Beranda > Skripsi Manajemen > PENGARUH UPAH BORONGAN DAN UPAH PERPOTONG TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI CV. STING RAY CLOTING DENPASAR

PENGARUH UPAH BORONGAN DAN UPAH PERPOTONG TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI CV. STING RAY CLOTING DENPASAR

Januari 3, 2010

Produktivitas suatu perusahaan menggambarkan kinerja internal perusahaan mencerminkan berhasil tidaknya suatu sistem kerja pemisahaan di dalam menghasilkan output berupa barang atau jasa sebesar-besarnya dengan input berupa material atau sumber daya perusahaan dengan sehemat-hematnya. Demikian pula halnya dengan CV. Sting Ray Clothing Denpasar dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawannya melaksanakn pemberian upah baik borongan maupun upah perpotong Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat di simpulkan dalam penelitian ini adalah : .Bahwa pengaruh upah borongan terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar adalah terdapat pola pengaruh positif variabel bebas upah borongan terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar. Besarnya koefesien korelasi (r) dapat diketahui dari besarnya correlations hasil perhitungan pada lampiran 5, yaitu 0,963. Nilai R = 0,982 memiliki tanda positif, berarti hubungan yang ada adalah positif atau searah. Koefesien determinasi sebesar 96,3 % berarti bahwa pengaruh upah per potong terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar adalah sebesar 0,10 % sedangkan sisanya sebesar 100% – 96,3% = 3,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Pengaruh upah per potong terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar adalah terdapat pola pengaruh positif variabel bebas upah per potong terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar, Besarnya koefesien korelasi (r) dapat diketahui dari besarnya correlations hasil perhitungan pada lampiran 6, yaitu 1.00. Nilai r = 1.00 memiliki tanda positif, berarti hubungan yang ada adalah positif atau searah. Besarnya koefesien korelasi (r) dapat diketahui dari besarnya correlations hasil perhitungan pada lampiran 7, yaitu 1.00. Nilai r = 1.00 memiliki tanda positif, berarti hubungan yang ada adalah positif atau searah. Koefesien determinasi sebesar 100 % berarti bahwa pengaruh upah per potong terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Sting Ray Cloting Denpasar adalah sebesar 100 % sedangkan sisanya sebesar 100% – 100% = 0% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berkenaan dengan hasil yang diperoleh dari penelitian ini maka hal-hal yang dapat disarankan adalah : pimpinan perusahaan perlu memperhatikan tentang sistem lingkungan kerja fisik yang memfokuskan pada apa yang dirasakan dalam diri karyawannya dalam melakukan pekerjaan.

Setiap perusahaan tentunya menginginkan agar usahanya berkembang secara berkesinambungan dan memperoleh laba, namun untuk menjamin kesinambungan perusahaan perlu adanya perpaduan dari enam aspek faktor produksi yaitu man, money, materials, methods, market, machine, Sesuai dengan kodratnya, kebutuhan manusia sangat beraneka ragam, baik jenis maupun tingkatnya, bahkan manusia memiliki kebutuhan yang cenderung tak terbatas. Artinya kebutuhan selalu bertambah dari waktu ke waktu dan manusia selalu berusaha dengan segala kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Kebutuhan manusia diartikan sebagai segala sesuatu yang ingin dimilikinya, dicapai dan dinikmati. Untuk itu manusia terdorong untuk melakukan aktivitas sehingga tujuan perusahaan tercapai yaitu peningkatan produktivitas.
Produktivitas suatu perusahaan menggambarkan kinerja internal perusahaan mencerminkan berhasil tidaknya suatu sistem kerja pemisahaan di dalam menghasilkan output berupa barang atau jasa sebesar-besarnya dengan input berupa material atau sumber daya perusahaan dengan sehemat-hematnya. Ahmad Tohardi (2002:448), menyatakan bahwa: “Produkdvitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara out put (keluaran) dan input (masukan)”. Produktivitas kerja karyawan sangat menentukan maju mundurnya suatu perusahaan, di dalam organisasi peranan manusia merupakan modal dasar dalam menentukan tercapai tidaknya tujuan dari pada organisasi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu diperlukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia secara efektif demi kelancaran proses kegiatan dalam suatu organisasi yang akan datang. Berbagai cara dan pendekatan dapat dilakaikan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan, salah satunya adalah upah. Hasibuan (2003:133) menyatakan bahwa : “Upah adalah balas Jasa yang dibayarkan kepada pekerja harian dengan berpedoman atas perjanjian yang disepakati membayarnya”. Dengan demikian upah sangat diperlukan oleh setiap karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Demikian pula halnya dengan CV. Sting Ray Clothing Denpasar dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawannya melaksanakn pemberian upah baik borongan maupun upah perpotong adalah sebagai berikut :

TABEL : 1
BIAYA UPAH BORONGAN DAN JUMLAH PRODUKSI DI CV. STING RAY CLOTHING DENPASAR 2007

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa selama periode Januari – Desember 2007 nampak jumlah biaya upah borongan berjumlah Rp 183.000.000 atau dengan rata-rata sebesar Rp 15.250 000 dan jumlah produksi berjumlah sebanyak 212.800 pcs atau rata-rata sebanyak 17.733 pcs.

TABEL : 2
BIAYA UPAH PERPOTONG DAN JUMLAH PRODUKSI DI CV. STING RAY CLOTHING DENPASAR 2007

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa selama periode Januari – Desember 2007 nampak jumlah biaya upah perpotong berjumlah Rp 280.100.000 atau dengan rata-rata sebesar Rp 23.341.000 dan jumlah produksi berjumlah sebanyak 189.900 pcs atau rata-rata sebanyak 15.825 pcs., sehingga dengan demikian penulis tertarik untuk meneliti tentang pengaruh upah barongan dan upah perpotong terhadap produktivitas kerja karyawan di CV. Sting Ray Clothing Denpasar.

%d blogger menyukai ini: