Beranda > Skripsi Manajemen > PERANAN KOMUNIKASI DAN SEMANGAT KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. INDO RAYA PRIMATEX JAKARTA

PERANAN KOMUNIKASI DAN SEMANGAT KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. INDO RAYA PRIMATEX JAKARTA

Januari 3, 2010

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui peranan komunikasi dan semangat kerja. Untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan pada PT. Indoraya Primatex. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian dengan melakukan pengumpulan data secara primer dan sekunder dan teknik pengolahan data melalui kuantitatif dan diskriptif kualitatif.
Didalam penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa antara komunikasi dan semangat kerja dengan prestasi kerja karyawan pada PT. Indoraya Primatex terdapat hubungan yang positif hal ini dapat dibuktikan melalui perhitungan statistik yang dilakukan.
Perhitungan regresi berganda didapatkan = 12,621 + 0,263 X1 + 0,472 X2 Artinya : Persamaan regresi tersebut memiliki intersep sebesar 12,621, hal ini menunjukkan apabila tidak dilakukan perubahan komunikasi dan semangat kerja, maka prestasi kerja diperoleh 12,621 satuan. Dengan melihat garis regresi tersebut dapat diketahui : Komunikasi (X1) mempunyai hubungan positif dengan prestasi kerja (Y). Artinya setiap penambahan komunikasi satu satuan akan mempengaruhi prestasi kerja sebesar 0,263 kali dengan asumsi semangat kerjtetap. Semangat kerja (X2) mempunyai hubungan positif dengan prestasi kerja (Y). Artinya setiap penambahan semangat kerja satu satuan akan mempengaruhi prestasi kerja sebesar 0,472 kali, dengan asumsi komunikasi tetap.
Dari hasil perhitungan korelasi didapat R2 = 0,81 yang mempunyai arti bahwa 81% dari variabel prestasi kerja (Y) secara bersama-sama dipengaruhi oleh variabel komunikasi dan semangat kerja, sedangkan sisanya sebesar 19% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Uji hipotesis yang dilakukan didapatkan uji t dengan derajat kebebasan n-3 = 15 – 3 = 12, maka t0.25(12) atas dasar nilai tabel = 0,695; thit b1 = 1,176 > ttb = 0,695 dan thit b2 = 5,187 > ttb = 0,695; artinya masing-masing variabel X1 (komunikasi) dan variabel X2 (semangat kerja) adalah signifikan pengaruhnya terhadap prestasi kerja (Y).
Uji “F” dengan derajat kebebasan pembilang 2 (=k-1=3-1) dan penyebut n-k (15-3=12), maka F0,05 (2) (12) = 3,88 dan F0.01 (2) (12) = 6,93 ; Fhit 487,952 > Ftb0,05 (2) (12) = 3,88 dan Fhit 487,952 > Ftb0.01 (2) (12) = 6,93 ; artinya masing-masing variabel X1 (komunikasi) bersama-sama dengan variabel X2 (semangat kerja) berpengaruh signifikan terhadap Y (prestasi kerja).
Dari hasil perhitungan yang akan menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara komunikasi dan semangat kerja dengan prestasi kerja pada PT. Indoraya Primatex, sebaiknya perusahaan terus melanjutkan upaya-upaya peningkatan terhadap kegiatan komunikasi dan semangat kerja agar prestasi kerja terus meningkat.

Berkat kemajuan teknologi yang demikian cepat, alat-alat komunikasi pun bertambah maju sehingga Interlokal antara Jakarta dan Surabaya, bahkan ke New York dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat. Berdasarkan hubungannya dengan kemajuan teknologi alat-alat komunikasi ini, ada orang yang menganggap bahwa suatu perusahaan yang telah menggunakan alat-alat komunikasi yang mutakhir atau modern telah melaksanakan komunikasi dengan baik.
Pendapat yang demikian sama sekali tidak dapat dibenarkan sebab meskipun suatu perusahaan telah menggunakan alat-alat komunikasi yang mutakhir, belumlah menjamin bahwa komunikasi dalam perusahaan tersebut telah dilaksanakan dengan baik, dapat saja terjadi dalam suatu perusahaan yang telah menggunakan alat-alat komunikasi yang serba modern bisa terjadi miss communication.
Dapat ditarik kesimpulan meskipun telah menggunakan alat-alat komunikasi yang mutakhir, apabila perusahaan tidak dapat menciptakan jalinan pengertian yang baik dalam komunikasi, meskipun menggunakan alat modern hampir tidak ada artinya.
Selanjutnya dapat dikatakan bahwa komunikasi itu tidak hanya penyampaian informasi dan pengertian yang diterima oleh penerima pesan, tetapi lebih jauh lagi yaitu dapat membentuk perilaku organisasional yang diharapkan semua fungsionaris organisasi tahu akan tugas pokok, wewenang serta tanggung jawabnya dalam menjalankan roda organisasi.
Komunikasi akan memelihara dan menggerakan kehidupan kelompok, juga sebagai penggerak untuk menggambarkan aktivitas manusia. Jadi komunikasi yang baik dalam hal ini manajer tingkat menengah dan karyawan pelaksana akan memberikan dampak atau pengaruh terhadap pretasi kerja.
Semangat kerja atau gairah melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih baik. Karyawan yang mempunyai semangat kerja yang tinggi akan berdampak terhadap sikap yang mau sepenuhnya memanfaatkan keterampilan, konsentrasi pekerja serta kemampuan-kemampuan lain untuk dapat mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan itu sendiri.
Dalam tujuan pencapaian prestasi karyawan yang maksimal, sangat dibutuhkan peranan dari komunikasi dan semangat kerja yang tinggi dari karyawan. Agar komunikasi berjalan efektif dan semangat kerja karyawan tercipta dengan baik, perlu dorongan dan motivasi yang besar dari pimpinan perusahaan.
Berdasarkan latar belakang diatas penulis mengambil judul : “Peranan Komunikasi Dan Semangat Kerja Untuk Meningkatkan Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Indoraya Primatex”.

%d blogger menyukai ini: