Beranda > Skripsi Industri > PERANCANGAN MEJA DAN KURSI BERDASARKAN JENIS PRAKTIKUM DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

PERANCANGAN MEJA DAN KURSI BERDASARKAN JENIS PRAKTIKUM DITINJAU DARI ASPEK ERGONOMI DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

Januari 10, 2010

Penelitian ini sebagai salah satu usaha membantu pihak laboratorium ergonomi untuk membuat meja dan kursi yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa melalui metode Quality Function Deployment (QFD). Metode ini bertujuan untuk merancang produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen serta mengevaluasi usaha tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan konsumen.
Pada kajian QFD terdapat 10 atribut yang valid dan relible. Setelah dilakukan brainstorming dengan pihak laboratorium ergonomi maka didapatkan respon teknis yang terdiri dari 4 atribut. Respon teknis tersebut akan digunakan untuk perancangan perbaikan kualitas produk, melalui pendekatan QFD yaitu model House Of Quality (HOQ) untuk mengetahui prioritas yang paling penting. Prioritas tersebut adalah Kualitas bahan, ukuran sesuai dengan anthropometri, alas duduk dilapisi busa dan rancangan kursi yang fleksibel.
Pada perancangan meja dan kursi diperlukan data anthropometri. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data antropometri yaitu tinggi meja 78,3 cm, panjang meja 124 cm dan lebar meja 70 cm. Tinggi kursi 54 cm dan alas duduk dengan diameter 35 cm. Sementara tinggi dari meja tempel adalah 85 cm, panjang meja 99 cm dan lebar meja 49,5 cm.

Lingkungan hidup manusia sangat mempengaruhi perilaku manusia dalam menjalankan kehidupannya. Kehidupan manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan zaman manusia selalu berusaha melakukan perubahan rancangan peralatan yang digunakan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Tujuan dari perubahan rancangan tersebut adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pemakainya. Seperti halnya dalam peracangan dan pengembangan meja dan kursi praktikum ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pada saat memakainya dan menciptakan rancangan meja dan kursi praktikum yang ergonomis.
Dalam kegiatan praktikum dilaboratorium perlu didukung adanya sarana dan prasarana yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan praktikum yang pada akhirnya dapat memberi kelancaran serta meningkatkan jalannya pelaksanaan praktikum itu sendiri. Salah satu sarana dan prasarana tersebut adalah meja dan kursi praktikum. Meja dan kursi ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan pada saat praktikum ergonomi. Sehingga perlu dirancang meja dan kursi praktikum yang ergonomis.
Meja dan kursi yang digunakan untuk kegiatan praktikum di Laboratorium Ergonomi ISTA Yogyakarta memiliki disain yang belum sesuai dengan antropometri tubuh pemakainya, sehingga belum ergonomis. Misalnya ukuran meja praktikum yang terlalu tinggi dan bahan yang digunakan untuk membuat kursi terlihat bahwa alas duduk dari kursi tersebut belum ergonomis karena masih menggunakan kayu. Sehingga jika digunakan dalam waktu yang relative lama akan menimbulkan rasa sakit pada dudukan.
Berdasarkan kondisi meja dan kursi yang ada saat ini maka dilakukan penelitian dan perancanangan meja dan kursi yang ada di Laboratorium Ergonomi Teknik Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Adapun metode yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD) dan ditinjau dari aspek ergonomi berdasarkan jenis praktikum yang dilaksanakan. Dengan harapan nantinya meja dan kursi ini mampu memberikan fungsi kemudahan, dan juga meja dan kursi tersebut lebih nyaman dan fleksibel dalam penggunaannya bagi mahasiswa Teknik Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta saat melaksanakan praktikum ergonomi.

Iklan
Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: