Beranda > Skripsi Industri > HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU AMAN PEKERJA KONSTRUKSI INDONESIA BERDASARKAN MODEL SEO

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU AMAN PEKERJA KONSTRUKSI INDONESIA BERDASARKAN MODEL SEO

Januari 10, 2010

Setiap tahun ratusan ribu orang Indonesia mengalami cedera dan ribuan lainnya meninggal akibat kecelakaan di tempat kerja. Berdasarkan statistik data kecelakaan (Depnakertrans, 2005) sepanjang tahun 2002 hingga 14 Januari 2004 terjadi 305.068 kasus, dengan 20.176 orang mengalami cacat sebagian, 551 orang mengalami cacat total dan 5.837 orang meninggal.

Hingga saat ini, model pencegahan kecelakaan dari Heinrich (1931) adalah model yang paling banyak diterima dikalangan peneliti. Heinrich berpendapat, cara termudah dan termurah untuk mengurangi kecelakaan adalah dengan meningkatkan perilaku aman (safety behaviour) dari pekerja. Untuk dapat melakukan hal tersebut, terlebih dahulu harus diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku aman seseorang dan faktor mana yang dominan diantara faktor-faktor tersebut. Seo et al (2005), berpendapat ada lima faktor utama yang mempengaruhi perilaku aman seseorang, yaitu perceived safety climate, perceived work pressure, perceived hazard level, perceived risk dan perceived barrier.
Penelitian ini meneliti bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi perilaku aman orang Indonesia pada industri konstruksi. Penelitian ini juga meneliti faktor mana dari faktor-faktor tersebut yang paling dominan mempengaruhi perilaku aman orang Indonesia pada industri konstruksi. Dan akhirnya diteliti kebenaran dari common sense yang berkembang, yaitu pengaruh latar belakang individu pada perilaku aman individu tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan di 3 buah perusahaan, satu perusahaan knstruksi BUMN dan dua perusahaan konstruksi swasta.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa perceived safety climate adalah prediktor terbaik untuk perilaku aman diantara faktor-faktor lainnya. Perceived safety climate mempengaruhi perilaku aman melalui dua cara, yaitu secara tidak langsung melalui perceived work pressure, perceived risk dan perceived barrier, dan secara langsung mempengaruhi perilaku tidak aman. Selain itu juga diperoleh hasil bahwa usia, asal suku bangsa dan perusahaan tempat bekerja mempengaruhi perilaku aman seseorang. Sedangkan pengalaman kerja, gaji pokok per bulan, pelatihan K3 yang pernah diterima dan status pernikahan tidak mempengaruhi perilaku aman seseorang.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: