Beranda > Skripsi Industri > SISTEM PEMANTAUAN KETINGGIAN AIR SECARAREAL TIME BERBASIS MIKROKONTROLERAT89C2051

SISTEM PEMANTAUAN KETINGGIAN AIR SECARAREAL TIME BERBASIS MIKROKONTROLERAT89C2051

Januari 10, 2010

Tugas Akhir ini menjelaskan tentang bagaimana membuat suatu sistem pemantauan ketinggian air dengan memanfaatkan gelombang ultrasonik berbasis mikrokontroler AT89C2051. Hal ini perlu dilakukan mengingat banyaknya bencana alam yang disebabkan oleh air, seperti banjir dan tsunami. Sensor Ping dengan memanfaatkan prinsip pantulan suara digunakan untuk mengukur ketinggian air. Selang waktu yang diperlukan untuk memancarkan dan menerima pantulan gelombang ultrasonik dikalikan dengan cepat rambat suara dalam air guna memperoleh nilai jarak. Hal ini dilakukan oleh program assembly yang disimpan dalam memori mikrokontroler. Hasil ketinggian air yang diperoleh ditampilkan pada seven segment dan dikirim ke komputer dengan menggunakan transmisi radio FM. Komputer menampilkan nilai ketinggian air saat itu dalam bentuk grafik. Dari hasil pengujian, diperoleh sistem dapat bekerja dengan baik untuk interval pengukuran 0.10 – 2.50 meter, dengan nilai ketelitian pengukuran antara 0 – 0.05 meter, dan tingkat persentase kesalahan antara 0 % – 4 %.

Musibah dan bencana alam yang banyak terjadi belakangan ini tidak hanya menyebabkan kerugian material saja, tetapi juga mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Banyak cara untuk mengantisipasi dan meminimalisasi kerugian dan jumlah korban, salah satunya adalah dengan menerapkan berbagai alat pendeteksi yang digunakan sebagai referensi data maupun indikator dari suatu sistem peringatan dini, bila terjadi fenomena alam yang tidak biasa. Saat ini terdapat banyak detektor yang digunakan sebagai indikator sistem peringatan dini untuk mendeteksi berbagai macam fenomena alam (fisik), seperti perubahan iklim dan cuaca (arah dan kecepatan angin, curah hujan, temperatur, dsb), kekuatan dan lokasi dari pusat gempa, aktivitas dari gunung berapi, ketinggian permukaan air, dan lain sebagainya. Ketinggian permukaan air merupakan suatu parameter yang banyak dipantau dan dianalisa perubahannya, terutama pada musim dan keadaan tertentu. Hal ini berkaitan erat dengan banyaknya bencana alam yang mungkin disebabkan olehnya, seperti banjir, tsunami dan lain sebagainya. Selama ini pemantauan ketinggian air sungai yang dilakukan masih menggunakan alat-alat manual berupa skala ketinggian air yang diletakkan di pinggiran sungai/ jembatan. Hal ini memiliki keterbatasan terutama terhadap penumpukan sedimen di dasar sungai, sehingga mengurangi akurasi dari pengukuran. Mengingat akan pentingnya pemantauan terhadap ketinggian air sungai terutama pada daerah-daerah dengan tinggi daratan yang lebih rendah dari permukaan laut, penulis mencoba memberikan kontribusi dengan merancang dan membuat sistem pemantauan ketinggian air secara elektik yang dapat digunakan untuk memantau perubahan ketinggian air secara kontinyu dan real time. Dengan memanfaatkan sensor ultrasonik sebagai detektor guna mendeteksi jarak. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor memancarkan gelombang suara yang kemudian menangkapnya kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar penginderaannya. Lamanya waktu yang diperoleh antara pancaran dan penerimaan kembali pantulan suara tersebut berbanding lurus dengan jarak yang diukurnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu cara alternatif untuk memantau ketinggian air sungai/ waduk, guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir.

Kategori:Skripsi Industri
%d blogger menyukai ini: