Beranda > Skripsi Industri > Analisis Perbaikan Rantai Pasok (Supply Chain) Menggunakan Sistem Dinamis

Analisis Perbaikan Rantai Pasok (Supply Chain) Menggunakan Sistem Dinamis

Januari 10, 2010

Untuk menciptakan pelayanan yang baik kepada konsumen akan ketersediaan produk pada tempat dan waktu yang tepat, serta pada kondisi yang diinginkan, diperlukan koordinasi antara pihak-pihak pada supply chain. Kurangnya koordinasi seringkali menimbulkan distorsi informasi sehingga berakibat timbulnya variabilitas permintaan yang terjadi pada channel supply chain. Variabilitas permintaan tersebut mengakibatkan produksi dan persediaan mengalami kelebihan atau kekurangan dari tingkat yang seharusnya, sehingga menurunkan kinerja rantai pasok tersebut. Salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja rantai pasok adalah dengan melakukan pengendalian persediaan pada masing-masing mata rantai pasok.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode sistem dinamis. Dari penelitian ini dihasilkan suatu model simulasi rantai pasok yang terdiri atas mata rantai pasok distributor dan retailer, dengan usulan model perbaikan untuk minimasi biaya persediaan di distributor.
Dengan melakukan simulasi model rantai pasok, dapat diketahui pengaruh perubahan lead time dan safety stock terhadap biaya yang ditanggung dari persediaan. Untuk perusahaan distributor PT. Jauwhannes Traco, usulan model perbaikan yang terbaik adalah perbaikan backlog yang memberikan penghematan sebesar Rp. 446.217,20 (nilai model awal = Rp. 617.746,22 dan nilai model perbaikan = Rp. 171.529,02) untuk time-horizon simulasi yang ditentukan (3 bulan).

Pada saat ini tuntutan konsumen terhadap kualitas produk, harga, ketepatan pengiriman serta ketersediaan produk dipasaran semakin tinggi. Fungsi dari sistem supply chain adalah menyediakan produk pada tempat dan waktu yang tepat, serta pada kondisi yang diinginkan dengan tetap memberikan kontribusi yang besar pada perusahaan.
Untuk menciptakan pelayanan yang diinginkan seperti diatas, koordinasi antara pihak-pihak pada supply chain sangat diperlukan. Kurangnya koordinasi seringkali menimbulkan distorsi informasi sehingga berakibat timbulnya variabilitas permintaan yang terjadi pada channel supply chain. Variabilitas permintaan tersebut mengakibatkan produksi dan persediaan mengalami kelebihan atau kekurangan dari tingkat yang seharusnya, sehingga menurunkan kinerja rantai pasok tersebut. Salah satu upaya untuk memperbaiki kinerja rantai pasok adalah dengan melakukan pengendalian persediaan pada masing-masing mata rantai pasok.
Pada perusahaan distributor PT. Jauwhannes Traco, pesanan yang dilakukan ke pabrik adalah berdasarkan jumlah permintaan yang diterima dari retailer. Jumlah permintaan yang diterima oleh distributor tersebut selalu berubah-ubah sehingga diperlukan adanya pengendalian persediaan.

Dalam penelitian ini, ukuran kinerja yang akan digunakan adalah persediaan actual (actual inventory) dan backlog yang ada pada distributor. Persediaan aktual dan backlog secara tidak langsung menunjukkan besarnya biaya yang ditanggung setiap mata rantai yang bersangkutan. Persediaan aktual yang tinggi pada suatu mata rantai menggambarkan tingginya biaya persediaan yang harus ditanggung oleh mata rantai tersebut dan begitu pula jika backlog semakin tinggi maka akan menyebabkan biaya backlog yang ditanggung semakin tinggi. Tingkat kinerja yang baik ditunjukkan dengan rendahnya jumlah persediaan dan backlog yang terjadi sehingga biaya total yang ditanggung perusahaan bisa diminimalkan. Perbaikan kinerja rantai pasok dapat dilakukan antara lain dengan memendekkan lead time untuk mengupayakan penurunan tingkat persediaan atau menambah safety stock untuk mengurangi tingkat backlog.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: