Beranda > Skripsi Industri > IMPLEMENTASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MATERIAL DENGAN PROGRAM APLIKASI MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) ALGORITMA WAGNER

IMPLEMENTASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MATERIAL DENGAN PROGRAM APLIKASI MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) ALGORITMA WAGNER

Januari 10, 2010

Tunas Asri Keramik merupakan usaha kerajinan rumah tangga yang bergerak dalam bidang kerajinan gerabah keramik. Bahan baku utamanya adalah tanah liat atau tanah merah yang berasal dari sukabumi Jawa Tengah. Tunas Asri Keramik melakukan produksi berdasarkan pesanan (Job order) dari pelanggan. Departemen produksi Tunas Asri Keramik merasa kesulitan dalam menentukan jumlah kebutuhan bahan baku tanah merah pada waktu tertentu yang dikarenakan jumlah pelanggan maupun jumlah pesanan yang tidak menentu. Tunas Asri Keramik melakukan pemesanan tanah merah apabila stok bahan baku mendekati angka 250 kg atau setiap satu bulan sekali dengan kapasitas 6 ton. Tunas Asri Keramik dalam menghitung kebutuhan bahan baku belum menggunakan metode apapun hanya berdasarkan kebiasaan yaitu satu truk.
Penanganan mengenai perencanaan kebutuhan bahan baku perlu dilakukan guna menunjang produktifitas dan efektifitas pengunaan bahan baku tanah merah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan perencanaan kebutuhan material (Material Requirement Planing/MRP) algoritma Wagner-Within. Metode MRP Algoritma Wagner Within merupakan metode yang paling efektif karena merperhitungkan dari segi pembiayaan baik biaya pesan maupun biaya simpan. Dalam implementasinya maka dibuatlah Program Aplikasi Perencanaan Kebutuhan Material Algoritma Wagner-Within. Program Aplikasi Algortima Wagner-Within dapat melakukan Perencanaan Kebutuhan Material dengan cepat dan akurat berdasarkan input-input data yang diperlukan.
Perencanaan kebutuhan material yang dilakukan berdasarkan kebijakan perusahaan dalam 10 periode memerlukan biaya Rp. 17.069,683 Setelah dilakukan proses perhitungan dalam jumlah periode yang sama menggunakan Algoritma Wagner-Within ternyata biaya yang paling efektif adalah Rp. 14.031,426. Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa perencanaan kebutuhan material dengan teknik Algoritma Wagner-Within dapat memberikan efesiensi sebesar 18 %. Metode tersebut juga dibuat Program Aplikasinya sehingga proses Perencanaan Kebutuhan Material dapat diketahui dengan cepat dan akurat.

Proses produksi harus dipandang sebagai suatu perbaikan terus menerus (continuous improvement), yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses produksi, sampai distribusi kepada konsumen. Seterusnya, berdasarkan informasi sebagai umpan balik yang dikumpulkan dari pengguna produk (pelanggan) itu kita dapat mengembangkan ide-ide untuk menciptakan produk baru atau memperbaiki produk lama beserta proses produksi yang ada saat ini.Perbaikan performansi bisnis modern harus mencakup keseluruhan sistem industri dari kedatangan material sampai distribusi kepada konsumen dan desain ulang produk (barang dan/atau jasa) untuk masa mendatang.
Suatu perusahaan pada dasarnya dituntut untuk bisa tetap mempertahankan kelangsungan proses produksi, baik yang bergerak di bidang penghasil produk maupun jasa. Ada banyak faktor pendukung kelangsungan proses produksi salah satunya dengan cara pengendalian Persediaan.
Kerajinan Tunas Asri Keramik yang berlokasi di dusun Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul mulai dirintis sejak tanggal 6 September 1989. Berdirinya Tunas Asri Keramik di awali dengan usaha Bapak H.Hardiman S.Pd, di bidang keramik yang dibantu oleh saudaranya sebanyak sepuluh orang.
Tunas Asri Keramik harus dapat memenuhi permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Ada tiga jenis proses produksi yaitu cetak padat, cetak tuang dan cetak putar. Tunas Asri Keramik dalam melakukan aktivitas produksinya berdasarkan pesanan dari konsumen, dimana jumlah dan jenis pesanan barang berbeda – beda setiap transaksi pesanan.
Administrasi Tunas Asri Keramik untuk bagian manajemen sudah menggunakan komputer secara terbatas, tetapi di bagian produksi terutama dalam sistem pengendalian bahan baku masih sangat sederhana dilakukan secara manual. Komputer digunakan sebagai media pendukung dibagian administrasi tetapi belum mendukung pada bagian produksi secara langsung. Tunas Asri Keramik menggunakan Komputer hanya sebagai media pelengkap dan belum menggunakan komputer sebagai media yang penting dalam mendukung proses produksi secara langsung. Penentuan atau perhitungan persedian bahan baku masih dilakukan secara manual dan belum menggunakan komputer sebagai media yang penting dalam mendukung proses produksi secara langsung. Akibatnya dalam menentukan perhitungan bahan baku dilakukan secara perkiraan dan membutuhkan waktu lama. Tunas Asri Keramik dalam menentukan jumlah bahan baku harus melihat berapa jumlah produk yang dipesan dan kira-kira untuk satu unit produk membutuhkan berapa kilogram tanah liat. Sehingga dalam menentukan junlah keseluruhannya adalah mengalikan antara kebutuhan per unit dengan jumlah produk yang harus dipesan.
Proses perhitungan kebutuhan sumber daya bahan baku tanah merah memerlukan waktu yang cukup untuk memperoleh hasil yang tepat dan akurat. Pengurangan bahkan pembatalan pesanan secara mendadak ditengah proses produksi akan sangat merugikan perusahaan yang mengakibatkan kelebihan stok bahan baku dan biaya simpan. Hal tersebut mengakibatkan perubahan rencana produksi yang terjadi rata-rata setiap 3-4 bulan sekali. Akumulasi dari bahan baku dan produk yang sisa semakin tahun semakin banyak. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas produksi yang dikarenakan semakin sempitnya lahan. Tunas Asri keramik yang hanya memiliki luas tanah 3000 m2 sangat terbatas dalam hal tempat penyimpanan produk yang sisa maupun material bahan baku.
Sebagai perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan atau perjanjian kontrak, maka hasil produksinya akan selalu mengalami perubahan pada setiap periode baik jumlah maupun produksi. Dengan terjadinya perubahan rencana produksi pada setiap periode pemesanan serta adanya bahan-bahan yang masih dipesan perusahaan baik dari dalam maupun luar daerah menyebabkan timbulnya masalah dalam hal penanganan material sebagai salah satu faktor yang menunjang aktifitas produksi.
Aspek pengendalian material merupakan suatu sistem integral dari faktor manusia, alat, sistem kerja dalam lingkungan guna kelancaran proses produksi. Terjadinya kekurangan persedian barang atau tidak adanya barang pada saat dibutuhkan dapat menyebabkan aktifitas produksi terhenti. Sebalikya, terlampau banyak persedian barang akan mengakibatkan tertahanya modal secara tidak produktif, sehingga hal ini merupakan salah satu faktor kerugian bagi perusahaan. Kelebihan atau kekurangan bahan baku tanah merah setiap tahun dapat terjadi 3-4 kali dalam setahun. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana membuat suatu sistem pendukung keputusan yang terkomputerisasi untuk mendukung proses produksi secara langsung.
Metode MRP (Material Requirement Planing) adalah metode yang digunakan dalam pengendalian barang untuk memenuhi permintaan yang sifatnya bergantung ( Dependent Demand) yaitu adanya hubungan antar suatu permintaan barang dangan barang lainya yang kedudukanya lebih tinggi [1]. Proses MRP di lakukan dengan mengambil data dari Jadwal Induk Produksi, status persedian, struktur produk dan lead time produksi yang kemudian diolah menggunakan metode MRP algoritma Wagner – Within. Dari pengolahan data tersebut akan diperoleh laporan tentang kapan dan berapa persedian barang akan dipesan, berapa jumlah stok aman (safety stock) dan minimal total biaya persedian. Metode MRP algoritma Wagner – Within merupakan metode yang paling optimal karena memperhitungkan segala aspek baik pembiayaan mapun material bahan baku.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: