Beranda > Skripsi Industri > PENENTUAN TEMPERATUR RUANG DAN BATAS KEBISINGAN LINGKUNGAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS

PENENTUAN TEMPERATUR RUANG DAN BATAS KEBISINGAN LINGKUNGAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS

Januari 10, 2010

Pada suatu operasi kerja banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan menurunnya hasil dari output yang diinginkan. Manusia tidak dapat terlepas dari faktor-faktor penunjang yang akan menentukan kinerjanya. Temperatur dan tingkat kebisingan pada suatu tempat kerja merupakan dua faktor yang mengakibatkan perubahan-perubahan output tadi. Keberadaan seseorang disaat melakukan aktifitas pada ruangan tertentu akan dipengaruhi oleh temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tersebut.
Cara mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tertentu terhadap kinerja seseorang diperlukan beberapa perlakuan untuk menetapkan pada temperatur berapa dan pada tingkat kebisingan berapa seseorang tadi dapat bekerja dengan baik sehingga output yang dihasilkan akan mencapai hasil yang optimal pada setiap kali pengerjaanya.
Pengumpulan data yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, dari hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Ergonomi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian yang dilakukan dengan sembilan treatment (perlakuan) dengan menggunakan taraf rendah, sedang dan tinggi dari faktor temperatur dan kebisingan.
Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tiga orang operator dan dilakukan selama ¼ jam untuk satu percobaan untuk tiga elemen pekerjaan yaitu : Pelintingan, pembungkusan dengan cellophane dan pembungkusan dengan kotak. Tiga orang operator yang melakukan pekerjaan memiliki kemampuan yang sama, dari hasl penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor kebisingan dan temperatur sangat mempengaruhi kerja operator. Hasil analisa anava secara significan menolak H0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada temperatur 260C dan kebisingan 60 dB merupakan kondisi ruang kerja yang sangat menunjang produktifitas operator.

Disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana merancang suatu fasilitas berdasarkan kondisi faal tubuh manusia adalah Ergonomi.
Nilai-nilai parameter dalam studi ergonomi biasanya diestimasikan besarnya dan bersifat tetap, sehingga nilai-nilai tersebut tidak akan bisa dilepaskan dari faktor kesalahan. Artinya nilai-nilai parameter tersebut mungkin lebih besar atau lebih kecil dari hasil estimasi yang diperoleh, atau perubahan-perubahan pada saat tertentu. Perubahan-perubahan yang terjadi pada nilai-nilai parameter tentunya akan mengakibatkan perubahan-perubahan pula pada tingkat output atau hasil ini memungkinkan keputusan akan berubah dari suatu alternatif ke alternatif yang lainya.
Dalam suatu pengerjaan banyak terjadi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan menurunnya hasil dari output yang diinginkan. Manusia tidak dapat terlepas dari faktor-faktor penunjang yang akan menentukan kinerjanya. Suhu ruangan dan tingkat kebisingan pada suatu tempat kerja merupakan dua faktor yang mengakibatkan perubahan-perubahan output tadi. Keberadaan seseorang disaat melakukan aktifitas pada ruangan tertentu akan dipengaruhi oleh temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tersebut.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan temperatur dan tingkat kebisingan pada ruangan tertentu terhadap kinerja seseorang diperlukan beberapa perlakuan untuk menetapkan pada temperatur berapa dan pada tingkat kebisingan berapa seseorang tadi dapat bekerja dengan baik sehingga output yang dihasilkan akan mencapai hasil yang optimal pada setiap kali pengerjaanya.

Iklan
Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: