Beranda > Tak Berkategori > analisis dan perancangan situs web Pemda Garut Menggunakan Standarisasi W3C

analisis dan perancangan situs web Pemda Garut Menggunakan Standarisasi W3C

Januari 8, 2010

Badan Pengelolaan Perpustakaan, Kearsipan Informasi dan Telematika (BPPK- InTel), merupakan hasil penggabungan dari Kantor Perpustakaan, Kantor Arsip Daerah serta Kantor Informatika. Dibentuk berdasarkan peraturan daerah No. 9 tahun 2004 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah. BPPK- InTel adalah lembaga non dinas / badan yang merupakan unsur penunjang daerah yang dipimpin oleh seorang kepala badan yang berada dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui sekretaris daerah.
BPPK-InTel memegang peranan yang strategis untuk mendorong terwujudnya arus informasi yang luas. Dengan memberdayakan media informasi yang ada sebagai penyampai informasi kepada masyarakat serta mendorong terwujudnya masyarakat informasi yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat dan pemerintah atas apa yang telah disampaikannya.
Salah satu upaya dan bukti Pemkab Garut dalam upayanya mewujudkan visi dan misi Garut, adalah dengan dibangunnya situs http://www.garutkab.go.id yang memuat seluruh data dan informasi yang semuanya dikelola oleh BPPK-InTel. http://www.garutkab.go.id merupakan salah satu bentuk dari pemanfaatan dan pengembangan teknologi yang menyajikan berbagai data/ informasi yang penting untuk publik dan Pemerintah Kabupaten Garut sendiri.
Dalam kegiatan kerja praktek penulis mengalisis penerapan rekomendasi W3C pada situs http://www.garutkab.go.id dengan menggunakan model linear sekuensial sebagai metode untuk mengalisis penerapan rekomendasi tersebut.
Penerapan rekomendasi situs web W3C pada http://www.garutkab.go.id merupakan suatu hal yang sangat penting, dan secara langsung mendukung pencapaian tujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Dalam jangka waktu yang relatif singkat Internet dan World Wide Web (biasa disebut dengan web) telah berkembang dengan sangat pesat sehingga dapat melampaui kecepatan perkembangan teknologi lainnya di dunia. Internet dan web juga berkembang pesat dalam hal jangkauan dan luas bidang kegunaan yang secara nyata mempengaruhi beberapa aspek kehidupan. Industri, seperti manufaktur, biro perjalanan, rumah sakit, perbankan, pendidikan dan pemerintahan menggunakan web untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Saat ini banyak diantara kita bergantung pada sistem dan aplikasi yang menggunakan antarmuka web yang harus berjalan dengan baik dan terpercaya.
Dunia web sudah memasuki tahap konvergensi antara beberapa bidang yang berbeda diantaranya yaitu ; grafis, animasi, berita dan program komputer. Hal ini berdampak pada munculnya beraneka ragam website yang mampu menampilkan beragam tampilan yang futuristic dan artistik.
Namun tanpa disadari, pengembang web telah melupakan hal yang sangat esensial dan tujuan dari sebuah website. Apalagi bila website tersebut merupakan website resmi (official site), yang mana situs web merupakan salah satu media/teknologi untuk memudahkan, mengefisiensikan hubungan timbal balik antara pengelola/pemilik website dengan komunitasnya.
Mengikuti dan menerapkan standarisasi sebuah situs web yang telah lama diatur dan disepakati melalui World Wide Web Consortium (W3C) merupakan hal yang mutlak. Terutama bagi website pemerintah yang notabene dibiayai oleh uang rakyat dan bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat umum, standarisasi website ini sangat mutlak diterapkan sebagai acuan dalam pengembangan situs resmi pemerintah sehingga dapat menjadi motor penggerak pemanfaatan website yang benar dan tepat.
Situs web pemerintah daerah merupakan salah satu strategi didalam melaksanakan pengembangan e-government secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan terukur. Pembuatan situs web pemerintah daerah merupakan tingkat pertama dalam pengembangan e-government di Indonesia dengan sasaran agar masyarakat Indonesia dapat dengan mudah memperoleh akses kepada informasi dan layanan pemerintah daerah, serta ikut berpartisipasi di dalam pengembangan demokrasi di Indonesia dengan menggunakan media internet.
Suatu hal penting yang harus disadari bahwa keberadaan situs web pemerintah daerah yang dibuat, merupakan suatu bagian integral dari organisasi pemerintahan. Semua unit yang ada pada organisasi, hendaknya memperhatikan bagaimana mereka dapat menggunakan internet sebaik-baiknya untuk berkomunikasi dengan kelompok-kelompok masyarakat pengguna internet.
Instansi Pemerintah Daerah harus membantu perkembangan tingkat kesadaran dan pemahaman yang tinggi, bagi seluruh aparat Pemerintah Daerah mengenai pemanfaatan internet pada organisasi pemerintahan. Kemampuan internet untuk memberi dan menerima informasi perlu dipahami sebagai suatu keterampilan inti dari informasi dan komunikasi. Diharapkan sebanyak mungkin aparat pemerintah daerah dapat membaca situs web yang dibuat oleh pemerintah daerah setempat.
Sangatlah memperihatinkan melihat banyak situs web pemerintah yang sangat tidak terstandarisasikan (±90%), salah satunya adalah situs web resmi DEPKOMINFO yang notabene sebagai regulator situs resmi Pemerintah
Terdapat enam hal yang perlu diperhatikan di dalam membangun dan mengimplementasikan strategi publikasi melalui media online, yaitu : Kegunaan, tanggungjawab, manajemen situs, isi, updating dan maintenance. Enam hal itulah yang menjadi fokus masalah dalam membangun sebuah situs web, terutama pada daerah-daerah tertentu yang masih terbentur masalah infrasruktur.
Salah satu bukti dan upaya keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam mewujudkan visi dan misinya yaitu : “terwujudnya garut pangirutan yang tata tengtrem kerta raharja melalui ridho Alloh“, dengan dibangunnya situs web http://www.garutkab.go.id yang merupakan perbaikan dari situs yang sebelumnya yaitu http://www.garut.go.id yang dikelola oleh BPK-InTel.
Situs Pemerintah Daerah Kabupaten Garut merupakan salah satu dari sedikit situs web Pemerintah Daerah di Indonesia yang menerapakan aturan standarisasi situs web yang dikeluarkan oleh organisasi W3C. Tetapi tidaklah mudah dalam menerapkan suatu aturan pada budaya yang berbeda, banyak masalah yang terjadi dan membutuhkan waktu, biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Masalah-masalah yang terjadi diantaranya ; masih sedikit programmer web yang memahami aturan dan tujuan standarisasi situs web, dan kebanyakan programmer web tidak mementingkan stuktur penulisan source script dan tag dalam mendesign sebuah web. Atas dasar itulah maka penulis menganalisa sistem tersebut di atas, yang selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan laporan kerja praktek dengan judul : ” Analisis Penerapan Rekomendasi World Wide Web Consortium (W3C) Pada Situs http://www.garutkab.go.id Yang Dikelola Oleh Badan Pengelolaan Perpustakaan Kearsipan Informasi Dan Telematika Kabupaten Garut”.

Kategori:Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: