Beranda > Skripsi Industri > PERANCANGAN PUSAT ASESMEN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI UNTUK JABATAN DAN STAF STRUKTURAL ITB-BHMN

PERANCANGAN PUSAT ASESMEN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI UNTUK JABATAN DAN STAF STRUKTURAL ITB-BHMN

Januari 10, 2010

Dengan status BHMN, ITB mendapat kebebasan untuk merumuskan visi dan misi serta kebijakan yang mendukung pencapaian visi misinya tersebut. Salah satunya adlaah kebijakan di bidang SDM. Sistem manajemen SDM ITB saat ini dinilai kurang memotivasi dan tidak terkait dengan visi dan misi ITB maupun rencana karir yang karyawan yang bersangkutan. Selain itu, penempatan jabatan masih belum sesuai dengan potensi dan kompetensi dan prestasi yang dimiliki oleh karyawan. Untuk itu diperlukan perbaikan dan penyesuaian sistem manajemen SDM. Sebuah Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi diharapkan dapat mengisi kesenjangan antara existing condition dengan karakteristik sistem SDM yang diinginkan. Dengan menjalankan fungsi ganda sebagai pusat asesmen dan juga sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM, Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi ITB dapat menyumbang manfaat pengelolaan SDM yang sangat besar dalam proses transformasi ITB menuju BHMN. Penelitian ini akan menghasilkan perancangan Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi untuk ITB BHMN yang meliputi pengembangan konsep, pemilihan metode asesmen, usulan program pengembangan, dan perhitungan biaya pengadaan Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi untuk ITB BHMN.

Dengan diberlakukannya PP No. 155 Tahun 2000, ITB mengalami perubahan status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan menjadi salah satu dari empat PTN yang menjadi pilot project bagi pelaksanaan otonomi di perguruan tinggi.

Status BHMN ini memberikan kebebasan bagi ITB untuk merumuskan visi misi yang baru, yang dirasa lebih sesuai dan memiliki keunggulan kompetitif di dunia pendidikan, menetapkan sasaran yang diinginkan di berbagai bidang sesuai dengan visi dan misi yang baru , dan melakukan usaha-usaha untuk mencapai sasaran tersebut.

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pencapaian sasaran tersebut adalah dukungan dari SDM yang berkualitas. Sumber daya manusia yang terdapat di ITB dalam hal ini karyawan ITB harus terlebih dahulu disiapkan sebagai pelaksana transformasi untuk dapat merealisasikan ITB-BHMN sesuai dengan visi dan misinya sebagai masyarakat akademik yang bertaraf global.

Sistem manajemen SDM ITB saat ini dinilai kurang memotivasi dan tidak terkait dengan visi dan misi ITB maupun rencana karir yang karyawan yang bersangkutan. Selain itu, penempatan jabatan masih belum sesuai dengan potensi dan kompetensi dan prestasi yang dimiliki oleh karyawan. Hal ini dapat menghambat proses transformasi dan adaptasi ITB menuju BHMN.

Untuk itu diperlukan perbaikan dan penyesuaian sistem manajemen SDM, termasuk perbaikan dalam sistem seleksi yang menitikberatkan penyesuaian antara kompetensi yang dibutuhkan jabatan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pegawai. Asesmen kompetensi pegawai harus dilakukan dengan seksama secara periodik dan dijalankan secara transparan dan adil. Selain itu, diperlukan sistem konseling atau pengarahan mengenai jalur karir yang sesuai dan bagaimana mencapai jabatan yang lebih tinggi.

Sebuah Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi diharapkan dapat mengisi kesenjangan antara existing condition dengan karakteristik sistem SDM yang diinginkan. Dengan menjalankan fungsi ganda sebagai pusat asesmen dan juga sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM, Pusat Asesmen dan Pengembangan Kompetensi ITB dapat menyumbang manfaat pengelolaan SDM yang sangat besar dalam proses transformasi ITB menuju BHMN.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: