Arsip

Archive for the ‘Skripsi Bahasa Indonesia’ Category

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN TERMINAL (sebuah kajian Sosiopragmatik)

Tuturan berbahasa di lingkungan terminal kerap kali terdengar kasar. Kajian mengenai realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal ini tidak cukup hanya dengan menganalisis ragam bahasanya saja, tetapi perlu juga dari aspek sosiopragmatik dan respons para penutur bahasa Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dirumuskan sebagai berikut. 1) Bagaimana realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal? 2) Apa sajakah ujud ragam bahasa yang tidak santun yang diucapkan oleh calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur? 3) Bagaimana penyimpangan prinsip kesopanan yang diucapkan oleh calo, pedagang asongan, supir, dan kondektur? 4) Bagaimana persepsi penyimak bahasa yang berasal dari luar lingkungan terminal terhadap realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan terminal?

Baca selengkapnya…

KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA TAMAN ISLAM CIBUNGBULANG BOGOR

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya korelasi kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor. Penelitian dilakukan di SMA Taman Islam Cibungbulang Bogor pada bulan Januari – Maret 2007 dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Taman Islam sebanyak 166 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dan sampel penelitian sejumlah 50 siswa. Instrumen penelitian menggunakan angket kebiasaan membaca dan tes kemampuan membaca pemahaman.

Metode penelitian yaitu analisis korelasional. Data dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sehingga diperoleh hasil r hitung sebesar 0,619 lebih besar dari r tabel yakni 0,288 dengan batas signifikasi 5%. Dengan demikian hipotesis penelitian (H1) dinyatakan diterima.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat dinyatakan bahwa terdapat korelasi yang positif antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman.

Baca selengkapnya…

Korelasi Antara Kebiasaan Membaca Dengan Kemampuan Membaca

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, terutama dalam teknologi percetakan maka semakin banyak informasi yang tersimpan di dalam buku. Pada semua jenjang pendidikan, kemampuan membaca menjadi skala prioritas yang harus dikuasai siswa. Dengan membaca siswa akan memperoleh berbagai informasi yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Semakin banyak membaca semakin banyak pula informasi yang diperoleh. Oleh karena itu, membaca merupakan jendela dunia, siapa pun yang membuka jendela tersebut dapat melihat dan mengetahui segala sesuatu yang terjadi. Baik peristiwa yang terjadi pada masa lampau, sekarang, bahkan yang akan datang.
Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca. Oleh karena itu, sepantasnyalah siswa harus melakukannya atas dasar kebutuhan, bukan karena suatu paksaan. Jika siswa membaca atas dasar kebutuhan, maka ia akan mendapatkan segala informasi yang ia inginkan. Namun sebaliknya, jika siswa membaca atas dasar paksaan, maka informasi yang ia peroleh tidak akan maksimal.

Baca selengkapnya…

Sebuah Alternatif Bahan Ajar Menulis Paragraf Induktif yang Kontekstual untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Cibinong

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil desa Pamoyanan terutama tentang kegiatan pendidikan,untuk ini terlebih dahulu penulis menyusun bahan ajar menulis paragraf induktif yang kontekstual untuk siswa kelas VII SMP Nnegeri 1 Cibinobg, keterbacaan bahan ajar ini diuji bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cibinong.
Teori yang digunakan adalah teori tentang bahan ajar, terutama tentang sistematika penyusunan bahan ajar. Teori berikutnya tentang paragraf induktif, terutama tentang cirri-ciri paragraf induktif dan syarat-syarat paragraf induktif. Teori yang lainnya tentang pembelajaran kontekstual yang meliputi komponen, karakteristik, dan langkah-langkah pembelajaran kontekstual.
Metode yang digunakan yaitu metode deskripsi, sedangkan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, dan tes isi rumpang (prosedur klos). Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Cibinong, sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Cibinong sebanyak sebanyak 39 siswa terdiri atas 20 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Sampel diambil secara acak dengan memperhatikan homogenitas berdasarkan usia, kepandaian, maupun jenis kelamin.
Hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bahan ajar disusun secara kontekstual dengan menggunakan materi berasal dari lingkungan siswa. Materi tersebut berupa lingkungan siswa SMP Negeri 1 Cibinong, yaitu kegiatan pendidikan di desa Pamoyanan. Bahan ajar yang disusun secara kontekstual adalah untuk kompetensi menulis paragraf induktif bagi siswa kelas VII SMP. Bahan ajar menulis paragraf induktif yang kontekstual,memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Bahan ajar dapat dibaca dan dipahami dengan mudah oleh siswa. Siswa dapat membaca bahan ajar secara mandiri, dengan persentase keterbacaan mencapai 60,40 %.

Baca selengkapnya…

Kajian Feature pada media massa cetak terbitan Palembang: sebuah analisis wacana kritis

Analisis wacana kritis (AWK) adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menganalisis teks media. Dalam makalahnya, Purnomo (2006:3) menyatakan, “Apabila analisis wacana yang hanya difokuskan pada penggunaan bahasa alamiah dengan analisis semata-mata bersifat linguitis, AWK berusaha menjelaskan penggunaan bahasa dikaitkan dengan perspektif disiplin lain, seperti politik, gender, dan faktor sosilogis lain”. Faktanya, AWK merupakan pengembangan dari analisis wacana (biasa) yang melihat lebih dalam makna yang tersembunyi dari suatu teks.
Penelitian mengenai analisis wacana pada media massa telah dilakukan sebelumnya oleh beberapa mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Unsri, di antaranya Nauval dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Wacana Teks Berita di Sumatera Ekspres Edisi Januari—Maret 2003” dan Risnawati yang pada tahun 2006 lalu mengangkat judul “Analisis Wacana Berita Kriminal terhadap Wanita pada Sumatera Ekspres Periode September—Desember 2005: Kajian Stilistik”. Perbedaan keduanya terletak objek yang diteliti. Risnawati membahas analisis wacana secara lebih spesifik dengan memfokuskan kajiannya mengenai kasus kejahatan terhadap kaum perempuan, sedangkan Nauval cenderung mengamati topik berita kekerasan terhadap wanita dengan segala permasalahan yang kompleks seperti, kekerasan seksual, fisik, ekonomi, dan psikis. Namun demikian, keduanya menggunakan harian lokal Sumatera Ekspres sebagai media kajiannya.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ideologi yang tersembunyi dalam karangan khas (feature) dan strategi penulis menyembunyikan ideologinya dilihat dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro.

Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat mengukuhkan pandangan analisis wacana kritis tentang karakteristik media massa dalam kaitannya dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembinaan pengetahuan dan kepekaan mahasiswa dalam menganalisis wacana media massa secara kritis dalam kajian analisis wacana ataupun dalam kajian wacana bahasa Indonesia.

Baca selengkapnya…

PENERAPAN METODE KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS 1 SMPN 5 BANJARMASIN TAHUN AJARAN 2006/2007

Metode kontekstual sangat cocok diterapkan dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, karena bahasa dan sastra sangat erat kaitannya dengan masyarakat, lingkungan, dan konteksnya. Pada kesempatan ini peneliti akan menitikberatkan pada pembelajaran sastra khususnya dalam hal menulis cerpen.
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa, menulis memerlukan kesabaran, keuletan, dan kejelian sendiri. Disamping itu, menulis bukanlah kemampuan yang dapat dikuasai dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses pembelajaran sehingga diperlukan waktu yang panjang untuk menumbuhkan tradisi menulis. Melalui kemampuan menulis siswa harus mempunyai ide untuk menuangkan dalam bentuk karya sastra. Salah satu jenis karya sastra itu adalah cerpen.
Melihat kenyataan seperti itulah peneliti ingin memberikan kemudahan kepada siswa, diantaranya peneliti ingin menerapkan penggunaan metode kontekstual untuk meningkatkan hasil menulis cerpen, terutama dikalangan siswa kelas 1 SMPN 5 Banjarmasin.
Berkaitan dengan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana penerapan metode kontekstual dalam pembelajaran menulis cerpen siswa kelas 1 SMPN 5 Banjarmasin? Sejalan dengan itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode kontekstual dalam pembelajaran menulis cerpen siswa kelas 1 SMPN 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif.
Dari penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
(1) Kemampuan menulis cerpen tiap-tiap siswa berbeda.
(2) Kemampuan menulis cerpen siswa sudah cukup baik.
(3) Proses pembelajaran menulis cerpen siswa kelas 1 SMPN 5 Banjarmasin dengan metode kontekstual telah berjalan dengan cukup baik
(4) Kemampuan menulis cerpen siswa dengan metode kontekstual berjalan sesuai dengan prosedur pembelajaran.

Baca selengkapnya…

ANALISIS STRUKTURAL TEMA DAN TOKOH CERITA DALAM KUMPULAN NASKAH SANDIWARA TVRI TAHUN 1978 KARYA PEDRO SUDJONO

Karya sastra dapat tercipta setiap saat, karena karya sastra merupakan kreativitas dan rekaan pengarang berdasarkan pengalaman jiwa yang diperolehnya dari lingkungan kehidupan di sekitarnya. Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 dipilih sebagai bahan penelitian karena Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 merupakan naskah yang mengandung makna religius, dan cocok dikaji dari sudut struktural. Selain itu, untuk memahami karya sastra tidak cukup hanya mengerti jalan ceritanya saja, tetapi dibutuhkan pengetahuan tentang struktural untuk mengetahui jalan cerita. Tujuan penelitian adalah: 1) Mendeskripsikan tema cerita dalam Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 karya Pedro Sudjono, 2) Mendeskripsikan tokoh cerita dalam Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 karya Pedro Sudjono, 3) Mendeskripsikan penokohan dan perwatakan dalam Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI tahun 1978 karya Pedro Sudjono.
Subjek penelitian ini yaitu Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 karya Pedro Sudjono. Objek penelitian berupa tema dan tokoh cerita Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI tahun 1978 karya Pedro Sudjono. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik baca catat. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini ialah kartu-kartu pencatat data yang digunakan untuk mencatat tema dan tokoh cerita. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan 1) Tema Cerita dalam Kumpulan Naskah Sandiwara TVRI Tahun 1978 karya Pedro Sudjono sebagai berikut (a) naskah “Keris” termasuk jenis tema beraliran realisme psikologis, (b) naskah “Tanpa Pamrih” termasuk jenis tema yang beraliran realisme sosial, (c) naskah “Ibu Mertua” termasuk jenis tema yang beraliran realisme sosial, (d) naskah “Tangan Terkutuk” termasuk jenis tema yang beraliran romantik, dan (e) naskah “Sebuah Novel” termasuk jenis tema yang beraliran realisme sosial

Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 257 pengikut lainnya.