Beranda > Skripsi Industri > Perancangan Sistem Informasi Prediksi Biaya Medis Bedah Umum Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Amal Sehat Sragen

Perancangan Sistem Informasi Prediksi Biaya Medis Bedah Umum Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Amal Sehat Sragen

Januari 10, 2010

Pelayanan yang baik merupakan salah satu bagian dari langkah-langkah untuk memelihara konsumen. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Amal Sehat Sragen berupa poliklinik umum & khusus, instalasi gawat darurat, apotek, rawat inap, radiologi, laboratorium dan fisioterapi. Poliklinik bedah adalah salah satu dari poliklinik khusus yang menangani pasien bedah baik bedah umum maupun bedah khusus. Bedah umum adalah tindakan bedah untuk jenis penyakit yang digolongkan sebagai penyakit bedah umum. Rumah sakit sering menerima kasus bedah umum ini maka pemberian informasi biaya medis yang lengkap dan akurat diperlukan. Biaya medis tersebut meliputi biaya pra bedah, biaya bedah dan biaya pasca bedah. Pasien rawat inap operasi bedah umum perlu mengetahui prediksi biaya medisnya, agar pasien dapat mempersiapkan dana medis dengan baik. Biaya operasi bedah umum bervariasi tergantung kepada jenis penyakitnya dan mengandung komponen-komponen unit biaya yang kompleks maka diperlukan sistem informasi yang mampu untuk memprediksi biaya medis.

Perancangan Sistem Informasi Prediksi Biaya Medis Bedah Umum untuk Pasien Rawat Inap meliputi pengidentifikasian sistem, analisis sistem, usulan perancangan keluaran dan masukan sistem, usulan perancangan basis data sistem dan usulan perancangan antar muka sistem. Bagian sistem rumah sakit yang diidentifikasi adalah pelayanan pasien bedah umum dan biaya perawatan-pengobatan pasien bedah umum. Analisis sistem akan menilai sistem pembentukan tagihan biaya medis yang terjadi di rumah sakit. Masukan sistem informasi berupa diagnosa dokter, kelas rawat inap dan dokter bedah yang mendiagnosa, untuk menghasilkan keluaran berupa prediksi biaya bedah dan biaya pasca bedah. Basis data meliputi entiti rawat inap, entiti bedah, entiti farmasi, entiti radiologi dan entiti laboratorium. Antar muka disusun berdasarkan kebutuhan yang diinginkan oleh pengguna dan disesuaikan dengan pihak manajemen rumah sakit. Lokasi penempatan sistem informasi prediksi biaya medis ini pada ruang resepsionis. Resepsionis berperan sebagai operator dan pengguna, sedangkan pasien akan dilayani oleh pihak resepsionis untuk memperoleh informasi prediksi biaya medisnya.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: