Beranda > Skripsi Komputer/Informatika > PROGRAM APLIKASI UNDERWRITING DAN PENCETAKAN POLIS SURETY BOND PADA PT. ASEI (ASURANSI EKSPOR INDONESIA) CABANG BANDUNG

PROGRAM APLIKASI UNDERWRITING DAN PENCETAKAN POLIS SURETY BOND PADA PT. ASEI (ASURANSI EKSPOR INDONESIA) CABANG BANDUNG

Januari 3, 2010

PT. Asuransi Ekspor Indonesia merupakan perusahaan asuransi yang bergerak dibidang jasa, dalam pengolahan data khususnya data underwriting dan pencetakan polis, masih mengalami masalah seperti pembuatan underwriting dan polis yang masih menggunakan Microsoft word, pengolahan data principal dan obligee yang masih menggunakan cara manual, sehingga mempersulit perusahaan karena harus mengecek satu persatu dokumen yang ada.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, akan dibuat program aplikasi underwriting dan pencetakan polis surety bond untuk membantu bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan polis surety bond. Metode aliran data yang digunakan adalah metode terstruktur yang terdiri dari DFD (Data Flow Diagram) dalam menggambarkan model fungsional dan ERD (Entity Relationship Diagram) untuk menggambarkan model data.
Penerapan program aplikasi underwriting dan pencetakan polis surety bond dapat mengatasi permasalahan pada PT. Asuransi Ekspor Indonesia, seperti membantu bagian operasional dalam pengolahan data principal dan obligee melalui sistem komputerisasi, mengurangi kesalahan bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan polis surety bond yang masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Word pada sistem yang sedang berjalan, mempercepat bagian operasional dalam pembuatan underwriting dan pencetakan polis surety bond.

Kemajuan teknologi digital yang telah dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”nya. Pada awal tahun 1970-an, teknologi PC (Personal Komputer) mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti minicomputer. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi ketika komputer hanya menjadi “milik pribadi” devisi EDP perusahaan, diera teknologi informasi setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end user computing). Pada awal tahun 1980 mulai diperkenalkan era sistem informasi. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) adalah salah satu pendukung pengembangan ekspor non-migas nasional. Dalam menjalankan bidang usahanya, ASEI membutuhkan sistem komputerisasi yang dapat mendukung semua kegiatan perusahaan, terutama dalam pembuatan underwriting (proses menganalisa reisiko-risiko baik secara financial maupun non financial yang timbul akibat ketidak mampuan principal atas asuransi dalam kontrak) dan pencetakan polis (surat jaminan atau sertifikat dari pihak penanggung (surety) kepada tertanggung (obligee) untuk menjamin atau menanggung risiko yang mungkin terjadi terhadap pihak tertanggung). Kendalanya adalah pembuatan underwriting dan pencetakan polis masih dilakukan dengan menggunakan Microsoft Word. Begitu juga dengan data principal dan data obligee (receiver) sendiri yang masih di input dengan cara manual. Hal ini mempersulit perusahaan karena perusahaan harus mengecek satu persatu underwriting yang telah dibuat agar tidak terdapat underwriting yang sama. Dan data-data yang dibutuhkan masih berupa dokumen-dokumen yang sewaktu-waktu bisa berubah, hilang atau rusak. Sehingga informasi yang dibutuhkan tidak akurat dan efisien.
Berdasarkan wawancara dengan pihak ASEI, ASEI membutuhkan suatu sistem informasi yang lebih akurat dan cepat untuk membuat underwriting yang memerlukan data principal dan obligee dengan tepat. Selain itu waktu yang dibutuhkan untuk membuat underwriting akan lebih efisien dibanding dengan menggunakan Microsoft Word. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dibuatlah “PROGRAM APLIKASI UNDERWRITING DAN PENCETAKAN POLIS SURETY BOND PADA PT. ASEI (ASURANSI EKSPOR INDONESIA) CABANG BANDUNG”.

%d blogger menyukai ini: