Beranda > Tak Berkategori > ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL (SUSENAS) MODUL KONSUMSI 2007DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPA

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL (SUSENAS) MODUL KONSUMSI 2007DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPA

Januari 9, 2010

Badan Pusat Statistik Garut yang selanjutnya disingkat dengan BPS Garut adalah salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) adalah salah satu program kegiatan BPS dengan fungsi kegiatannya mengumpulkan data sosial kependudukan yang relatif sangat luas, antara lain menyangkut masalah di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial, Budaya dan kegiatan sosial yang lainnya di masyarakat untuk mengetahui taraf kehidupan dan angka kesejahteraan serta perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Garut.
Metode yang digunakan dalam analisis sistem ini menggunakan metode Waterfall dengan kegiatan yang hanya dibatasi pada penganalisisan di sistem yang sedang berjalan dan mentransformasikannya kedalam bentuk perancangan Blok Diagram, Entity-Relation Diagram (ERD), Data Flow Diagram (DFD) dan Kamus Data berdasarkan hasil analisis dengan tujuan untuk mengetahui alur kinerja sistem yang sedang berjalan dan bentuk software yang digunakan dalam pengolahan data SUSENAS Modul Konsumsi 2007 di Badan Pusat Statistik Garut.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan, hal ini disebabkan karena jumlah angka kelahiran lebih banyak dibandingkan angka kematian di suatu daerah khususnya Kabupaten Garut sebagai salah satu kota kecil yang berada di provinsi Jawa Barat dengan 42 kecamatan, 402 desa ini cukup padat dengan kapasitas penduduknya.
Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin padat, tentunya akan menimbulkan dampak terhadap program pembangunan pemerintah, maka untuk menjawab masalah tersebut, pemerintah mendirikan sebuah lembaga Badan Pusat Statistik (BPS) yang merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan berada di bawah serta bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BPS sudah ditempatkan berdasarkan letak kedudukannya, yaitu BPS Pusat, BPS tingkat Provinsi dan BPS tingkat Kabupaten. Sama halnya dengan BPS tingkat kabupaten yang lain di wilayah Indonesia, BPS Kabupaten Garut mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, diantaranya membantu pemerintah dalam mengumpulkan data dan informasi. Salah satu program BPS kabupaten dalam bidang sosial yaitu Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Informasi yang dikumpulkan Susenas mencakup keterangan demografi, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan, dan pengeluaran rumah tangga.
Susenas diselenggarakan oleh BPS hampir setiap tahun sejak tahun 1963. bahkan dari tahun 2003, BPS menambah metode pengumpulan data susenas dengan menggunakan sistem panel, yaitu mewawancarai rumah tangga yang sama dalam beberapa tahun untuk memonitor perkembangan kesejahteraan rumah tangga sehingga setiap tahun selalu ada dua jenis kegiatan susenas, yaitu Susenas Panel dan Susenas Besar.
Tahun 2007 Susenas Panel telah dilaksanakan pada bulan Maret 2007 sedangkan Susenas Besar dilaksanakan pada bulan Juli, sehingga disebut Susenas Juli 2007 mencakup 285.904 rumah tangga dengan jumlah sampel perkotaan dan pedesaan masing-masing adalah 103.616 dan 182.288 rumah tangga. Data yang dikumpulkan dalam Susenas Juli 2007 adalah data kor (VSEN2007.K), yaitu dokumen yang berisi tentang keterangan pokok rumah tangga dan anggota rumah tangga, dan data modul perumahan serta pemukiman (VSEN2007.MP) yang berisi tentang konsumsi atau pengeluaran dan pendapatan rumah tangga..
Tuntutan data berkualitas yang dihasilkan di Susenas dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pengolahan yang efektif, baik di tinggkat pusat maupun daerah menjadi sangat penting. Upaya meningkatkan kualitas data yang dihasilkan, kini pengolahan data di BPS sudah terkomputerisasi yang meliputi tahap pra komputer (Receiving, batching, editing-coding), instalasi program, entri data dan tabulasi.
Pelaksanaan kegiatan Susenas khususnya masalah kemiskinan tergolongkan ke dalam Susenas Modul Konsumsi 2007 yang akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2007. Di dalam pelakasanaan Susenas Modul Konsumsi 2007 akan dilakukan perubahan terhadap teknik pencacahan, dengan tahap memegang prinsip pada percepatan waktu pengumpulan dan peningkatan kualitas data, maka untuk mencapai hal itu dilakukan perubahan tata cara pengumpulan data dengan maksud untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan serta menghasilkan data yang berkualitas.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ditujukan untuk mengetahui kinerja sistem Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Modul Konsumsi 2007 pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut yang berada di bawah tugas seksi Statistik Sosial yang bertujuan untuk mencatat angka pertumbuhan penduduk dalam hal kemiskinan dan mengolahnya dalam bentuk data kor (dokumen yang berisi keterangan pokok rumah tangga dan anggota rumah tangga) dan modul (dokumen yang berisi tentang konsumsi/pengeluaran dan pendapatan rumah tangga) untuk dikirimkan ke BPS Pusat.

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. Desember 29, 2014 pukul 7:02 am
  2. Januari 2, 2015 pukul 5:06 pm
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: