Beranda > Skripsi Industri > Analisis Brand Equity Dihubungkan Dengan Customer Equity Pada Mie Sedaap Dan Indomie

Analisis Brand Equity Dihubungkan Dengan Customer Equity Pada Mie Sedaap Dan Indomie

Januari 10, 2010

Banyaknya merek mi instan yang ada di pasar saat ini menyebabkan Indomie dan Mie Sedaap mengalami persaingan ketat. Di tengah persaingan tersebut, tentu saja Indomie dan Mie Sedaap perlu untuk mempertahankan dan mengembangkan pasarnya agar dapat tetap terus bertahan di pasar. Untuk itu Indomie dan Mie Sedaap perlu mengetahui posisinya di pasar dengan cara mengukur ekuitas merek dan pelanggannya. Dengan demikian Indomie dan Mie Sedaap dapat menyusun strategi untuk mengelola kedua aset tersebut. Elemen – elemen ekuitas merek yang akan diteliti adalah kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Untuk elemen – elemen ekuitas pelanggan yang akan diteliti adalah customer acquisition, customer retention, dan add on selling.
Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 150 responden yang pernah mengkonsumsi mi instan. Data – data dari kuesioner selanjutnya diolah untuk mengukur kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek, customer acquisition, customer retention, dan add on selling dari Indomie dan Mie Sedaap.
Hasil kuesioner akan dianalisis dengan menggunakan uji validitas konvergen dan uji reliabilitas terhadap data yang telah diperoleh dari kuesioner. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel dalam kuesioner sudah valid dan reliabel. Selain itu juga dilakukan uji validitas diskriminan untuk mengetahui apakah ada korelasi antar variable – variabel yang ada dalam kuesioner.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, analisis deskriptif untuk mengetahui latar belakang responden secara umum. Analisis statistik dengan menggunakan Z uji untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara variabel – variabel yang digunakan sebagai dasar pengukuran pada Indomie dan Mie Sedaap, kemudian dibuat scorecard untuk mengetahui nilai ekuitas total Indomie dan Mie Sedaap.

Saat memasuki era globalisasi, pada saat kondisi itulah yang menjanjikan suatu peluang bisnis serta tantangan bisnis yang baru buat perusahaan yang telah ada di Indonesia. Perusahaan juga perlu untuk memperluas pasar produk, akan tetapi persaingan juga akan semakin ketat, baik dengan perusahaan asing ataupun dengan perusahaan domestik.
Adanya persaingan menyebabkan pemasar harus bisa mempertahankan keadaannya saat ini di pasar, selain itu pemasar juga harus berusaha merebut pangsa pasar. Untuk dapat memenuhi target tersebut, maka hal yang terpenting adalah merek dan pelanggan.
Apabila perusahaan ingin dapat bertahan dalam menghadapi persaingan maka harus menjaga dan mengembangkan ekuitas merek dan pelanggannya. Merek merupakan aset yang prestisius buat perusahaan, dengan demikian perusahaan harus mengetahui brand equity produknya lewat riset kepada bagian – bagian brand equity. Aset lain yang penting juga buat perusahaan adalah pelanggan.
Seiring dengan tren gaya hidup modern, banyak orang yang menginginkan kepraktisan dan salah satu contohnya adalah mi instan, sehingga permintaan akan mi instan meningkat, oleh karena itu banyak merek baru yang keluar untuk berebut pangsa pasar. Indomie adalah merek mi instan yang telah dikenal oleh banyak orang dan memiliki pangsa pasar yang cukup besar sedangkan Mie Sedaap adalah merek mi instan yg pangsa pasarnya meningkat cukup besar dan mulai dikenal oleh banyak orang. Hal ini dapat dilihat pada survei awal dengan cara melakukan wawancara terhadap responden tentang merek mi instan yang paling diingat, ternyata hasil survei menunjukkan bahwa Indomie dan Mie Sedaap merupakan dua merek mi instan yang paling banyak diingat oleh responden. Mengingat pentingnya ekuitas merek dan ekuitas pelanggan dalam persaingan, maka pada penelitian ini akan meneliti tentang besarnya brand equity dan customer equity dari Mie Sedaap dan Indomie, sebab dengan mengetahui kekuatan ekuitas merek dan ekuitas pelanggan maka Indomie dan Mie Sedaap dapat mengetahui posisi perusahaan di pasar sehingga Indomie dan Mie Sedaap dapat menyusun strategi untuk mengelola dan membangun kedua aset tersebut. Pada penelitian ini, customer equity yang dibahas semua dengan teori Blattberg (2001).

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: