Beranda > Skripsi Manajemen > Pengaruh Penempatan (Positioning) Produk Terhadap Citra Produk (Studi pada Pengguna Kartu Handphone simPATI di Kota Blitar

Pengaruh Penempatan (Positioning) Produk Terhadap Citra Produk (Studi pada Pengguna Kartu Handphone simPATI di Kota Blitar

Januari 3, 2010

Mengingat semakin berkembangnya kemajuan teknologi di era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk dapat bertahan dan bersaing didunia bisnisnya. Salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan agar mampu bersaing adalah dengan menerapkan suatu penempatan (positioning) antara produk suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Dengan melakukan penempatan (positioning) produk, suatu produk akan membentuk citra produk tertentu di benak konsumen. Dalam usahanya untuk mampu bersaing dengan membentuk citra produk yang baik di benak konsumen membuat PT. Telkomsel juga melakukan penempatan (positioning) produk yang meliputi atribut produk, harga dan kualitas produk, penggunaan produk, pesaing produk, dan manfaat produk.
Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan pengaruh penempatan (positioning) produk terhadap citra produk pada pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar. Subyek penelitian ini adalah penempatan (positioning) produk terhadap citra produk pada pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar. Variabel independent (X) pada penelitian ini adalah atribut produk (X1) , harga dan kualitas produk (X2), penggunaan produk (X3), pesaing produk (X4), manfaat produk (X5). Sedangkan variabel dependent (Y) dalam penelitian adalah citra produk.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna kartu handphone simPATI di Kota Blitar yang berjumlah 332.000 pelanggan.

Perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin mengglobal membawa dampak pada dunia usaha. Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi, dunia usaha dituntut untuk selalu dapat bersaing dalam hal peningkatan mutu produk barang dan jasa. Salah satu kemajuan teknologi tersebut adalah di bidang komunikasi yang ditandai dengan adanya berbagai alat komunikasi yang diciptakan untuk memudahkan sistem komunikasi bagi masyarakat.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana komunikasi menjadikan alat komunikasi sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan akan kebutuhan informasi yang cepat dan mudah membuat para produsen yang bergerak dalam bidang komunikasi melakukan inovasi baru dengan meciptakan alat komunikasi yang praktis, salah satunya yaitu menciptakan telepon seluler (ponsel) atau yang lebih dikenal dengan istilah handphone.
Bisnis ponsel pada saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal tersebut ditandai dengan adanya berbagai macam variasi ponsel. Di Indonesia ponsel sudah dipergunakan sebagian lapisan masyarakat kota maupun pedesaan.Hal ini menunjukkan bahwa ponsel sudah menjadi kebutuhan yang sudah dapat dijangkau oleh beberapa lapisan masyarakat.
Dengan adanya persaingan antar perusahaan telekomunikasi, diperlukan berbagai macam strategi untuk tetap bertahan dalam pasar dan menjaring minat konsumen. Dengan semakin gencarnya strategi yang dikeluarkan perusahaan telekomunikasi dalam rangka menjaring konsumen berdampak pada kemudahan yang akan dirasakan masyarakat berbagai kalangan untuk menikmati teknologi ponsel. Kemudahan tersebut antara lain karena adanya fasilitas prabayar melalui kartu seluler dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Perusahaan telekomunikasi yang ada sampai saat ini yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat Satelindo, PT. Excelcomindo, Mobile-8, Bakrie, Lippo, dan Hutchison CP Telecommunication (Hcp3). Diantara perusahaan tersebut bahkan ada yag mengeluarkan produk kartu prabayar lebih dari satu baik yang bergerak dalam jaringan GSM (General System Mobile) maupun CDMA (Code Division Multiple Acces), misalnya Tekomsel mengeluarkan produk simPATI, kartu AS, kartuHALO dan yang terbaru adalah HALO-HYBRID serta Indosat Satelindo dengan produk IM3, Mentari dan Matrix.
Muhtar (www.pikiran-rakyat.com) mengatakan bahwa ”sengitnya persaingan antar operator seluler dalam mempertahankan pelanggan dan menarik pelanggan baru sangat menguntungkan masyarakat”. Para pelanggan bisa menikmati pesta tarif karena para operator ramai-ramai menurunkan tarif mereka. Dalam menghadapi persaingan, perusahaan tidak hanya dituntut untuk selalu berinovasi terhadap produk, tetapi bagaimana perusahaan bisa membangun citra bahwa komunikasi seluler merupakan bagian dari hidup keseharian serta memberikan kemudahan berkomunikasi sehingga produk tersebut mampu mencabut perhatian pasar dan menciptakan kesan produk yang baik dan melekat pada konsumen sasaran agar konsumen tertarik dan loyal terhadap produk tersebut. Salah satu cara untuk merebut perhatian pasar dan membentuk citra produk yang baik kepada konumen adalah dengan melakukan strategi penempatan (positioning) produk.
Tjiptono (1997:69) mendefinisikan positioning sebagai ”tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat pokok yang istimewa dari produk di dalam pasar”. Suatu perusahaan yang telah berhasil memposisikan produknya dengan baik berarti perusahaan tersebut berhasil dalam menanamkan suatu citra produknya pada pikiran konsumen. Begitu pentingnya penempatan (positioning) produk sehingga setiap perusahaan yang berhasil dalam menempatkan produknya secara efektif akan dapat menonjolkan karakteristik produknya di pasar sehingga dapat dengan mudah dikenali dan dibedakan dengan produk lain yang mengakibatkan minat konsumen untuk membeli produk tersebut.
Kartu simPATI merupakan produk kartu seluler prabayar yang dikeluarkan oleh PT. Telkomsel selain kartu AS dan kartuHALO. Ada berbagai macam jenis kartu simPATI yang dikeluarkan Telkomsel diantaranya simPATI Nusantara, simPATI Multimedia, simPATI Zone, simPATI Hoki dan HALO-Hybrid (perpaduan antara kartu simPATI dengan kartuHALO). Keunggulan Kartu Prabayar simPATI dari Telkomsel, seperti keamanan (bebas dari penyadapan dan penggandaan), aksesbilitas, harga yang terjangkau, mutu prima serta jangkauan yang luas menjadikan simPATI mendapat nilai maksimal dari aneka pelayanan yang berkesinambungan dari kartu simPATI dimana seluruh features dan VAS (Value Added Service) yang ada pada kartuHALO terdapat juga di simPATI. Selain kemampuan yang umum menelepon dan menerima telepon dari sembarang tempat dan kapan saja, keunggulan simPATI adalah daya jelajahnya yang bisa menjangkau wilayah-wilayah di seluruh Nusantara sehingga pelanggan mudah dihubungi dan menghubungi di mana saja dan yang terpenting tidak perlu repot dengan persyaratan administratif. Telkomsel sebagai salah satu operator seluler di Indonesia saat ini masih menguasai pangsa pasar seluler di Indonesia, seperti terlihat pada Tabel 1.1

Dengan menjadi market leader pada pangsa pasar kartu GSM, kartu simPATI merupakan kartu ponsel yang memiliki jumlah pelanggan terbesar di Indonesia. Sehingga kartu simPATI merupakan kartu ponsel yang mendapat tempat tersendiri bagi pengguna kartu prabayar.
Dari latar belakang permasalahan di atas maka penting dilakukan penelitian, agar memperoleh keyakinan bahwa penempatan (positioning) produk berpengaruh terhadap citra produk. Oleh karena itu dalam penulisan skripsi ini penulis mengajukan judul penelitian tentang, “Pengaruh Penempatan (Positioning) Produk Terhadap Citra Produk (Studi pada Pengguna Kartu Handphone simPATI di Kota Blitar)”.

%d blogger menyukai ini: