Beranda > Tak Berkategori > PENGEMBANGAN APLIKASI STEGANOGRAFI PADA VIDEO DIGITAL DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST-SIGNIFICANT BIT MODIFICATION (LSB)

PENGEMBANGAN APLIKASI STEGANOGRAFI PADA VIDEO DIGITAL DENGAN MENERAPKAN METODE LEAST-SIGNIFICANT BIT MODIFICATION (LSB)

Januari 8, 2010

The data and information security grow up widely and very fast. To handle some kind of unwanted matters in data and information security, a methode called stegranography was developed. Steganography can hide secret data and information into another data, so the secret information can not be accessed by unauthorized person.
In this final project, aplication of digital video steganography used least significant bit modification methode. This methode was worked by changing the video.
Finally, as the result of this research, the quality of videos which has been steganographed were relatively good, because they have no significant changes. Data in the video could be extracted. But the video files were not robust to manipulation proccess (frame amputation) which has done to the videos.

Perkembangan teknologi informasi (TI) saat ini memberikan kemudahan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Termasuk kirim mengirim informasi dalam bentuk file menjadi hal yang biasa di era komputerisasi saat ini. Banyak diantara file tersebut bersifat rahasia dan sangat penting, dan tidak boleh diketahui oleh pihak lain.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi tersebut, semakin berkembang pula teknik kejahatan yang berupa perusakan maupun pencurian data oleh pihak yang tidak memiliki wewenang atas data tersebut. Ada beberapa bentuk penyerangan terhadap data dan informasi, seperti hacker, cracker, trojan force attack, dan lain-lain. Oleh karena itu, pada saat ini telah dilakukan berbagai upaya untuk menjaga keamanan data dan mengatasi serangan-serangan tersebut.
Sebelumnya telah ada cara untuk menjaga keamanan data yang dikenal dengan nama kriptografi. Dengan kriptografi data rahasia terjaga keamanannya, namun bentuk chipertext yang diacak akan mudah terdeteksi dan menyadarkan pihak ketiga akan kerahasiaan file tersebut. Untuk itu diterapkan steganografi yang dalam bahasa Yunani berarti “pesan tersembunyi” (covered writing) dalam usaha menjaga kerahasiaan data. Steganografi merupakan salah satu cara untuk menyembunyikan suatu pesan/data rahasia di dalam data atau pesan lain yang tampak tidak mengandung apa-apa, kecuali bagi orang yang mengerti kuncinya (Henry, 2002). Dalam bidang keamanan komputer, steganografi digunakan untuk menyembunyikan data rahasia pada saat proses enkripsi tidak dapat dilakukan atau bersamaan dengan proses enkripsi. Jadi, walaupun enkripsi berhasil dipecahkan (dechiper) pesan/data rahasia tetap tidak terlihat. Pada steganografi pesan disamarkan dalam bentuk yang relatif aman sehingga tidak terjadi kecurigaan tersebut. Steganografi dapat digunakan pada berbagai macam bentuk data, yaitu image, audio, dan video.
Steganografi bukan merupakan hal yang baru. Steganografi sudah dikenal sejak zaman Romawi dan Yunani kuno. Misalnya, pesan ditulis di kepala budak lalu menunggu sampai tumbuh cukup rambut untuk menutupi pesan tersebut sebelum ia dikirim kepada orang yang dituju dimana rambutnya akan dicukur sehingga pesan itu terlihat. Steganografi yang berkembang saat ini adalah steganografi pada image dan audio, namun steganografi pada image dan audio masih banyak memiliki kelemahan seperti perubahan tampilan yang terlihat jelas pada image dan gangguan suara yang terjadi pada steganografi audio (Henry, 2002). Selain itu banyak software yang dapat mendeteksi data dan informasi yang disisipkan pada image dan audio, seperti StegSpy V 2.1.
Berdasarkan pada berbagai kelemahan yang ada pada steganografi pada image dan audio tersebut, dalam tugas akhir ini akan dibahas steganografi pada video. Steganografi pada video menggabungkan steganografi pada image dan audio, pada dasarnya video merupakan gabungan dari image yang bergerak dengan audio, yang lebih sulit dideteksi. Hal ini dikarenakan video dapat menyembunyikan lebih banyak data dan video merupakan aliran dari image sehingga distorsi pada salah satu frame image tidak terlihat dengan mudah oleh mata manusia.
Dalam penelitian ini digunakan metode Least-Significant Bit Modification. Hal ini dikarenakan metode Least-Significant Bit Modification mudah diimplementasikan. Metode ini membutuhkan syarat, yaitu jika dilakukan kompresi pada stego, harus digunakan format lossless compression, karena metode ini menggunakan bit-bit pada setiap piksel pada video.

Kategori:Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: