Beranda > Skripsi Industri > ANALISA PENENTUAN KEBIJAKAN PERAWATAN

ANALISA PENENTUAN KEBIJAKAN PERAWATAN

Januari 10, 2010

Sarana transportasi yang berkembang sekarang ini adalah wujud dari kemajuan teknologi. Hal ini sangat mendukung pelayanan transportasi yang maksimal. Sebagai pendukung untuk beroperasinya sistem yang lancar, kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan kerugian-kerugian yang ditimbulkan Karena ada kerusakan mesin. Kerusakan mesin merupakan salah satu hal yang padat menghambat jalannya proses operasi. Dan apakah perawatan yang telah dilakukan selama ini sudah optimal. Tahap pengoperasian yang dilakukan adalah 10 Jam/hari. Dengan mengklasifikasikan kerusakan mejadi tiga yaitu kerusakan A (terjadi pada komponen kritis atau komponen yang sering mengalami kerusakan), kerusakan B (kerusakan yang terjadi pada komponen major atau komponen yang dalam mesin memberikan daya guna yang kecil tetapi jika mengalami kerusakan dapat mengganggu proses operasi), Kerusakan C (Kerusakan yang terjadi pada komponen minor atau komponen yang jika mengalami kerusakan tidak menyebakan mesin mati tetapi mempengaruhi kerja mesin). Umur bus juga mempengaruhi kerusakan, rata MTBF kerusakan A lebih dari 520 hari atau kurang lebih 1,5 th. Kerusakan C lebih dari 150 hari atau kurang lebih 0,5 th. Dan rata-rata MTBM kerusakan A lebih dari 9 jam, kerusakan B lebih dari 9 jam kerusakan C lebih dari 9 jam Besarnya rata-rata diantara perawatan lebih kecil dari nilai waktu rata-rata diantara kerusakan. Sedangkan hasil nilai dari MTMB yaitu untuk kerusakan A lebih dari 9 jam. Untuk kerusakan B lebih dari 9 jam dan untuk kerusakan C lebih dari 9 jam. Dalam hal ini komponen-komponen kritis (komponen pada klasifikasi A) harus sering diperiksa. Sebab apabila mengalami kerusakan memerlukan
perbaikan yang lama, harga dari komponen tersebut mahal.

Pelayanan yang maksimal harus diberikan oleh suatu perusahaan agar kebutuhan konsumen terpenuhi dan mereka merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik. Kegiatan perawatan mempunyai peranan yang sangat penting. Karena selain sebagai pendukung beroperasinya sistem lancar sesuai yang dikehendaki, kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan kerugian-kerugian
yang ditimbulkan karena ada kerusakan mesin. Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa macam, tergantung dari dasar yang dipakai untuk menggolongkannya, tetapi pada dasarnya terdapat dua bagian pokok dalam perawatan yaitu perawatan preventif yang dimaksud untuk menjaga keadaan peralatan sebelum peralatan itu rusak dan perawatan korektif yang dimaksud untuk memperbaiki peralatan yang rusak. Dengan melihat pentingnya kegiatan perawatan, penelitian ini mencoba untuk mengemukakan analisis penentuan waktu kegiatan perawatan yang tepat bagi masing-masing mesin sesuai dengan keandalannya sehingga
dapat meminimalkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Studi kasus dilakukan pada PO. Dharma Putra-Wonogiri.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: