Beranda > Skripsi Industri > ANALISA JALUR KRITIS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PADA PROSES PRODUKSI DENGAN METODE PERT

ANALISA JALUR KRITIS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PADA PROSES PRODUKSI DENGAN METODE PERT

Januari 10, 2010

Setiap perusahaan pada dasarnya dituntut untuk mampu bersaing dalam merebut pasaran agar bisa menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Akan tetapi untuk meningkatkan produktivitas tersebut terdapat masalah dalam hal perencanaan dan penjadwalan yang menyangkut waktu. Dalam perusahaan kelancaran pelaksanaan proses produksi merupakan hal yang sangat diharapkan.
Untuk itu digunakan analisa jalur kritis untuk meningkatkan efisiensi waktu pada setiap stasiun-stasiun proses produksi dalam perusahaan, sedangkan metode yang digunakan adalah Critical Path Method(CPM) atau dengan metode Project Evaluation end Review Technique. Penelitian dilakukan di CV.ANDHIKA Sukoharjo yang memiliki 14 stasiun dalam pembuatan Almari Hias (Devander).
Berdasarkan analisa dari studi kasus ini dihasilkan peningkatan efisiensi waktu. Dalam proses produksi Almari Hias (Devander) membutukan waktu 4190 menit perhitungan actual, dengan analisa jalur kritis manual maupun dengan perhitungan Microsoft Project dihasilkan waktu proses 4060 menit, sehingga selisih perhitungannya sebesar 130 menit. Dan dengan Microsoft Proje

Tujuan umum perusahaan adalah berusaha untuk mendapatkan keuntungan . Hal ini akan tercipta apabila perusahaan dapat mengatur proses produksinya secara efektif dan efisien, artinya dengan sumber daya yang ada akan dapat diperoleh hasil yang maksimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan dapat menekan biaya. Untuk itu, perlu adanya suatu perencanaan produksi yang matang agar tujuan tersebut dicapai. Perencanaan produksi meliputi perencanaan jumlah, jenis produk yang akan diproduksi serta waktu. Sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai produksi. Dengan demikian perusahaan dapat mengestimasi waktu dan biaya yang diperlukan dalam mengerjakan suatu produksi.
Agar waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi bisa efisien, maka diperlukan suatu pengendalian produksi, agar proses produksi yang dijalankan dapat sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Sistem pengendalian produksi terdiri dari pengendalian proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian tenaga kerja, pengendalian kualitas dan pemeliharaan.
Di dalam pelaksanaan proses produksi, kelancaran pelaksanaan proses produksi merupakan suatu hal yang sangat diharapkan oleh suatu perusahaan. Kelancaran pelaksanaan proses produksi ini dipengaruhi oleh sistem produksi dan didukung dengan adanya pengendalian proses produksi.
Dengan adanya sistam produksi yang baik diikuti dengan pengendalian proses produksi yang tepat maka kelancaran pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan dapat tercapai.
Pada perusahaan yang bergerak dibidang meubel, faktor-faktor produksi yang digunakan tergolong langka dan mahal sehingga perlu adanya penghematan, serta memerlukan waktu penyelesaian yang cukup lama, terutama untuk pemenuhan kualitas eksport. Pengendalian proses produksi sangat diperlukan sebagai usaha pengawasan dan koordinasi dalam pengawasan proses produksi. Untuk melaksanakan pengendalian proses produksi yang baik perlu memperhatikan fungsi-fungsi pengendalian produksi (Routing, Scheduling, Dispatching dan Follow up). Sebagai upaya untuk mencapai suatu proses yang efisien, maka perusahaan perlu menerapkan suatu metode penyelesaian proyek yang sering disebut analisa jalur kritis. Dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk menyelesaikan suatu pesanan dangan tepat waktu, sehingga tidak terjadi suatu keterlambatan dalam penyelesaian produksi yang sangat merugikan perusahaan dan menghambat proses produksi berikutnya.

Iklan
Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: