Beranda > Skripsi Manajemen > PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN PERIKLANAN MELALUI MEDIA TELEVISI TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN SABUN DETERJEN SO KLIN

PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN PERIKLANAN MELALUI MEDIA TELEVISI TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN SABUN DETERJEN SO KLIN

Januari 3, 2010

Pertumbuhan ekonomi yang pesat menyebabkan terjadinya persaingan antar produk dalam suatu industri. Industri toiletris dan kosmetik merupakan salah satu jenis industri yang mengalami pertumbuhan. Diantara berbagai produk toiletris yang ada, Industri sabun cuci deterjen berkembang dengan pesat menjadi industri besar dengan pendapatan triliunan rupiah per tahun. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi pasar dan tingkat konsumsi deterjen yang pertumbuhannya dari tahun ke tahun terus naik.
Tingkat kepuasan pelanggan terhadap sabun deterjen So Klin selama 2005 hingga 2006 mengalami penurunan yang diikuti dengan penurunan pangsa pasar. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk menciptakan suatu strategi pemasaran yang dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian. Salah satu caranya ialah dengan mengadakan promosi untuk mengkomunikasikan produk mereka pada masyarakat luas. Promosi yang dapat dilakukan diantaranya adalah melalui media periklanan dan promosi penjualan.
Berdasarkan permasalah tersebut maka diadakan penelitian mengenai pengaruh promosi penjualan dan periklanan melalui media televisi terhadap proses keputusan pembelian. Yang menjadi objek penelitian adalah ibu-ibu di wilayah Kelurahan Baros Kota Cimahi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah promosi penjualan (X1) dan periklanan melalui media televisi (X2), sedangkan untuk variabel terikat (Y) adalah proses keputusan pembelian. Jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif verifikatif, dan metode yang digunakan adalah survei dengan teknik Cluster dan stratified Random sampling, dengan jumlah sampel sebesar 100 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah teknik regresi ganda dengan menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t, dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh promosi penjualan dan periklanan melalui media televisi secara bersama-sama terhadap proses keputusan pembelian adalah sebesar 59,3%.
Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pemberian hadiah langsung dan variasi iklan televisi sebagai salah satu strategi pemasaran dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan membeli.

Perubahan besar dalam sistem perekonomian dan globalisasi telah menimbulkan dinamika aktivitas perdagangan dan bisnis di seluruh dunia. Fenomena tersebut diikuti dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Berbagai hal tersebut dapat menjadi ancaman atau juga peluang bagi suatu perusahaan.
Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor industri tumbuh dengan pesat, sehingga menyebabkan persaingan yang semakin ketat antar perusahaan. Tingginya tingkat persaingan membuat pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus berupaya agar keberadaannya tetap diakui dan kemudian menarik konsumen pada keputusan pembelian.
Pertumbuhan industri yang pesat dengan kemampuan berproduksi yang tinggi menyebabkan produk-produk yang tersedia sangat melimpah. Produk-produk dari berbagai jenis industri tersebut bersaing untuk merebut pangsa pasar. jenis-jenis industri dan pertumbuhan ukuran pasar dapat dilihat dalam Tabel 1.1.
Pertumbuhan pesat dalam industri deterjen itu ditunjang oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semula cukup menggunakan pembersih tradisional beralih ke produk pembersih modern, seiring meningkatnya taraf hidup mereka.
Prospek industri deterjen yang diperkirakan tetap bagus salah satunya disebabkan jumlah penduduk Indonesia yang terus bertambah dan taraf hidup yang semakin baik yang akan mendorong peningkatan konsumsi deterjen. Konsumsi deterjen per kapita diperkirakan akan terus bergerak sejalan dengan pertumbuhan gross domestik product (GDP) setiap tahun. Artinya semakin meningkat pendapatan masyarakat, maka konsumsi deterjen juga akan meningkat, begitu pula sebaliknya.
Saat ini industri deterjen di Indonesia didominasi oleh lima perusahaan utama yaitu PT Unilever Indonesia Tbk dengan merek Rinso, Surf, Omo, Superbusa dan Sunlight. Wings Group dengan merek utama So Klin, Daia, Wings, Ekonomi, Ekstra Aktif dan Cemerlang. PT Sinar Antjol dengan merek B-29, PT Jayabaya dengan merek Kucing Anggora, Suroboyo dan PT Kao dengan merek utama Attack, Dino.
Besarnya potensi pasar deterjen domestik, mendorong para pengusaha deterjen untuk membangun berbagai strategi. Para pengusaha dalam industri ini bersaing melakukan strategi untuk meraih konsumen dan memberikan kepuasan kepada konsumen tersebut.

Tabel 1.2 dan 1.3 menggambarkan tingkat persaingan yang ada dalam industri sabun deterjen. Persaingan yang terjadi pada industri tersebut sangatlah tinggi, hal tersebut terlihat dalam urutan pemenang ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award) yang berubah dari tahun ke tahun. Pada survei kepuasan pelanggan 2005 hingga 2006 posisi teratas pada produk sabun cuci bubuk dikuasai oleh Attack dan Rinso. Pada tahun 2005 So Klin berada pada posisi ketiga dibawah posisi Rinso dan Attack dan lebih unggul dibandingkan Daia dan Surf. Pada tahun 2006 posisi So Klin diungguli oleh Daia dan Surf sehingga turun pada posisi kelima.
Penurunan posisi pada tingkat kepuasan pelanggan sabun deterjen So Klin juga diikuti dengan penurunan pangsa pasar sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 1.4.
Berdasarkan Tabel 1.4 dapat dilihat bahwa pada tahun 2004 So Klin memperoleh pangsa pasar sebesar 9,9% kemudian pada pada tahun 2005 SoKlin mengalami penurunan pangsa pasar menjadi 7,09%. Pada tahun 2006 pangsa pasar So Klin kembali turun menjadi 7,01 %.
Tingginya persaingan dalam industri sabun deterjen membuat perusahaan-perusahaan yang ada harus bekerja keras untuk meraih konsumen. Upaya untuk merebut pengakuan dari pelanggan, erat kaitannya dengan merancang strategi pemasaran yang unggul dengan memperhitungkan strategi pesaing. Untuk dapat merancang strategi pemasaran yang unggul, peran dari bauran pemasaran (marketing mix) sangatlah penting, karena tugas dasar dari pemasaran adalah mengkombinasikan keempat elemen dari bauran pemasaran (Product, Promotion, Price, Place) ke dalam program pemasaran untuk dapat menarik konsumen yang berpotensi melakukan pembelian.
Salah satu cara untuk menarik konsumen pada keputusan pembelian ialah dengan mengadakan promosi dengan gencar untuk mengkomunikasikan produk perusahaan pada masyarakat luas. Promosi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media periklanan, promosi penjualan, dan lain sebagainya.
Promosi penjualan yang dilakukan dalam industri ini sangat beragam, akan tetapi pada umumnya promosi penjualan yang dilakukan berupa program pemberian hadiah langsung. Seperti halnya yang dilakukan oleh So Klin. Promosi yang dilakukan dengan gencar ialah pemberian hadiah langsung berupa piring porcelain untuk pembelian So Klin Power 1 kilogram, mangkok cantik untuk pembelian So Klin Higinis 1 kilogram dan bonus isi 10% lebih banyak untuk So Klin MB.
Persaingan yang tinggi dalam industri sabun deterjen ini diantaranya ditandai dengan munculnya berbagai iklan sabun deterjen terutama melalui media televisi. Masing-masing produsen berusaha untuk memberikan informasi mengenai produknya dan menarik minat konsumen untuk membeli dengan menyajikan berbagai macam iklan.
Setiap produsen sabun deterjen berusaha untuk menunjukkan keunggulan produknya kepada konsumen melalui iklan televisi. So Klin mencoba menarik konsumennya dengan menayangkan 2 macam iklan yang keduanya memberikan informasi bahwa So Klin adalah sabun deterjen yang dapat mencuci lebih banyak hanya dengan menggunakan sedikit sabun deterjen. Hal tersebut merupakan usaha So Klin untuk menyatakan bahwa So Klin merupakan sabun deterjen yang lebih hemat dibandingkan sabun deterjen lainnya. Masing-masing produsen sabun deterjen berusaha untuk menanamkan produknya dalam pikiran konsumen dengan menciptakan berbagai slogan dan iklan dengan kreatifitas yang beragam.
Berbagai strategi yang dilakukan oleh produsen sabun deterjen So Klin tersebut merupakan usaha mereka untuk menarik konsumen pada keputusan pembelian. Dari uraian-uraian tersebut maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Promosi Penjualan dan Periklanan Melalui Media Televisi Terhadap Proses Keputusan Pembelian Produk Sabun Deterjen So Klin (Survei pada Ibu-ibu Di Kelurahan Baros Kota Cimahi).

%d blogger menyukai ini: