dagang.
Perusahaan konstruksi merupakan sebuah perusahaan jasa. Jasa yang dijual kepada pengguna berupa pengerjaan bangunan, jalan raya, saluran irigasi, telekomunikasi, dan sebagainya. Jasa yang diberikan biasanya sesuai dengan keinginan pengguna. Sebelum jasa dikerjakan harus dilakukan komunikasi dengan baik antara perusahaan konstruksi dengan penggunanya karena usaha tersebut sangat rentan terhadap risiko. Perusahaan konstruksi merupakan suatu perusahaan yang tentunya memiliki tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek pada umumnya adalah untuk mendapatkan laba, mencapai tujuan dengan baik. sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk memelihara kelangsungan hidup perusahaan, mampu berkembang untuk tahun kedepannya, dan mampu bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. Tidak ada suatu perusahaan yang didirikan hanya untuk sesaat, semua ingin tetap “ada” dan “diakui” dalam komunitasnya. Ini sesuai dengan prinsip going concern.
Untuk mencapai laba yang maksimal, perusahaan dituntut beroperasi secara efisien dan efektif. Agar dapat beroperasi secara efisien dan efektif, maka perencanaan yang dibuat harus matang dan berdaya guna. Dalam melakukan perencanaan diperlukan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan. Salah satu dari informasi tersebut adalah informasi akuntansi yang sangat berguna bagi operacional perusahaan. Informasi diibaratkan sebagai darah bagi tubuh seseorang. Sedemikian pentingnya arti informasi bagi perusahaan.Suatu perusahaan yang kekurangan informasi atau menerima informasi yang tidak akurat akan menemukan kegagalan karena informasi tersebut akan berdampak langsung terhadap keputusan yang diambil oleh penggunanya. Banyak kegagalan perusahaan yang disebabkan oleh kegagalan pengambilan keputusan dan kegagalan pengambilan keputusan disebabkan oleh kurangnya informasi yang diterima atau informasi yang diterima tidak akurat.
Informasi akuntansi sangat penting bagi perencanaan,pengendalian,dan pengambilan keputusan. Salah satu dari informasi akuntansi adalah informasi tentang persediaan. Bagi perusahaan konstruksi, masalah persediaan merupakan masalah yang utama karena jumlah persediaan yang cukup banyak memerlukan biaya yang cukup besar dan beberapa persediaan sangat mudah rusak sehingga tidak boleh disimpan terlalu lama. Di sisi lain, perusahaan harus memiliki persediaan pada saat diperlukan karena jasa yang diberikan oleh perusahaan konstruksi memiliki tenggang waktu penyelesaian yang sudah pasti. Tanpa adanya pengawasan yang baik dan informasi yang akurat, maka perusahaan tidak mampu mencapai tujuan dengan baik. Informasi dihasilkan oleh sistem yang disebut dengan sistem informasi. Sistem informasi adalah rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai (Hall, 2001:7). Pengertian tersebut mengandung arti bahwa sistem informasi adalah bagaimana data diolah menjadi informasi dan informasi digunakan oleh pemakainya. Pengolahan data dapat dilakukan, baik secara manual maupun menggunakan komputer. Dewasa ini banyak pemrosesan manual mulai digantikan dengan pemrosesan yang terkomputerisasi. Beberapa preusan tampaknya sudah menggunakan komputer dalam memproses datanya, namun penggunaannya masih sangat terbatas. Penggunaan komputer akan sangatmembantu dalam penyediaan informasi, apalagi kalau sudah didukung oleh sistem jaringan yang langsung (on line).
PT Eka Jaya Agung dan PT Hutama Karya (Persero) Wilayah V Denpasar adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi.Perusahaan ini dipercaya, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk mengerjakan proyek- proyek, baik yang berada di Bali maupun di luar Bali. Dari data pengecekan fisik tampak adanya beberapa persediaan, seperti semen, batu kali, besi beton, batako, dan lainnya yang tersisa dalam jumlah relative besar dan sebagian dari persediaan yang tersisa sudah rusak atau tidak dapat dipakai. Pencatatan atas persediaan pun sebagian besar masih menggunakan sistem manual. Sistem ini memiliki beberapa kendala, seperti kurang cepatnya penyediaan informasi, informasi yang tersedia tidak akurat sehingga jumlah persediaan menumpuk, dan keterlambatan proses pembangunan karena kurangnya informasi yang tepat mengenai jumlah bahan yang tersedia. Jika hal ini tidak teridentifikasi secara dini, maka akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.
Di sisi lain, dana yang diinvestasikan terlalu besar pada persediaan dapat menyebabkan kerugian karena dana menjadi tidak produktif. Pelaksanaan proyek yang membutuhkan dana yang cukup besar menginginkan adanya sistem pencatatan yang cepat, tepat waktu, dan akurat. Bila tidak, maka kekeliruan dalam mengambil keputusan akan sering terjadi. Sistem pencatatan yang sebagian besar masih manual tidaklah cukup dalam mengintegrasikan data secara cepat dan akurat. Di samping itu, data yang dibutuhkan manajemen setiap waktu tidak dapat dipenuhi karena lambatnya informasi yang dihasilkan.

About these ads
Kategori:Tak Berkategori
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 255 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: