Beranda > Skripsi Industri > Pengujian sifat Mekanik Papan Komposit Serbuk Gargaji (Sawdust) Dengan Papan Komposit Tatal (Wood Shavings) Menggunakan Uji Bend

Pengujian sifat Mekanik Papan Komposit Serbuk Gargaji (Sawdust) Dengan Papan Komposit Tatal (Wood Shavings) Menggunakan Uji Bend

Januari 10, 2010

Kebanyakan komposit masih menggunakan logam sebagai matriks maupun penguatnya. Akan tetapi penggunaan logam memiliki keterbatasan yaitu jumlahnya semakin menipis. Dalam perkembangan dunia industri telah dikembangkan pembuatan komposit dengan menggunakan penguat alam yang pada sisi pembiayaan atau investasi akan lebih ekonomis. Di Indonesia, potensi kayu sebagai filler sangat besar, terutama limbah limbah serbuk gergaji yang pemanfaatannya masih belum optimal.

Dalam Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran serbuk gergaji sebagai beikut mulai ± 40 mikron dan ± 5 mm, dengan menggunakan fraksi berat 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% yang kemudian diuji kekuatan uji bending sesuai dengan ASTM D 750-81. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kekuatan bending dan Serbuk gargaji halus dan tatal.

Dari penelitian Tugas Akhir ini didapatkan bahwa kekuatan bending terbesar dimiliki oleh Popan komposit dengan penguat serbuk gargaji, Akhirnya dari analisa diperoleh kesimpulan bahwa variabel jenis filler berpengaruh terhadap kekuatan mekanik yang peroleh dari pengujian bending pada serbuk gargaji halus 15 % yaitu dengan kekuatan 1109.10 N/cm2 dan serbuk gargaji tatal 25 % dengan Kekuatan 812.10 N/cm2.

Perkembangan teknologi, khususnya dibidang papan komposit, telah menghasilkan produk papan komposit yang merupakan gabungan antara serbuk gergaji kayu dengan resin polyester. Teknologi ini berkembang pada awal 1990-an di Jepang dan Amerika Serikat. Dengan teknologi ini dimungkinkan pemanfaatan serbuk gergaji kayu dan resin polyester secara maksimal, dengan demikian akan menekan jumlah limbah yang dihasilkan. Di Indonesia penelitian tentang produk ini sangat terbatas, padahal bahan baku limbah potensinya sangat besar.
Teknologi pemilihan bahan untuk keperluan bahan baku dan teknologi proses yang digunakan dalam industri sangat berpengaruh terhadap besarnya biaya produksi, tingkat efisiensi proses dan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu faktor terpenting dalam peningkatan daya saing produk adalah harga [Gapersz, 2004]. Oleh karena itu, perlu dicarikan bahan pengganti yang mudah didapatkan dengan jumlah sesuai kebutuhan dan harga yang relatif lebih murah, bahan alternatif yang digunakan adalah serbuk kayu dari limbah kilang.

Kajian terdahulu menunjukkan bahawa komposit matriks mempunyai sifat mekanik yang lebih baik berbanding logam monolitik. Ini dapat dilihat dari pada penghasilan papan komposit dari serbuk gergaji dan komposit matriks magnesium yang sedang pesat dibangunkan secara komersial untuk kegunaan ruang angkasa, industri pengangkutan, sukan, automotif dan sebagainya. Papan Komposit matriks mempunyai penggunaan yang meluas karena komposit tersebut terdiri dari pada gabungan sifat bahan matriks (bahan yang terbanyak peraturannya) dan bahan tetulang yang tertentu [Feest, E. A dan J. H, Tweed. 1991].

Kayu adalah salah satu hasil alam bangsa Indonesia yang sangat melimpah. Setiap pengolahan kayu menjadi bahan setengah jadi (misalnya berupa papan atau balok) atau menjadi barang jadi (misalnya furniture) selalu menghasilkan efek samping yaitu limbah yang dapat berupa serbuk gergaji (sawdust) hasil penggergajian, tatal (wood shavings) hasil penghalusan permukaan kayu atau potongan-potongan sisa dari kayu (chopped wood). Masyarakat pada umumnya memanfaatkan limbah pengolahan kayu tersebut untuk bahan bakar rumah tangga, untuk menimbun tanah atau dibiarkan terbuang sia-sia. Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah termasuk daerah yang mempunyai produksi kayu cukup banyak, sehingga mudah dijumpai hampir di setiap kecamatan terdapat usaha pengolahan kayu mentah menjadi barang setengah jadi atau bahkan barang jadi (furniture). Hal ini menyebabkan limbah hasil pengolahan kayu yang berupa sawdust, wood shavings atau chopped wood juga sangat melimpah.
Limbah pengolahan kayu tersebut mempunyai potensi untuk dimanfaatkan menjadi produk-produk yang mempunyai nilai tambah dan nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah pengolahan untuk pembuatan papan atau panel yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang murah, ringan dan mempunyai kekuatan yang memadai. Disamping itu dapat membantu mengatasi persoalan limbah pengolahan kayu yang dapat merusak lingkungan.
Salah satu metode yang diusulkan untuk memanfaatkan limbah pengolahan kayu tersebut adalah dengan membuat papan komposit dengan menggunakan resin polyester sebagai matrik dan serbuk gergaji atau tatal sebagai reinforcement (penguatnya). Sifat-sifat papan komposit tersebut sangat dipengaruhi oleh banyaknya serbuk gergaji yang digunakan, sehingga perlu diteliti pengaruh jumlah fraksi berat serbuk kayu dalam komposit resin/ serbuk kayu terhadap sifat fisis dan mekanisnya.

Karena sifat dan karakteristiknya yang unik, kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk keperluan konstruksi. Kebutuhan kayu yang terus meningkat dan potensi hutan yang terus berkurang menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain dengan memanfaatkan limbah berupa serbuk kayu menjadi produk yang bermanfaat. Di lain pihak, seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan terus meningkat Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah. Limbah serbuk gergaji merupakan bahan yang tidak dapat terdekomposisi oleh mikroorganisme pengurai (non biodegradable), sehingga penumpukkannya di alam dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lingkungan.

About these ads
Kategori:Skripsi Industri
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 249 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: