Beranda > Skripsi Komputer/Informatika > PERBANDINGAN TOOL UNTUK MEMBANGUN ONTOLOGY BERBASIS RDF/OWL DAN ILUSTRASI IMPLEMENTASINYA

PERBANDINGAN TOOL UNTUK MEMBANGUN ONTOLOGY BERBASIS RDF/OWL DAN ILUSTRASI IMPLEMENTASINYA

Januari 4, 2010

Dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini maka sifat informasi sekarang ini juga mengalami perkembangan. Perkembangan ini mendorong sumber informasi menjadi semakin dinamis, otonomi, beragam dan berukuran besar. Keragaman yang terjadi tidak saja pada tingkat teknis tapi juga pada tingkat representasi informasi. Perbedaan ini bisa terjadi pada sintaktis, skematis dan semantik level. Karena keragaman ini, maka untuk pertukaran informasi antar berbagai sumber akan menjadi kendala. Untuk mengatasi kendala itu maka dikembangkan sebuah metode. Metode tersebut adalah Semantic Web dengan menggunakan pendekatan ontology. Karena metode tersebut baru berkembang, sehingga tool yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi tersebut masih terbatas dan belum mature.Melalui penulisan ini akan diuji coba beberapa tool yang yang dapat digunakan untuk pengembangan ontology berbasis RDF/OWL. Diharapkan dengan dilakukannya uji coba ini maka akan dapat memberikan kontribusi untuk para pengembang ontology dalam memilih tool yang sesuai dengan tujuan dan spesikasi ontology yang akan dibuatnya. Dalam penulisan ini juga akan dibuat sebuah ilustrasi pemanfaatan ontology dalam informasi interoperabilitas.

Berbagai kegiatan saat ini, sangat membutuhkan berbagai informasi, seperti untuk perencanaan, pengambilan keputusan, evaluasi dan sebagainya. Sumber informasi saat ini semakin beragam dan banyak. Terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan internet, membuat sistem tidak ada batasan geogra dan waktu. Hal ini yang mendorong semakin memudahkan dalam pertukaran informasi, selain itu juga timbul keragaman sumber informasi. Sumber informasi yang telah tersedia dewasa ini memiliki metode penyajian yang berbeda-beda walaupun tujuan dari pembuatan atau penyajian web tersebut sama. Ini dikarenakan teknologi web memiliki tingkat autonomi yang tinggi. Hal ini juga yang membutuhkan metode penafsiran yang berbeda-beda untuk masing-masing web tersebut walupun pada akhirnya akan memiliki hasil yang sama.
Sebuah halaman web, dapat menyajikan informasi dalam berbagi format, seperti gambar, data, suara, video. Kemudahan ini juga dapat berakibat sebuah informasi dapat berubah isinya atau koneksinya setiap waktu tanpa ada yang dapat mengaturnya. Informasi di internet juga terbuka sehingga memudahkan setiap orang untuk mengaksesnya, sehingga isu keamanan menjadi sangat penting. Walaupun sebuah halaman web telah dilindungi dengan berbagai macam metode keamanan, tetap saja informasi yang terdapat di dalamnya mudah untuk diakses orang. Sehingga sebuah informasi dapat diakses oleh orang yang tidak berhak. Setiap orang yang menginginkan sebuah informasi dapat dengan mudah didapat melalui media internet, walaupun informasi tersebut tidak sepenuhnya relevan dengan apa yang diinginkan oleh orang tersebut, oleh karena itu dibutuhkan sebuah metode pencarian informasi yang dapat setidaknya mendekati atau menyaring informasi yang diinginkan oleh orang tersebut. Keragaman yang terjadi juga ada ditingkat semantic. Contoh sederhana adalah adanya perbedaan pemahaman akan sebuah konsep. Konsep bisa dikatakan seperti pemahaman akan sebuah istilah. Perbedaan istilah yang berarti setiap istilah akan memiliki perbedaan arti tergantung penggunaan istilah tersebut dan siapa yang menggunakan istilah tersebut. Perbedaan tersebut dapat berupa sebuah istilah memiliki arti yang berbeda, atau istilah yang berbeda tetapi memiliki arti yang sama.
Hal lain pada tingkat semantik adalah taksonomi istilah. Dalam penyimpanan data juga dikenal yang namanya katalog, dalam dunia nyata katalog tersebut memiliki berbagai versi atau metode penyimpananya tergantung pemakai katalog tersebut. Pengelompokan akan terjadi beragam, sebagai contoh ular bisa digolongkan sebagai hewan berbisa, kelompok lain menggolongkan sebagai hewan melata. Perbedaan taksonomi atau katalog ini akan menjadikan masalah dalam akses informasi. Karena masalah keragaman tersebut, seperti yang telah dijelaskan di atas maka untuk pertukaran informasi akan menjadi suatu kendala yang sulit untuk dipertemukan tanpa ada solusi yang efektif. Salah satu pendekatan yang memungkinkan untuk menjembatani masalah ini adalah menggunakan Semantic Web yang memanfaatkan teknologi Ontology.

%d blogger menyukai ini: