Beranda > Skripsi Komputer/Informatika > Perancangan Sistem Informasi Presensi Berbasis Biometrics (Sidik Jari) Guna Monitoring Kedisiplinan Kerja Karyawan PT.Yamaha.

Perancangan Sistem Informasi Presensi Berbasis Biometrics (Sidik Jari) Guna Monitoring Kedisiplinan Kerja Karyawan PT.Yamaha.

Januari 4, 2010

Salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) adalah faktor presensi karyawan, karena dapat menentukan prestasi kerja dan kenaikan pangkat karyawan. Agar presensi karyawan ini dapat berjalan dengan baik diperlukan sebuah sistem dan teknologi informasi yang dapat mendukung faktor presensi. Sistem informasi presensi berbasis biometrics (sidik jari) pada PT.Yamaha merupakan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan informasi dalam penyelenggaraan presensi yang ada pada perusahaan tersebut.
Sebuah sistem informasi tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik jika sistem tersebut tidak mengalami perkembangan atau pembaruan. Setelah dilakukan analisis terhadap sistem informasi presensi karyawan yang berjalan, ditemukan beberapa kelemahan diantaranya peluang hilangnya kartu, kesalahan atau ketidakakuratan pencatatan waktu kerja karyawan. Selain itu kemungkinan terjadinya ketidakjujuran karyawan dimana rekan sekerja yang lain mencatatkan waktu kerja yang bukan dirinya, buddy punching. Hal ini membuat pencatatan waktu kehadiran karyawan menjadi tidak akurat.
Perancangan sistem informasi presensi berbasis biometrics (sidik jari) diharapkan dapat membantu memecahkan masalah yang ada terutama masalah pencatatan kehadiran, pengolahan data kehadiran, dan pembuatan laporan yang masih lambat. Perancangan sistem yang baru ini juga diharapkan dapat memperbaiki sistem lama dengan penyajian informasi yang lebih cepat, tepat, dan akurat.

Menghadapi era globalisasi saat ini, kinerja karyawan yang baik pada sebuah perusahaan diperlukan untuk dapat memuaskan pengguna jasanya. Salah satu unsur penunjang kinerja adalah kehadiran di tempat kerja yang tercatat. Salah satu cara pencatatan kehadiran karyawan adalah dengan alat yang otomatisasi atau komputerisasi.
PT.Yamaha Indonesia Motor Mfg (YIMM) merupakan perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing ) yang bergerak di bidang pembuatan dan perakitan sepeda motor ( motor cycle) serta pengadaan onderdilnya (spare parts). Sejarah Yamaha dimulai pada tanggal 6 Juli 1974 dengan tujuan untuk menjadi perusahaan sepeda motor berkualitas yang terkemuka di Indonesia. PT.YIMM mempunyai peran penting sebagai pelaku dan pendukung perekonomian nasional, baik dalam peluang kesempatan kerja maupun dari segi keberhasilan dalam pengembangan pangsa pasar ekspor keseluruh dunia. Dengan memiliki kurang lebih 6500 karyawan, PT.YIMM mampu mempertahankan standar mutu yang tinggi dalam proses manafaktur, dimulai dari penelitian dan pengembangan produksi yang dibuktikan dengan meraih ISO 9001:2000 pada bulan Agustus 2001. Dalam upaya pencapaian produktivitas kerja yang baik, faktor kehadiran karyawan merupakan hal yang penting, terutama berhubungan dengan produksi, penggajian, kedisiplinan kerja dan prestasi kerja. Pencatatan presensi karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Sistem pencatatan kehadiran karyawan PT.YIMM sekarang ini masih menggunakan alat pencatat yang konvensional, dimana pencatatan presensi dan pelaporannya menggunakan kartu presensi dimana pada presensi tersebut tertera waktu kedatangan dan kepulangan karyawan yang tercetak secara manual.
Saat ini PT.YIMM belum menggunakan sistem komputerisasi. Seiring dengan perkembangannya, perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup banyak, membutuhkan perbaikan tahap demi tahap dalam pencatatan kehadiran karyawan. Sistem yang sedang berjalan ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya terbukanya peluang hilangnya kartu, kesalahan atau ketidakakuratan pencatatan waktu kerja karyawan. Juga terbuka kemungkinan terjadinya ketidakjujuran karyawan dimana rekan sekerja yang lain mencatatkan waktu kerja yang bukan dirinya dengan istilah buddy punching. Hal ini membuat pencatatan waktu kehadiran karyawan menjadi tidak akurat.
Pada Sistem pencatatan kehadiran karyawan yang belum terkomputerisasi, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengentry data. Oleh karena itu, untuk memperbaiki sistem ini maka dibuat suatu sistem absensi berbasis biometrics ( sidik jari ), yang lebih akurat dalam mengidentifikasi seseorang lewat sidik jari.
Biometrics merupakan pengembangan dari metoda dasar identifikasi personal yang menggunakan karaktristik alami manusia sebagai basisnya. Karakteristik yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah sidik jari. Sidik jari telah lama digunakan sebagai pengidentifikasi personal karena sifatnya yang unik. Sistem presensi sidik jari merupakan salah satu solusi yang dapat mengatasi masalah kehadiran karyawan pada sebuah perusahaan terutama yang memiliki banyak karyawan. Kerja sistem ini sangat cepat karena sistem biometrics ini dapat segera memberikan laporan waktu kedatangan/kepulangannya, sesuai dengan waktu di clock komputer. Pada sistem ini, proses pengambilan informasi kehadiran karyawan hampir 100% akurat karena didasarkan sidik jari masing-masing karyawan. Proses pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara otomatis oleh sebuah komputer khusus.
Berdasarkan ketertarikan pada komputerisasi pencatatan presensi di atas, maka penulis mengajukan perancangan sistem informasi dalam bentuk penulisan skripsi berjudul ”Perancangan Sistem Informasi Presensi Berbasis Biometrics (Sidik Jari) Guna Monitoring Kedisiplinan Kerja Karyawan PT.Yamaha.”

%d blogger menyukai ini: