Beranda > Tak Berkategori > APLIKASI TEXT TO SPEECH (TTS) BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMBACA SMS

APLIKASI TEXT TO SPEECH (TTS) BERBAHASA INDONESIA SEBAGAI PEMBACA SMS

Januari 9, 2010

Saat ini SMS (Short Message Service) sebagai sarana penyampaian pesan menarik minat banyak orang, disebabkan karena penyedia layanan bergerak mengenakan biaya murah untuk pengiriman pesan SMS dengan panjang karakter 160. Pesan SMS yang berupa teks membutuhkan waktu untuk membacanya. Sistem yang dapat mengubah teks menjadi ucapan dibutuhkan, sehingga orang tidak perlu membaca namun cukup mendengarnya.
Sistem pengubahan teks menjadi ucapan bermanfaat bagi para penyandang tuna netra dan tuna aksara agar lebih mudah mendapat informasi dari suatu teks SMS. Tugas akhir ini membahas mengenai sebuah aplikasi Text To Speech berbahasa Indonesia sebagai pembaca SMS. Proses pensintesis ucapan digunakan Tukang Omong PD V.01.03.0020. Pengambilan pesan SMS pada ponsel digunakan komputer dengan port serial sebagai koneksi antara ponsel dan komputer. Pengambilan pesan SMS dari ponsel oleh komputer menggunakan perintah AT yang selanjutnya oleh Tukang Omong PD V.01.03.0020 akan mengubah teks pesan SMS menjadi ucapan.
Aplikasi Text To Speech Berbahasa Indonesia sebagai Pembaca SMS ini diharapkan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna dalam mendapatkan informasi pesan teks SMS, tanpa perlu intensitas tinggi untuk memahami sebuah pesan yang masuk pada ponsel. Dan pesan / informasi dapat diterima saat pengguna sedang terlibat dengan aktivitas lain.

Semakin majunya perkembangan teknologi khususnya dalam telekomunikasi yang telah diciptakan oleh manusia membuat informasi dapat disampaikan dengan cepat. Diantara perkembangan teknologi telekomunikasi adalah adanya ponsel (telepon seluler), dengan adanya ponsel manusia dapat melakukan komunikasi tanpa terbatasi oleh ruang dan waktu. Ponsel merupakan salah satu teknologi telekomunikasi tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan untuk dibawa kemana saja asalkan sinyalnya masih terjangkau oleh jaringan operator yang digunakan.
Saat ini ponsel telah memegang peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Bahkan sekarang ini banyak orang baik tua maupun muda menggunakan sarana komunikasi ponsel. Ini karena praktisnya media tersebut, ponsel memiliki dimensi yang relatif kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tetap dapat dihubungi. Kehadiran ponsel dengan berbagai fasilitas yang mendukung aplikasi SMS, bahkan mendukung untuk aplikasi WAP (Wireless Aplication Protocol) dapat dibeli dengan harga yang terjangkau sehingga menarik minat berbagai kalangan masyarakat untuk menggunakannya.
Murahnya harga ponsel menjadikannya barang dagangan yang dapat dicari di mana saja termasuk di pedagang kaki lima. Ini membuktikan ponsel sekarang menjadi media komunikasi kelas menengah dan sebagian kelas bawah. Hal ini terlihat dari jumlah pertumbuhan pengguna ponsel yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Maraknya penggunaan ponsel juga tak lepas dari dukungan oleh penyedia layanan komunikasi bergerak (operator seluler) yang menjual kartu perdana (staterpack/simcard) dengan harga yang relatif murah.
Bahkan sekarang ini untuk meningkatkan jumlah pelanggan, biaya yang dikenakan untuk pengiriman sebuah SMS dengan panjang karakter 160 dibuat murah oleh penyedia layanan komunikasi bergerak. Oleh karena itu, SMS sebagai media alternatif penyampaian pesan akhir-akhir ini cukup diminati oleh masyarakat, dan karenanya membuat para penyedia layanan tersebut berlomba-lomba meningkatkan pelayanannya dengan cara meningkatkan kecepatan pengiriman pesan.
SMS sebagai salah satu fasilitas layanan dasar penyedia layanan komunikasi bergerak memungkinkan pengguna mengirim dan menerima informasi dalam bentuk pesan singkat. Layanan ini sangat efektif untuk memberitahukan informasi dalam waktu yang singkat, tetapi pesan SMS yang berupa teks membutuhkan waktu untuk membacanya. Untuk itu perlu dikembangkan pemikiran untuk mengubah teks menjadi ucapan, sehingga manusia tidak perlu membaca namun cukup mendengar. Pengubahan teks menjadi ucapan bermanfaat bagi para penyandang tuna netra dan tuna aksara agar lebih mudah mendapat informasi dari suatu teks SMS (http://www.indotts.com ,September 2004).
Pengubahan teks menjadi ucapan dengan pembangkitan ucapan dilakukan menggunakan berbagai algoritma pengolahan sinyal digital yang dijalankan dengan perangkat lunak. Berkembangnya teknologi digital menyebabkan perkembangan sistem tulis-ucap atau TTS (Text to Speech) dan melahirkan beberapa alternatif baru untuk menjalankan bagian pembangkit ucapan untuk mencari pendekatan yang menghasilkan ucapan yang lebih alami.
TTS adalah suatu sistem perangkat keras maupun perangkat lunak yang mempunyai kemampuan untuk mengubah tulisan menjadi ucapan. Salah satu teknik yang digunakan pada TTS adalah teknik penyambungan diphone. Teknik ini dapat menghasilkan bunyi ucapan dengan tingkat kealamian yang tinggi. Penggunaan sistem TTS diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam membaca SMS pada ponsel dengan menggunakan media komputer (http://www.indotts.com, September 2004).

Kategori:Tak Berkategori
%d blogger menyukai ini: