Beranda > Skripsi Komputer/Informatika > SISTEM NAVIGASI KOMUNIKASI DAN VMS OFF LINE UNTUK KOMUNIKASI KAPAL UKURAN < 30 GT Sub judul

SISTEM NAVIGASI KOMUNIKASI DAN VMS OFF LINE UNTUK KOMUNIKASI KAPAL UKURAN < 30 GT Sub judul

Januari 4, 2010

Wilayah Indonesia yang sebagian besar laut membutuhkan suatu sistem komunikasi yang memenuhi standar keselamatan, baik untuk lalu lintas transportasi laut maupun kapal nelayan. Dalam proyek akhir ini akan dibuat sistem yang memanfaatkan teknologi wifi untuk memantau transportasi kapal kemudian hasil dari pemantauan ini akan ditampilkan di web sehingga memudahkan dalam pengawasan. Informasi yang ditampilkan di web ini meliputi data tracking kapal selama dalam coverage area dan blankspot area, tracking kapal ini memanfaatkan teknologi GPS untuk menentukan koordinat kapal. Kapal juga dapat mengirim informasi SOS jika kapal membutuhkan pertolongan. Selain itu Kapal dan NOC (Network Operation Center) bisa saling berkirim SMS. Hasil pemantauan kapal akan ditampilkan melalui website sehingga pemilik kapal bisa mengetahui dimana posisi kapal berada selama masih berada dalam jangkuan wifi. Untuk admin sistem sendiri bisa mengetahui seluruh kapal yang sudah terdaftar. Untuk membangun sistem tersebut, software yang diperlukan antara lain linux debian, PHP dengan modul mapserver dan MySQL

Saat ini, sebagian besar transportasi laut khususnya kapal-kapal nelayan dinegara kita tidak memiliki sistem yang menyediakan sarana untuk meningkatkan keselamatan dan pemantauan aktivitas pelayaran. Hal ini didukung dengan sikap pemerintah Indonesia yang tidak memiliki sistem keselamatan minimum bagi kapal. Akibatnya sering terjadi kecelakaan kapal dilaut yang tidak terdeteksi, sering terjadi pencurian hasil laut oleh kapal-kapal asing. Untuk menghindari hal seperti ini maka dibutuhkan sebuah sistem untuk monitoring kegiatan kapal dilaut yang mana sistem ini terintegrasi antara komunikasi voice, text(SMS), maupun data (SOS dan Posisi kapal).
Dalam proyek akhir ini akan dibuat sistem yang dapat memantau rute perjalanan kapal sehingga aktivitas kapal dapat dipantau dari NOC (Network Operation Center) termasuk jika kapal dalam kondisi membutuhkan pertolongan dengan mengirimkan tanda SOS ke NOC. Dalam dunia pelayaran, alat ini disebut juga Sistem NAVKOM yaitu perangkat transceiver yang digunakan untuk mengetahui posisi koordinat yang diperoleh dari Global Positioning Satellite (GPS) kemudian dikirim ke server sehingga dapat diketahui posisi dan rute kapal serta dapat melakukan komunikas dua arah dengan kapal selama kapal berada dalam coverage area, sedangkan VMS OFF LINE merupakan sistem monitoring keberadaan suatu kapal yang datanya disimpan dalam suatu buffer memory, sistem ini berfungsi apabila kapal berada di luar coverage area, dengan adanya buffer kapal akan bisa menyimpan data posisinya pada saat kapal berada di luar coverage area, sehingga pada saat kapal kembali mendapat sinyal dari coverage area kapal akan memberikan data posisinya selama berada di blank spot sehingga server akan bisa mencatat rute kapal secara keseluruhan. Pemilik kapal bisa memantau keberadaan kapal selama 24 jam melalui website.
Sistem yang nantinya dibuat akan memanfaatkan teknologi WiFi, GPS(Global Positioning System), dan PHP Mapserver. WiFi(Wireless Fidelity) merupakan suatu teknologi komunikasi data nirkabel berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11, dalam proyek akhir ini akan digunakan teknologi 802.11g sehingga kecepatannya bisa mencapai 54 Mbps. Pemilihan frekuensi yang tepat supaya daya jangkau antena bisa maksimal tentunya menjadi persoalan tersendiri disamping menghindari interferensi dari frekuensi yang sudah ada. GPS merupakan suatu sistem navigasi yang memanfaatkan teknologi satelit, GPS akan memberikan posisi kapal yang meliputi posisi altitude, longitude kecepatan serta arah. Mapserver merupakan pemrograman berbasis PHP yang berfungsi untuk mengakses dan menampilkan peta secara online melalui web. Track perjalanan kapal yang akan dikirim kapal dan diterima NOC sebelumnya disimpan dalam database MySQL.
Beberapa keuntungan diatas menggambarkan bahwa sistem ini memiliki nilai strategis dan menguntungkan bagi keselamatan pelayaran maupun bagi pemilik kapal untuk memantau keberadaan kapalnya.

%d blogger menyukai ini: