Beranda > Tak Berkategori > IMPLEMENTASI TEKNIK WATERMARKING DIGITAL PADA DOMAIN DCT UNTUK CITRA BERWARNA

IMPLEMENTASI TEKNIK WATERMARKING DIGITAL PADA DOMAIN DCT UNTUK CITRA BERWARNA

Januari 8, 2010

Kemudahan distribusi media digital, khususnya melalui internet ternyata
memberikan dampak negatif bagi usaha-usaha perlindungan hak cipta atas media
digital. Watermarking digital sebagai salah satu solusi yang bisa digunakan untuk
mengatasi masalah ini, dihadapkan pada permasalahan ketahanan terhadap distorsi
yang mungkin terjadi selama proses distribusi.
Ada beberapa teknik watermarking digital yang pernah diusulkan oleh para
peneliti, baik itu yang bekerja pada domain spasialnya maupun yang beroperasi
pada domain frekuensinya. Teknik-teknik watermarking pada domain frekuensi
ternyata cukup baik dalam mengatasi permasalahan ketahanan terhadap distorsi.
DCT (discrete cosine transform) sebagai salah satu jenis transformasi yang banyak
digunakan dalam dunia citra, kompresi JPEG adalah salah satu contohnya,
mentransformasikan nilai intensitas pikselnya ke dalam frekuensi dasarnya.
Implementasi watermarking digital dengan menggunakan domain DCT ternyata
menunjukkan kinerja ketahanan yang cukup baik, khususnya terhadap kompresi
JPEG.

Algoritma-algoritma watermarking yang bekerja pada domain DCT menurut ukuran bloknya dapat dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu algoritma yang memanfaatkan blok-blok DCT dengan ukuran tertentu yang lebih kecil dari ukuran citra aslinya, misalnya blok dengan ukuran 8×8 atau 16×16. Kelompok kedua menerapkan DCT keseluruh dimensi citra secara langsung. Masalah yang akan dibahas pada penulisan tugas akhir ini adalah cara kerja beserta implementasi algoritma watermarking digital pada citra berwarna yang bekerja pada domain DCT secara langsung, serta ketahanannya terhadap beberapa serangan, khususnya terhadap kompresi JPEG.

Pembahasan atas domain frekuensi pada citra dan Discrete Cosine Transform (DCT) hanya akan diulas secara umum, hal ini dimaksudkan hanya untuk memberikan penjelasan secara global tentang pokok permasalahan yang akan dibahas, sehingga pembahasan tidak dilakukan secara mendalam.
Teknik watermarking yang digunakan mengadopsi proposal Barni et al (1998) dengan beberapa perubahan yang dilakukan penulis. Ujicoba serangan terhadap teknik ini dibatasi pada kompresi JPEG dan beberapa teknik pemrosesan citra yang umum, seperti histogram equalization, median filtering, resizing dan penambahan noise. Implementasi teknik watermarking pada tugas akhir ini menggunakan program Matlab dari MathWorks Inc.

Iklan
Kategori:Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: