Beranda > Skripsi Industri > ANALISIS KELAYAKAN PROYEK PERPINDAHAN LOKASI PABRIK PT. SUMBER SINAR MENTARI

ANALISIS KELAYAKAN PROYEK PERPINDAHAN LOKASI PABRIK PT. SUMBER SINAR MENTARI

Januari 10, 2010

PT. Sumber Sinar Mentari adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri percetakan yaitu lebih dikhususkan pada produk stiker yang terbagi menjadi dua bagian seperti stiker grafik dan stiker castic atau emblem. Salah satu permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah penurunan permintaan konsumen yang dikarenakan performa pabrik yang kurang optimal apabila dilihat dari kondisi dan lahan pabrik yang mengalami keterbatasan. Jadi perusahaan berencana untuk melakukan mengembangkan usahanya dengan cara relokasi pabrik ke lokasi yang lebih baik. Tetapi bagaimana dengan penilaian kelayakan untuk melakukan proyek ini agar proyek ini layak untuk dilaksanakan.
Dari hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan dapat diketahui bahwa penentuan lokasi yang paling optimal berdasarkan lokasi supplier bahan baku adalah pada koordinat (2.87,3.73) yang jatuh pada daerah Cawang, estimasi actual kebutuhan permintaan berdasarkan data historis sebesar Rp. 4.590.000.000, sedangkan estimasi penjualan total Rp. 4.521.098.400, serta dari hasil peramalan akan permintaan dimasa yang akan datang sebesar 16.560,8 set. Penentuan lokasi yang paling optimal berdasarkan pendistribusian produk jadi adalah pada koordinat (5,7) yang jatuh pada daerah Pulo Gadung, sedangkan penentuan lokasi dengan data kualitatif yaitu pada daerah Sentul dengan nilai 8,41 berpredikat baik. Jumlah luas total pabrik yang akan dibangun seluas 8157,5 m2, dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 304 orang. Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan proyek ini dari awal sampai akhir adalah selama 28 minggu. Dari hasil pengolahan data dan analisis kriteria penilaian investasi laba bersih perbulan sebesar Rp.187.011.798, jangka waktu pengembalian modal selama 2,6 tahun, nilai BEP sebesar 954,07 per operasi. Nilai yang didapat pada ARR dan IRR sebesar 2,21 % per bulan dan 26,5%per tahun, sehingga nilai NPV > 0, dan Profitibiltas sebesar 1,18.
Pada hasil kesimpulan memperlihatkan bahwa keseluruhan aspek yang menjadi penunjang proyek relokasi, menunjukkan tingkat kelayakan yang cukup baik, begitu pula pada hasil penilaian investasi. Sehingga perusahaan dapat dikatakan layak dan memerlukan pengembangan sebagai peluang usahanya.

Pada akhir-akhir ini banyak kegiatan-kegiatan bisnis, seperti contoh kegiatan manufaktur sedang mengalami kesulitan. Banyak perusahaan-perusahaan manufaktur yang sedang mengalami banyak permasalahan dikarenakan perkembangan zaman yang pesat atau juga banyak faktor lain yang mempengaruhi timbulnya suatu masalah dalam suatu perusahaan. Jadi perusahaan selalu dituntut untuk meningkatkan performa dan kualitas dari kegiatan manufakturnya tersebut. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan tersebut akan ditinggal oleh konsumennya.
Perusahaan manufaktur PT. Sumber Sinar Mentari yang merupakan salah satu perusahaan yang mempunyai bidang usaha memproduksi stiker (Striping) kendaraan bermotor khususnya motor. PT. Sumber Sinar Mentari merupakan salah satu perusahaan supplier bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan stiker (Striping) untuk motor, jadi perusahaan yang dituju PT. Sumber Sinar Mentari adalah perusahaan-perusahaan yang memproduksi motor, seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan perusahaan-perusahaan lainnya kecuali Honda. Sedangkan di Indonesia perusahaan yang memproduksi stiker untuk motor itu ada 5 (lima) perusahaan. Perusahaan ini berlokasi di Jonggol, Cileungsi.
PT. Sumber Sinar Mentari mempunyai beberapa masalah yang sedang dihadapinya. Masalah yang timbul ini sangat mempengaruhi penilaian dan kepercayaan dari konsumen dan hal ini juga memberi pengaruh pada penjualan. Setelah dilakukan identifikasi masalah, dihasilkan permasalahan yang tertuju pada keadaan fisik dari pabrik yang sudah tidak memungkinkan untuk mendukung proses produksi.
Masalah yang pertama kali teridentifikasi adalah pada aspek pemasarannya. Hal ini terlihat dari penilaian kepercayaan konsumen yang semakin lama akan semakin menurun. Buktinya pada permintaan untuk Yamaha pada tahun 1997 sebesar 60% dari produk yang dihasilkan, sedangkan 40% lagi dipegang oleh perusahaan-perusahaan industri stiker lainnya. Pada saat ini PT. Sumber Sinar Mentari mempunyai order dari Yamaha hanya sebesar 10% dan sisanya dipegang perusahaan lain. Karena performa pabrik dan kualitas produk sudah tidak memenuhi kriteria dari perusahaan motor, atau dapat dikatakan tidak elit lagi.
Dari masalah pada aspek pemasaran dengan menurunnya permintaan dari pelanggan dikarenakan produk yang dihasilkan PT. Sumber Sinar Mentari saat ini mengalami penurunan kualitas, dan juga perusahaan mengalami penurunan performa yaitu pada kapasitas produksi. Industri stiker ini berhubungan dengan percetakan dan terdapat proses pengeringan pada proses produksi, jadi lokasi pabrik harus mendukung proses produksi termasuk lingkungan. Pada lokasi pabrik saat ini mempunyai lingkungan yang mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, seperti temperatur yang panas, tingkat kadar debu yang tinggi, dan sumber-sumber yang tidak memadai, seperti supply listrik yang kurang karena terlalu jauh dengan pusat gardu.
Apabila dilihat dari kondisi fisik bangunan dari pabrik yang digunakan saat ini juga tidak mendukung dan mengakibatkan kapasitas yang terbatas lalu terjadi tidak efisien dalam memproduksi. Hal-hal yang terbilang tidak mendukung yaitu keterbatasan ruangan, karena mesin-mesin yang digunakan ada besar dan kecil. Contohnya pada proses pengeringan di oven, mesin oven tersebut mempunyai dimensi yang besar dan diletakkan didalam suatu ruangan yang kecil dan hanya cukup untuk satu oven. Jadi perusahaan tidak dapat menambah oven dengan tujuan untuk menambah kapasitas produksi. Lalu masalah juga timbul pada efisiensi kerja dari kegiatan proses produksi dan hal ini terjadi dikarenakan dari keterbatasan ruangan pada lay out pabrik. Dengan tersedianya ruangan yang terbatas, jadi terdapat kerja yang bolak-balik dan terjadi Bottleneck khususnya pada ruang QC karena ruangannya hanya ada satu.
Masalah juga timbul pada faktor-faktor pendukung proses produksi seperti pada keuangan. Masalah ini dikaitkan pada sewa bangunan pabrik yang akan mempengaruhi pengeluaran atau biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Karena kondisi saat ini perusahaan masih menyewa bangunan, maka pengeluaran akan semakin besar, dan karena itu pula bangunan pabrik tidak dapat di renovasi. Pelayanan pada pendistribusian juga terdapat masalah seperti pendistribusian yang dilakukan perusahaan ini kadang-kadang tidak tepat waktu, dikarenakan lokasi yang terlalu jauh dan kondisi jalannya yang tidak menentu.
Masalah-masalah itulah yang mengakibatkan penurunan order dari konsumen dengan alasan kualitas produk yang kurang dan performance pabrik untuk pemenuhan permintaan juga rendah. Salah satu pilihan keputusan perusahaan adalah memindahkan pabriknya dari lokasi yang lama ke lokasi yang baru. Alasan memindahkan pabriknya karena upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan performa pabrik yang akan mengembalikan kepercayaan konsumen agar perusahaan ini akan bertahan dan menghasilkan benefit (manfaat) yang menguntungkan untuk pertumbuhan perusahaan dan pertumbuhan perekonomian..

Iklan
Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: