Beranda > Skripsi Industri > Pengendalian kualitas jasa di PT. IndomarCo Cabang bangil dengan Pendekatan Analisis six sigma pada bagian pengiriman barang

Pengendalian kualitas jasa di PT. IndomarCo Cabang bangil dengan Pendekatan Analisis six sigma pada bagian pengiriman barang

Januari 10, 2010

pengendalian kualitas sangat diutamakan oleh perusahaan-perusahaan dalam rangka menunjang program jangka panjang perusahaan, yaitu mempertahankan pasar atau bahkan menambah pasar perusahaan.
Bagi industri jasa, pada saat ini penerapan manajemen kualitas dalam industri jasa telah menjadi kebutuhan pokok apabila industri jasa ingin bersaing dalam pasar global maupun pasar domestik Indonesia.
PT. Indomarco Cabang Bangil merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang jasa yaitu sebagai perusahaan Distribusi barang. Perusahaan ini melayani pengiriman barang bahan makanan seperti Minyak Goreng, Mie Instan, dan Susu ke supermarket dan toko-toko besar khususnya di wilayah Bangil dan sekitarnya. Pengiriman barang dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan, pesanan dikirim sehari setelah pemesanan barang atau disesuaikan dengan jumlah pesanan.
Akan tetapi jika pesanan menumpuk akan terjadi keterlambatan pengiriman barang sehingga membuat banyak pelanggan yang komplain bukan hanya itu ada beberapa masalah dalam perusahaan yang sering membuat pelanggan mengeluh diantaranya barang yang dipesan tidak ada, dan sering terjadinya kesalahan pada jenis maupun jumlah barang yang dipesan pelanggan. Oleh sebab itu perusahaan perlu memperbaiki proses pelayanannya agar sesuai dengan kualitas layanan jasa yang diharapkan (expected service) yaitu barang sampai tepat pada waktunya, tidak ada kesalahan pada jenis maupun banyaknya barang yang dipesan, barang selalu ada saat dipesan dan kualitas layanan jasa yang dirasakan (perceived service) yaitu pelanggan puas dengan pelayanan yang diberikan perusahaan.
Penelitian ini mencoba mendefinisikan, mengukur dan menganalisis masalah yang ada dalam perusahaan dengan pendekatan analisis Six Sigma.
Six Sigma itu sendiri terdiri dari lima tahap yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Dalam penelitian ini hanya define, measure, dan analyze yang digunakan, improve dan control tidak diterapkan karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan define, measure, dan analyze relatif cukup memberikan informasi bagi pemecahan masalah keterlambatan pengiriman barang pada PT. Indomarco Cabang Bangil.

Pada perkembangan dunia industri akhir-akhir ini, pengendalian kualitas mulai diperhatikan. Pengendalian ini sangat diutamakan oleh perusahaan-perusahaan dalam rangka menunjang program jangka panjang perusahaan, yaitu mempertahankan pasar atau bahkan menambah pasar perusahaan. Bagi industri jasa, pada saat ini penerapan manajemen kualitas dalam industri jasa telah menjadi kebutuhan pokok apabila industri jasa ingin bersaing dalam pasar global maupun pasar domestik Indonesia. Tuntutan konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diberikan pada produsen semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang yang sama, sehingga memberikan banyak pilihan bagi pelanggan untuk memilih pelayanan yang lebih baik.
PT. Indomarco Cabang Bangil merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang jasa yaitu sebagai perusahaan Distribusi barang. Perusahaan ini melayani pengiriman barang bahan makanan seperti Minyak Goreng, Mie Instan, dan Susu ke supermarket dan toko-toko besar khususnya di wilayah Bangil dan sekitarnya. Pengiriman barang dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan, pesanan dikirim sehari setelah pemesanan barang atau disesuaikan dengan jumlah pesanan. Akan tetapi jika pesanan menumpuk akan terjadi keterlambatan pengiriman barang sehingga membuat banyak pelanggan yang komplain bukan hanya itu ada beberapa masalah dalam perusahaan yang sering membuat pelanggan mengeluh diantaranya barang yang dipesan tidak ada, dan sering terjadinya kesalahan pada jenis maupun jumlah barang yang dipesan pelanggan. Oleh sebab itu perusahaan perlu memperbaiki proses pelayanannya agar sesuai dengan kualitas layanan jasa yang diharapkan (expected service) yaitu barang sampai tepat pada waktunya, tidak ada kesalahan pada jenis maupun banyaknya barang yang dipesan, barang selalu ada saat dipesan dan kualitas layanan jasa yang dirasakan (perceived service) yaitu pelanggan puas dengan pelayanan yang diberikan perusahaan. Penelitian ini mencoba mendefinisikan, mengukur dan menganalisis masalah yang ada dalam perusahaan dengan pendekatan analisis Six Sigma.
Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas menuju tingkat kegagalan 3,4 DPMO (Defect Per million Opportunities) kegagalan per sejuta kesempatan atau bisa dikatakan mendekati zerodefect (Gaspersz:2002:1 ).
Six Sigma itu sendiri terdiri dari lima tahap yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Dalam penelitian ini hanya define, measure, dan analyze yang digunakan, improve dan control tidak diterapkan karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan define, measure, dan analyze relatif cukup memberikan informasi bagi pemecahan masalah keterlambatan pengiriman barang pada PT. Indomarco Cabang Bangil.
Dari latarbelakang diatas maka peneliti mengambil judul “Pengendalian kualitas jasa di PT. IndomarCo Cabang bangil dengan Pendekatan Analisis six sigma pada bagian pengiriman barang”

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: